<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hiburan &#8211; gokepri</title>
	<atom:link href="https://gokepri.com/hiburan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gokepri.com/hiburan/</link>
	<description>Inspirasi Bersama</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2026 01:09:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/04/cropped-IMG_5700-32x32.jpeg</url>
	<title>Hiburan &#8211; gokepri</title>
	<link>https://gokepri.com/hiburan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodríguez Resmi Menikah!</title>
		<link>https://gokepri.com/cristiano-ronaldo-dan-georgina-rodriguez-resmi-menikah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 01:09:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=136472</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Selamat! Pasangan Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodríguez meresmikan hubungan mereka di jenjang <a class="read-more" href="https://gokepri.com/cristiano-ronaldo-dan-georgina-rodriguez-resmi-menikah/" title="Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodríguez Resmi Menikah!" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/cristiano-ronaldo-dan-georgina-rodriguez-resmi-menikah/">Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodríguez Resmi Menikah!</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Selamat! Pasangan Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodríguez meresmikan hubungan mereka di jenjang pernikahan. Keduanya menikah di Cascais, Portugal, pada Selasa (11/8/2026).</p>
<p>Pernikahan ini diumumkan dalam sebuah keterangan resmi kepada pers, dilansir dari People. Upacara pernikahan pesepakbola 41 tahun dengan sang model digelar private dan intimate.</p>
<p>Buat merayakan pernikahan ini, Ronaldo dan Georgina membagikan unggahan bersama di Instagram. Menampilkan tangan masing-masing yang kini sudah mengenakan cincin kawin.</p>
<p>&#8220;C&#x2764;&#xfe0f;G,&#8221; tulis mereka dalam unggahan tersebut dilihat Rabu (12/8/2026).</p>
<p>Pernikahan Ronaldo dan model 32 tahun itu berselang setahun setelah pengumuman pertunangan. Keduanya persis bertunangan pada 11 Agustus 2024.</p>
<p>Pasangan ini sekarang sudah punya lima orang anak sebelum akhirnya meresmikan pernikahan secara sipil. Di antaranya Eva Maria dan Mateo, si kembar yang berusia 9 tahun; lalu Alana yang kini menginjak usia 8.</p>
<p>Ada juga Bella yang berusia 4 tahun (lahir kembar, namun Ángel meninggal dunia saat lahir), dan Cristiano Jr., yang sudah remaja anak dari hubungan Ronaldo dengan perempuan terdahulu.</p>
<p>Cristiano Ronaldo bertemu Georgina Rodríguez pertama kali ketika sang istri masih menjadi asisten penjualan di store Gucci. Pertemuan itu terjadi pada tahun 2016.</p>
<p>Januari tahun berikutnya, pasangan ini pertama kali go public di karpet merah dengan menghadiri Best FIFA Football Awards di Zurich. Bulan Mei barulah mereka mengumumkan pacaran.</p>
<p>Hubungan keduanya pernah dibuka Georgina Rodríguez dalam serial Netflix berjudul I Am Georgina (2022). Di situ awal pertemuan dan munculnya bunga-bunga cinta antara dia dan Ronaldo dibeberkan.</p>
<p>Di awal, Ronaldo pernah sesumbar bilang kalau hubungan dia dengan Georgina Rodríguez nggak akan bertahan lama.</p>
<p>&#8220;Awalnya aku gak menyangka bahwa hubungan ini akan menjadi begitu kuat, atau bahwa aku akan jatuh cinta padanya. Jujur aku nggak menduganya. Namun, lama-kelamaan, aku merasa dialah wanita dalam hidupku,&#8221; kata Ronaldo dalam acara tersebut. *</p>
<p>(sumber: detik.com)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/cristiano-ronaldo-dan-georgina-rodriguez-resmi-menikah/">Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodríguez Resmi Menikah!</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Liburan ke Johor? Rasakan Sensasi Menginap Berkonsep Apartemen di Trinidad Suites Johor</title>
		<link>https://gokepri.com/liburan-ke-johor-rasakan-sensasi-menginap-berkonsep-apartemen-di-trinidad-suites-johor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2026 03:10:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=136313</guid>

					<description><![CDATA[<p>PUTERI HARBOUR (gokepri.com) &#8211; Terletak di kawasan eksklusif Puteri Harbour, Nusajaya, Trinidad Suites Johor menawarkan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/liburan-ke-johor-rasakan-sensasi-menginap-berkonsep-apartemen-di-trinidad-suites-johor/" title="Liburan ke Johor? Rasakan Sensasi Menginap Berkonsep Apartemen di Trinidad Suites Johor" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/liburan-ke-johor-rasakan-sensasi-menginap-berkonsep-apartemen-di-trinidad-suites-johor/">Liburan ke Johor? Rasakan Sensasi Menginap Berkonsep Apartemen di Trinidad Suites Johor</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PUTERI HARBOUR (gokepri.com) &#8211; Terletak di kawasan eksklusif Puteri Harbour, Nusajaya, Trinidad Suites Johor menawarkan pengalaman liburan yang berbeda bagi para wisatawan.</p>
<p>Mengusung konsep apartment suite berstandar bintang empat, akomodasi di bawah jaringan Wyndham Trademark Collection ini menjadi pilihan ideal bagi keluarga maupun pelancong yang menginginkan kenyamanan bak di rumah sendiri.</p>
<p>Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri berkesempatan mewawancarai langsung General Manager Trinidad Suites Johor, Prakash Kumaran, pada Jumat (7/8/2026) pagi. Dalam perbincangan hangat tersebut, ia membeberkan berbagai keunggulan hotel, mulai dari luas kamar terbaik di kelasnya, aksesibilitas antarnegara, hingga ragam aktivitas rekreasi tepi laut.</p>
<p><strong>Kamar Terluas di Nusajaya dan Fasilitas Lengkap</strong></p>
<p>Salah satu daya tarik utama dari Trinidad Suites Johor terletak pada ukuran kamarnya. Hotel ini menyediakan 204 unit kamar yang terbagi dalam beberapa tipe, mulai dari One Bedroom Executive, One Bedroom Premium, Duplex, hingga Two Bedroom dan Three Bedroom.</p>
<p>&#8220;Di antara seluruh hotel yang ada di kawasan Nusajaya, kamar kami adalah yang paling luas,&#8221; ujar Prakash Kumaran.</p>
<p>Tak hanya luas, setiap kamar dirancang dengan konsep hunian mandiri. Tamu dapat memanfaatkan pantry, kompor, microwave, kulkas, hingga mesin cuci otomatis 2-in-1 yang dilengkapi pengering. Peralatan memasak dan makan pun siap diantarkan ke kamar berdasarkan permintaan.</p>
<p>Untuk fasilitas umum, pengelola menyediakan infinity pool, pusat kebugaran (gym), open-concept restaurant di area penthouse yang beroperasi pukul 07.00–23.00, serta function room yang sanggup menampung hingga 350 orang. Bagi acara berskala lebih besar, area outdoor Marina Walk siap dihiasi kanopi untuk mengakomodasi hingga 1.000 tamu.</p>
<p><strong>Akses Langsung ke Pantai dan Pelabuhan Feri</strong></p>
<p>Keunikan lain dari properti ini adalah tata letaknya yang terhubung langsung dengan area harbour. Lewat pintu belakang hotel, para tamu dapat langsung mengakses dermaga yacht dan menyusuri jalan kaki tak sampai dua menit menuju pantai berpasir (sandy beach). Area pantai ini menjadi lokasi favorit untuk kegiatan team building, jalan-jalan sore, hingga photoshoot pernikahan.</p>
<p>Tamu juga bisa menikmati sunset cruise, aktivitas memancing, hingga jalan santai di sepanjang dermaga. Meski kegiatan bahari di kelola oleh pihak ketiga (third-party), manajemen hotel siap memfasilitasi dan menghubungkan para tamu dengan penyedia jasa aktivitas tersebut.</p>
<p>Hanya 1 Jam 45 Menit dari Batam dan Dekat Destinasi Populer</p>
<p>Bagi wisatawan dari Kepulauan Riau, khususnya Batam, Trinidad Suites Johor merupakan opsi liburan antarnegara yang sangat praktis. Hotel ini hanya berjarak lima menit jalan kaki dari Terminal Feri Internasional Puteri Harbour.</p>
<p>&#8220;Kapal feri modern Puteri Anggreni melayani rute langsung dari Harbour Bay Batam menuju Puteri Harbour hanya dalam waktu sekitar 1 jam 45 menit,&#8221; jelas Prakash.</p>
<p>Lokasi hotel juga berada di titik sentral berbagai destinasi hiburan utama di Johor:<br />
* LEGOLAND Malaysia &amp; Waterpark: Hanya 10 menit berkendara.<br />
* Johor Premium Outlets (JPO): Sekitar 30 menit untuk berbelanja produk branded dengan diskon harian.<br />
* Pusat Kota &amp; Johor Zoo: Dapat dijangkau dalam waktu 30 menit.<br />
* Singapura (Tuas Checkpoint): Berjarak 10 hingga 15 menit melalui Second Link.</p>
<p><strong>Konektivitas dan Layanan Ramah Wisatawan</strong></p>
<p>Guna mempermudah mobilitas, area depan hotel dilalui oleh layanan bus berjadwal. Bagi tamu yang membawa kendaraan pribadi, hotel menyediakan fasilitas parkir gratis. Pemesanan transportasi online seperti Grab juga sangat cepat dan mudah didapatkan dalam waktu 5–10 menit.</p>
<p>Untuk menunjang medical tourism, hotel menyediakan armada van khusus sebagai shuttle service ke fasilitas kesehatan terdekat. Layanan airport transfer menggunakan mobil limusin juga dapat diatur berdasarkan permintaan. Selain itu, hotel berkolaborasi dengan pusat pijat dan refleksologi terdekat, memberikan potongan harga khusus 10 persen bagi para tamu yang menginap.</p>
<p>Prakash menutup perbincangan dengan mengajak masyarakat Indonesia untuk mencoba suasana liburan yang berbeda di Nusajaya.</p>
<p>&#8220;Kawasan ini sangat tenang dan nyaman. Trinidad Suites Johor adalah hub yang ideal untuk transit satu atau dua malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Melaka, Kuala Lumpur, atau Singapura. Kami menyambut hangat kedatangan Anda untuk merasakan liburan keluarga yang berkesan di sini,&#8221; pungkasnya. (r)</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/liburan-ke-johor-rasakan-sensasi-menginap-berkonsep-apartemen-di-trinidad-suites-johor/">Liburan ke Johor? Rasakan Sensasi Menginap Berkonsep Apartemen di Trinidad Suites Johor</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisata Sejarah Pulau Penyengat Jadi Magnet Turis Malaysia, Masuk Paket Favorit 4 Hari 3 Malam</title>
		<link>https://gokepri.com/wisata-sejarah-pulau-penyengat-jadi-magnet-turis-malaysia-masuk-paket-favorit-4-hari-3-malam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 10:33:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=136043</guid>

					<description><![CDATA[<p>TANJUNGPINANG (gokepri.com) &#8211; Wisata sejarah Pulau Penyengat semakin menjadi daya tarik utama pariwisata Kepulauan Riau. <a class="read-more" href="https://gokepri.com/wisata-sejarah-pulau-penyengat-jadi-magnet-turis-malaysia-masuk-paket-favorit-4-hari-3-malam/" title="Wisata Sejarah Pulau Penyengat Jadi Magnet Turis Malaysia, Masuk Paket Favorit 4 Hari 3 Malam" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/wisata-sejarah-pulau-penyengat-jadi-magnet-turis-malaysia-masuk-paket-favorit-4-hari-3-malam/">Wisata Sejarah Pulau Penyengat Jadi Magnet Turis Malaysia, Masuk Paket Favorit 4 Hari 3 Malam</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TANJUNGPINANG (gokepri.com) &#8211; Wisata sejarah Pulau Penyengat semakin menjadi daya tarik utama pariwisata Kepulauan Riau. Destinasi yang kaya akan sejarah dan budaya Melayu itu kini menjadi tujuan favorit wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia.</p>
<p>Pendiri Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (ASPABRI), Surya Wijaya, mengatakan Pulau Penyengat masih menjadi destinasi unggulan bagi travel agent di Kepri, khususnya Batam. Destinasi ini menawarkan nilai sejarah yang kuat sekaligus menjadi penghubung budaya antara Kepulauan Riau dan Malaysia.</p>
<p>Masuk Paket Wisata 4 Hari 3 Malam</p>
<p>Menurut Surya, wisatawan asal Malaysia, terutama dari Pahang, Johor, dan Negeri Sembilan, menunjukkan minat yang tinggi untuk mengunjungi Pulau Penyengat. Mereka ingin melihat langsung jejak sejarah yang memiliki hubungan erat dengan kawasan asal mereka.</p>
<p>Karena itu, banyak travel agent di Batam menjalin kerja sama dengan mitra di Malaysia untuk menyusun paket wisata sejarah.</p>
<p>&#8220;Pulau Penyengat kami jadikan tujuan utama dalam paket wisata 4 hari 3 malam. Bahkan untuk paket Batam-Bintan, Pulau Penyengat tetap masuk dalam itinerary karena memiliki daya tarik sejarah dan budaya yang sangat kuat,&#8221; kata Surya.</p>
<p>Kunjungan Wisman Terus Meningkat</p>
<p>Surya menambahkan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau terus menunjukkan tren positif. Kondisi itu mendorong seluruh pelaku pariwisata untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.</p>
<p>Selain itu, pengelola destinasi juga terus melakukan pembenahan. Salah satu fokusnya ialah mempercantik kawasan wisata, termasuk Pulau Penyengat, agar semakin nyaman dan menarik bagi wisatawan.</p>
<p>Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menjaga daya saing pariwisata Kepri sekaligus memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai ikon wisata sejarah dan budaya Melayu di Indonesia. (r)</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/wisata-sejarah-pulau-penyengat-jadi-magnet-turis-malaysia-masuk-paket-favorit-4-hari-3-malam/">Wisata Sejarah Pulau Penyengat Jadi Magnet Turis Malaysia, Masuk Paket Favorit 4 Hari 3 Malam</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nikmati Sensasi Kuliner Homemade Premium dan Hangout Elegan di Grand Mercure Batam Centre</title>
		<link>https://gokepri.com/nikmati-sensasi-kuliner-homemade-premium-dan-hangout-elegan-di-grand-mercure-batam-centre/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 10:08:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=134774</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM (gokepri.com) &#8211; Grand Mercure Batam Centre, hotel premium jaringan Accor, menghadirkan pengalaman kuliner yang <a class="read-more" href="https://gokepri.com/nikmati-sensasi-kuliner-homemade-premium-dan-hangout-elegan-di-grand-mercure-batam-centre/" title="Nikmati Sensasi Kuliner Homemade Premium dan Hangout Elegan di Grand Mercure Batam Centre" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/nikmati-sensasi-kuliner-homemade-premium-dan-hangout-elegan-di-grand-mercure-batam-centre/">Nikmati Sensasi Kuliner Homemade Premium dan Hangout Elegan di Grand Mercure Batam Centre</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BATAM (gokepri.com) &#8211; Grand Mercure Batam Centre, hotel premium jaringan Accor, menghadirkan pengalaman kuliner yang memadukan cita rasa homemade berkualitas dengan suasana bersantap yang elegan.</p>
<p>Melalui Ambrosia All Day Dining dan Celeste Tapas Bar, para tamu dapat menikmati hidangan istimewa yang disiapkan oleh tim kuliner berpengalaman menggunakan bahan-bahan premium, menjadikan setiap kunjungan sebagai momen yang berkesan bersama keluarga, sahabat, kolega, maupun pasangan.</p>
<p>Di Ambrosia All Day Dining, tamu dapat menikmati beragam menu signature yang dibuat secara homemade. Salah satu favorit adalah Beef Burger seharga Rp188.000++, menggunakan daging sapi premium yang juicy, dipadukan dengan roti burger lembut dan pelengkap pilihan.</p>
<p>Selain itu, tersedia Artisan Focaccia Sandwich seharga Rp168.000++, menggunakan roti focaccia yang dipanggang segar setiap hari dengan isian berkualitas yang kaya cita rasa. Menu-menu ini menjadi pilihan sempurna untuk makan siang maupun makan malam dalam suasana restoran yang hangat dan modern.</p>
<figure id="attachment_134776" aria-describedby="caption-attachment-134776" style="width: 1707px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-134776 size-full" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/Tapas-Pizza-Celeste-Tapas-Bar-scaled.jpeg" alt="" width="1707" height="2560" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/Tapas-Pizza-Celeste-Tapas-Bar-scaled.jpeg 1707w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/Tapas-Pizza-Celeste-Tapas-Bar-768x1152.jpeg 768w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/Tapas-Pizza-Celeste-Tapas-Bar-1024x1536.jpeg 1024w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/Tapas-Pizza-Celeste-Tapas-Bar-1365x2048.jpeg 1365w" sizes="(max-width: 1707px) 100vw, 1707px" /><figcaption id="caption-attachment-134776" class="wp-caption-text">Tapas Pizza &#8211; Celeste Tapas Bar. (istimewa)</figcaption></figure>
<p>Bagi pencinta suasana santai, Celeste Tapas Bar di lantai 3 menawarkan pengalaman hangout yang berbeda. Beroperasi setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 00.00 WIB, Celeste menghadirkan konsep tapas bar dengan nuansa elegan yang cocok untuk menikmati waktu bersama teman, pasangan, maupun relasi bisnis.</p>
<p>Salah satu menu favoritnya adalah Tapas Pizza seharga Rp168.000++, yang memadukan cita rasa khas Mediterania dengan sentuhan modern, sangat cocok dinikmati bersama pilihan minuman favorit sambil menikmati suasana malam Batam.</p>
<p>General Manager Grand Mercure Batam Centre, Samian Rais, mengatakan bahwa pengalaman kuliner di hotel ini dirancang untuk menghadirkan lebih dari sekadar makanan berkualitas.</p>
<p>&#8220;Kami percaya bahwa makanan terbaik adalah yang mampu menghadirkan kebersamaan. Melalui menu-menu homemade yang dibuat dengan bahan berkualitas serta pelayanan premium khas Grand Mercure, kami ingin menciptakan pengalaman bersantap yang hangat, berkesan, dan menjadi pilihan utama masyarakat Batam maupun wisatawan. Baik untuk makan bersama keluarga, pertemuan bisnis, maupun menikmati malam yang santai, Grand Mercure Batam Centre siap menjadi destinasi kuliner yang memberikan pengalaman berbeda,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Grand Mercure Batam Centre juga mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi ALL – Accor Live Limitless, program loyalitas global dari Accor, guna menikmati berbagai keuntungan eksklusif. Sebagai anggota ALL Member, tamu dapat memperoleh penawaran harga khusus untuk menginap, mengumpulkan Reward Points dari setiap transaksi yang memenuhi syarat, serta menikmati berbagai privilese menarik di jaringan hotel Accor di seluruh dunia. Keanggotaan ini dapat diikuti secara gratis melalui all.accor.com.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, kunjungi Grand Mercure Batam Centre, Jl. Raja H. Fisabilillah, Teluk Tering, Batam Kota. Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp Ambrosia Restaurant di +62 878 5901 5260 atau melalui email hb549@accor.com. (r)</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/nikmati-sensasi-kuliner-homemade-premium-dan-hangout-elegan-di-grand-mercure-batam-centre/">Nikmati Sensasi Kuliner Homemade Premium dan Hangout Elegan di Grand Mercure Batam Centre</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tertipu</title>
		<link>https://gokepri.com/tertipu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 07:03:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=132899</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cerpen: Fery Heriyanto Rumah keluarga Liswar yang sebelumnya ramai, tiba-tiba terlihat sepi sejak beberapa waktu <a class="read-more" href="https://gokepri.com/tertipu/" title="Tertipu" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/tertipu/">Tertipu</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cerpen: Fery Heriyanto</strong></p>
<p>Rumah keluarga Liswar yang sebelumnya ramai, tiba-tiba terlihat sepi sejak beberapa waktu terakhir. Dari informasi yang diperoleh, dia sekeluarga sudah pindah.</p>
<p>&#8220;Kabarnya dia pindah,&#8221; ujar salah seorang warga<br />
&#8220;Kemana?&#8221;<br />
&#8220;Nggak tahu.&#8221;</p>
<p>Tidak lama setelah itu, tiba-tiba kami melihat ada spanduk &#8220;RUMAH INI DIJUAL&#8221; terpampang di pagar rumahnya.</p>
<p>Hal itu menjadi tanya besar bagi sebagian warga. &#8220;Ada apa?&#8221; Kepindahannya juga tidak diketahui perangkat RT juga RW. Beredar juga kabar jika tiga unit mobilnya sudah dijual. Beberapa warga coba menghubungi via telepon, tapi hpnya tidak aktif.</p>
<p>&#8220;Mungkin beliau sudah beli rumah di tempat lain,&#8221; ucap seorang warga.<br />
&#8220;Mungkin juga beliau ingin suasana baru,&#8221; timpal yang lain.</p>
<p>Selama ini Liswar dinilai memiliki status sosial yang cukup baik. Dia punya usaha sendiri. Orderan di perusahaannya terbilang banyak. Karyawannya cukup lumayan. Meski begitu, dia juga aktif di lingkungan perumahan. Kalo ada kegiatan warga, dia selalu hadir dan berpartisipasi.</p>
<p>**</p>
<p>Suatu hari aku jumpa Liswar di dekat parkiran di salah satu pusat keramaian di kota kami.</p>
<p>&#8220;Bang, apa kabar? Lama tak jumpa&#8230;&#8221; ucapku menyapanya.<br />
&#8220;Baik,&#8221; balasnya seraya menyambut jabat tanganku. Dia tampak agak kurus dari biasanya.<br />
&#8220;Tinggal dimana sekarang, Bang?&#8221; tanyaku.<br />
Dia tersenyum tipis.<br />
&#8220;Kami pindah di kawasan dekat sekolah anak,&#8221; jawabnya.<br />
&#8220;Ayo kita ngopi, lama tak ngobrol-ngobrol sama abang,&#8221; ajakku.<br />
&#8220;Maaf, saya ada janji. Lain Waktu lah ya..Biar saya telpon nanti,&#8221; balasnya.</p>
<p>Kamipun berpisah sambil berjabat tangan erat. Beberapa hari kemudian, kami jumpa lagi. Kebetulan waktunya aku lagi istirahat sambil minum di warung langganan.</p>
<p>&#8220;Ayo, Bang, ngopi.&#8221;</p>
<p>Di sela-sela berbincang, tiba-tiba dia menawarkan rumahnya yang dijual itu.<br />
&#8220;Kalo ada yang minat, kabari ya, Bang,&#8221; ucapnya.<br />
&#8220;Saya jual sesuai pasaran di komplek kita. Kami jual sekalian perabotannya,&#8221; tambahnya lagi.<br />
&#8220;Siap, nanti saya tawarkan pada warga atau kawan. Mana tahu ada jodohnya,&#8221; balasku.</p>
<p>Dua bulan setelah pertemuan itu, tiba-tiba rumah tersebut terlihat sudah dibersihkan beberapa orang. Menurut orang yang bersih-bersih itu, rumah Liswar sudah dibeli keluarganya.</p>
<p>Menjelang akhir tahun, tanpa sengaja, kami jumpa lagi. Kali ini aku &#8220;paksa&#8221; dia untuk ngopi bareng. Di tengah-tengah ngobrol kami, tanpa sengaja terucap jika dia terpaksa menjual rumahnya itu.</p>
<p>&#8220;Sejak pandemi usai, saya jarang dapat orderan proyek. Lalu, saya coba buka usaha lain,&#8221; ucapnya mulai bercerita.</p>
<p>&#8220;Lalu, satu hari, relasi lama tiba-tiba telepon memberi kabar jika ada proyek. Saat itu saya berpikir ini rezeki yang sudah lama ditunggu. Apalagi setelah saya hitung-hitung, nominal proyeknya lumayan besar. Dan lagi, hampir lima tahun terakhir, itulah proyek yang lumayan besar ditawarkan pada saya,&#8221; paparnya.</p>
<p>&#8220;Lalu saya menjumpai relasi itu dan membahas proyek tersebut. Setelah diskusi banyak, saya sepakat untuk mengerjakannya. Mulailah saya beli bahan baku, tambah karyawan, dan lainnya,&#8221; terangnya lagi.</p>
<p>&#8220;Singkat cerita, sesuai kesepakatan, proyek selesai,&#8221; ucapnya.</p>
<p>&#8220;Saya pun memasukan invoice pada mereka. Seperti yang sudah-sudah, biasanya mereka membayar setelah 60 hari proyek selesai,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Sampai waktunya, saya tagih. Namun, mereka minta Waktu. Tak lama setelah itu, mereka bayar sekitar 5 persen dari total proyek. Lalu dibayar lagi yang jumlahnya sekitar lima persen,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Setelah saya tunggu beberapa waktu, pembayaran lanjutan tidak ada sama sekali. Setiap saya tagih, saya dimintanya bersabar. Begitu jawabannya sampai beberapa bulan. Sementara, saya juga terdesak untuk bayar gaji karyawan, bayar supplyer, rekanan, dan lainnya,&#8221; terangnya melanjutkan.</p>
<p>&#8220;Hampir setiap hari saya minta, tapi tetap saja tak cair. Lalu, saya sampai minta tolong pihak ketiga untuk menagih. Hasilnya tetap sama,&#8221; ucapnya melanjutkan cerita.</p>
<p>&#8220;Setiap kali saya tagih dan datang ke kantornya bersama pihak ketiga, relasi itu sampai menangis. Dia mengaku juga dapat perintah dari Bosnya di Pusat. Sementara pembayaran tersentral di Pusat. Dia pun mengaku invoice sudah dikirimkan ke kantor pusat perusahaannya,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Hampir setahun, tagihan selanjutnya tidak juga cair, sementara gaji karyawan harus terus dibayar, begitu pula operasional, dan lainnya. Akhirnya, mobil dan rumah terpaksa saya jual,&#8221; terangnya lagi.</p>
<p>&#8220;Disamping itu, pihak lain yang selama ini supporting bahan baku juga mendesak pembayaran. Untuk menjaga hubungan baik, Saya sampai minta karyawan menjual sebagian asset perusahaan sembari terus menagih pembayaran proyek itu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Lama-lama, harapan saya tagihan itu bisa dilunasi, tidak sejalan dengan kenyataan. Semua berantakan,&#8221; ucapnya dengan wajah yang tampak lelah.</p>
<p>&#8220;Untung keluarga selalu memberi dukungan dan ikhlas mengatakan jual saja asset barang yang kami miliki, mulai dari rumah dan perabotnya, mobil, termasuk tanah. Sampai saya minta tolong karyawan jual sebagian mesin di gudang untuk bayar gaji mereka,&#8221; lanjutnya bercerita.</p>
<p>Saya dengarkan setiap kalimat yang diucapkannya. Lalu, kami sama-sama terdiam sejenak.</p>
<p>&#8220;Sampai kini, tagihan yang dijanjikan tidak juga terealisasi. Dan kerjasama saya pada pihak ketiga dalam penagihan pun terpaksa distop karena tak sanggup membayar mereka,&#8221; kata Liswar lagi.</p>
<p>**</p>
<p>Di tengah kondisi yang serba sulit itu, suatu hari Liswar mendatangi seorang kawan seprofesinya dan menceritakan masalah yang dialami. Kawannya itu pun kaget.</p>
<p>&#8220;Apa? Jadi Bung kena olah juga sama dia?&#8221; ucap temannya itu dengan wajah terkejut.<br />
&#8220;Maksudnya?&#8221;<br />
&#8220;Sebelumnya, bos itu juga pernah minta mengerjakan proyek yang sama pada kami. Setelah pengerjaan selesai, pembayarannya tersendat. Hampir setahun juga saya tagih. Dari total tagihan, yang dibayar tidak sampai 25 persen hingga sekarang. Sudah berbagai cara saya lakukan untuk menagih, tapi hasilnya tetap nihil!&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu, tiba-tiba dia pernah minta dibuatkan barang lagi seperti yang Bung kerjakan itu, dengan janji seluruh invoice akan dibayar sekalian dengan yang sebelumnya. Permintaan itu saya tolak! Saya tak mau tertipu dua kali,&#8221; ucap temannya itu menambahkan.</p>
<p>Liswar pun terdiam mendengar itu.</p>
<p>&#8220;Bung, kalo kita jumpa saat awal proyek itu dia tawarkan, saya pasti sudah halangi Bung untuk mengerjakannya!&#8221; tegas kawannya itu.**</p>
<p>Batam Centre, Mei 2026</p>
<p>*)  Fery Heriyanto, alumni Fakultas Sastra (Budaya) USU Medan, kini jurnalis di Kepri</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/tertipu/">Tertipu</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Dahulu Dia Kerap Beri Makan Kawan-kawan&#8221;</title>
		<link>https://gokepri.com/dahulu-dia-kerap-beri-makan-kawan-kawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 04:07:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131228</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cerpen: Fery Heriyanto Kehadiran Munap saat kawan-kawan ngopi kerap menimbulkan candaan yang kadang tidak enak <a class="read-more" href="https://gokepri.com/dahulu-dia-kerap-beri-makan-kawan-kawan/" title="&#8220;Dahulu Dia Kerap Beri Makan Kawan-kawan&#8221;" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/dahulu-dia-kerap-beri-makan-kawan-kawan/">&#8220;Dahulu Dia Kerap Beri Makan Kawan-kawan&#8221;</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cerpen: Fery Heriyanto</strong></p>
<p>Kehadiran Munap saat kawan-kawan ngopi kerap menimbulkan candaan yang kadang tidak enak didengar telinga. Namun, candaan itu hanya dilontarkan ketika lelaki itu telah pergi.</p>
<p>&#8220;Si Munap datang hanya untuk ngopi&#8221;<br />
&#8220;Dia lebih banyak nyusahin.&#8221;<br />
&#8220;Tiga hari lalu dia WA aku minta beli bensin.&#8221;<br />
&#8220;Tak gunalah kawan tu.&#8221;</p>
<p>Demikian sedikit ungkapan yang kerap dilontarkan sebagian kawan tentang si Munap. Namun, pria itu tidak pernah mengetahui hal itu karena memang diucapkan di belakangnya.</p>
<p>Setiap kali gabung dengan kawan-kawan, dia hanya pesan secangkir kopi. Kalau ditawarkan makan, dia sering menolak. Namun, menurut kawan-kawan, usai dia pergi, ada saja WA yang masuk ke salah seorang teman. Isi WA-nya minta dukungan untuk beli bensin, rokok, atau beli sedikit kuota.</p>
<p>**</p>
<p>&#8220;Kenapa abang begitu memanjakan dia. Dia kerap menyusahkan abang,&#8221; ucap seorang teman saat kami jumpa.<br />
&#8220;Memanjakan dia bagaimana?&#8221; balasku.<br />
&#8220;Setiap dia datang, abang selalu menyalaminya, menyuruhnya pesan kopi dan makan. Kalau dia tak ada, abang telpon dia untuk gabung,&#8221; ucap kawan itu lagi.<br />
&#8220;Ah, biasa saja itu. Tidak salah kan jika aku ngajak dia ngopi?&#8221;<br />
&#8220;Memang tak salah, tapi sifatnya itu yang banyak kawan tak suka,&#8221; balasnya.<br />
&#8220;Santai saja, tiap kita punya nasib dan rezeki masing-masing,&#8221; ujarku menimpali.</p>
<p>Teman itu menghisap rokoknya dalam-dalam.</p>
<p>&#8220;Saya percaya, dia pasti sering minta uang ke abang kan?&#8221;</p>
<p>Aku diam.</p>
<p>&#8220;Setiap dia pinjam uang, tak pernah balik, Bang. Memang pinjamnya tak banyak, tapi kalau sering-sering, kawan-kawan juga terganggu,&#8221; lanjutnya.<br />
&#8220;Abang tahu, sekali seminggu atau sekali sepuluh hari dia pasti datang ke tempat kerjaku. Saat pulang, seperti biasa, dia minta beli rokok,&#8221; tambahnya lagi.<br />
&#8220;Itulah tanda berteman&#8230;Itu tanda dia merasa dekat dengan kamu,&#8221; ucapku mengomentari.</p>
<p>Kawan tersebut menghembuskan asap rokoknya.</p>
<p>&#8220;&#8230;itulah, di hp ini aku ganti namanya jadi Si Munap Keliling,&#8221; ujarnya tertawa.</p>
<p>Sosok Munap memang telah menjadi perbincangan sejumlah kawan sejak beberapa waktu terakhir. Banyak teman yang merasa terganggu kalo dia muncul. Walaupun kehadirannya dengan penuh senyum dan sedikit informasi tentang hal-hal baru, namun, jika dia sudah gabung, sejumlah kawan merasa tak nyaman.</p>
<p>**</p>
<p>&#8220;Aku terima kasih sama, Bung. Bung lah orang yang sering menelpon dan mengajak aku ngopi. Kawan-kawan yang lain tak tahu lagi kemana sekarang,&#8221; ucapnya suatu kali.<br />
&#8220;Aku kadang merasa sudah hilang dari mereka,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya aku malu juga sama kawan-kawan tersebut, Bung&#8230; Tapi, bagaimana lagi, saat ini kondisi ku tidak baik. Makanya, kalau aku gabung-gabung dengan kawan-kawan itu, aku hanya minta kopi cangkir saja, tidak pernah lebih,&#8221; ucapnya lagi.</p>
<p>&#8220;Namum, saat Bung yang telpon, tidak hanya kopi, tapi Bung juga suruh pesan makan dan rokok. Tak jarang saat aku pulang, Bung selipkan pula untuk beli bensin,&#8221; lanjutnya. &#8220;Aku benar-benar tak enak hati sama Bung,&#8221; ujar lagi.</p>
<p>&#8220;Sudah, santai saja&#8230;,&#8221; jawabku singkat.</p>
<p>&#8220;Aku kerap menyusahkan, Bung,&#8221; ucapnya lagi dengan intonasi pelan.</p>
<p>&#8220;Aku sering telpon teman-teman dahulu, tapi, sangat sedikit yang menjawab. Apakah nomor hpku tidak dikenalinya lagi? Atau memang aku sudah tak dianggap oleh kawan-kawan itu?&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Berprasangka baik sajalah. Mungkin yang lain itu lagi sibuk,&#8221; ucapku menghiburnya.</p>
<p>Dia senyum tipis. &#8220;Memang aku tak pikirkan itu, Bung. Tapi, sesekali aku juga merasa jika aku tidak pernah ada di tengah mereka seperti dahulu,&#8221; terangnya lagi.</p>
<p>**</p>
<p>Aku sebenarnya belum lama juga akrab dengan dia. Komunikasi kami terjalin baik tanpa disengaja. Saat itu ada sebuah acara, lalu kami ngobrol dan nyambung. Sejak itu aku kerap jumpa dia dan terlibat diskusi tentang sejumlah hal.</p>
<p>Dahulu, saat masih bergelimang kerja di lapangan, aku sudah tahu banyak tentang dirinya. Namanya kerap disebut kawan-kawan. Baik pagi, siang, malam, maupun tengah malam.</p>
<p>**</p>
<p>&#8220;Abang kerap aku lihat ngopi sama si Munap,&#8221; ucap salah seorang teman yang lain saat kami santai usai pulang kantor.</p>
<p>&#8220;Biasa saja,&#8221; balasku.</p>
<p>&#8220;Apa kegiatan dia sekarang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tak tahu persis,&#8221; jawabku.</p>
<p>&#8220;Aku dengar dari kawan-kawan, dia kini banyak mengukur jalan. Banyak teman yang mengatakan begitu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, aku juga dengar itu,&#8221; jawabku sambil menyeruput kopi.</p>
<p>&#8220;Tapi, banyak juga teman-teman yang tidak tahu tentang dia,&#8221; ujarku lagi.</p>
<p>&#8220;Kenapa dia, Bang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jauh sebelum teman-teman itu kenal dia, aku sudah sering melihat dan dapat informasi sepak terjangnya,&#8221; ucapku memulai cerita.</p>
<p>&#8220;Dahulu, semasa dia memiliki finansial kuat, dia kerap memberi makan kawan-kawan. Ada atau tidak dia di lapangan, kalau mendengar teman susah, dia langsung datang. Atau kalau dia tidak tak sempat datang, pasti disuruhnya kawan yang lain untuk membelikan logistik untuk kawan-kawan tersebut,&#8221; paparnya.</p>
<p>&#8220;Dia tidak pernah kenal pagi, siang, malam, atau tengah malam. Baginya, hari itu sama. Jika ada teman yang butuh bantuan, dia akan tolong,&#8221; beberku lagi sambil menyesap kopi hitamku.</p>
<p>&#8220;Tapi, dia tidak pernah bercerita tentang itu. Dia tidak pernah sekalipun menceritakan apa yang dilakukannya untuk kawan-kawan. Hanya kawan-kawan dahulu saja yang menyampaikan jika Si Munap yang tolong mereka.&#8221;</p>
<p>&#8220;Intinya, saat itu, belasan tahun lalu, ketika ada kawan-kawan yang susah, dia orang yang pertama membantu.&#8221;</p>
<p>Aku menghela nafas.</p>
<p>&#8220;Jadi, kalau kini kondisinya lagi tidak baik, harap dimaklumi saja. Kalo hari ini dia datang saat kita ngopi, biarlah dia ikut merasakan juga apa yang dimakan kawan-kawan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak bisa menghilangkan jejak dia dahulu. Bagi ku, dia tetap kawan yang tidak perlu dibincangkan. Seberapalah kopi secangkir, nasi sepiring, rokok sebungkus, atau seliter minyak? Aku rasa itu tidak akan membuat kawan-kawan miskin,&#8221; ucapku. *</p>
<p>Belian, 5 &#8211; 5- 2026</p>
<p>*) Fery Heriyanto, Jurnalis di Kepri</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/dahulu-dia-kerap-beri-makan-kawan-kawan/">&#8220;Dahulu Dia Kerap Beri Makan Kawan-kawan&#8221;</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>The Devil Wears Prada 2 Puncaki Box Office</title>
		<link>https://gokepri.com/the-devil-wears-prada-2-puncaki-box-office/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 02:44:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Anne Hathaway]]></category>
		<category><![CDATA[box office Amerika Utara]]></category>
		<category><![CDATA[film terlaris]]></category>
		<category><![CDATA[industri film global]]></category>
		<category><![CDATA[Meryl Streep]]></category>
		<category><![CDATA[The Devil Wears Prada 2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Film lama yang dihidupkan kembali menunjukkan daya tarik kuat pasar sekaligus perubahan selera penonton global. <a class="read-more" href="https://gokepri.com/the-devil-wears-prada-2-puncaki-box-office/" title="The Devil Wears Prada 2 Puncaki Box Office" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/the-devil-wears-prada-2-puncaki-box-office/">The Devil Wears Prada 2 Puncaki Box Office</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Film lama yang dihidupkan kembali menunjukkan daya tarik kuat pasar sekaligus perubahan selera penonton global.</strong></p>
<p><strong>LOS ANGELES (gokepri)</strong> — Sekuel The Devil Wears Prada memuncaki box office Amerika Serikat pada akhir pekan. Menandai kebangkitan waralaba lama di tengah kompetisi film global yang semakin ketat.</p>
<p>Dua dekade setelah film pertamanya dirilis, kelanjutan kisah dunia mode itu kembali menarik minat penonton. Film ini menempatkan karakter Andy Sachs yang kembali bekerja di bawah pemimpin redaksi majalah fesyen, Miranda Priestly, di tengah krisis industri media.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/aktor-jepang-puji-kualitas-produksi-film-indonesia/">Aktor Jepang Puji Kualitas Produksi Film Indonesia</a></strong></p>
<p>Dirilis 20th Century Fox dan disutradarai kembali oleh David Frankel, film tersebut meraih pendapatan sekitar 77 juta dollar AS di pasar Amerika Serikat dan Kanada, menurut data Exhibitor Relations.</p>
<p>“Ini pembukaan yang sangat kuat untuk drama komedi,” ujar analis Franchise Entertainment Research, David A. Gross. Ia menilai tema kekuasaan, citra, dan kesuksesan kini semakin relevan bagi penonton.</p>
<p>Aktris Meryl Streep kembali memerankan Miranda Priestly, karakter yang sebelumnya mengantarkannya meraih Golden Globe dan nominasi Oscar. Tokoh itu terinspirasi dari pemimpin redaksi Vogue, Anna Wintour.</p>
<p>Film ini juga menghadirkan kembali Anne Hathaway, Stanley Tucci, dan Emily Blunt, serta sejumlah aktor papan atas dalam peran tambahan.</p>
<p>Sementara itu, film Michael, biografi tentang Michael Jackson, turun ke posisi kedua dengan pendapatan 54 juta dollar AS. Film garapan Antoine Fuqua tersebut mengisahkan perjalanan karier Jackson dari bintang cilik hingga ikon pop dunia.</p>
<p>Dibintangi Jaafar Jackson, keponakan Michael Jackson, film ini telah meraih lebih dari 423 juta dollar AS secara global sejak dirilis.</p>
<p>Di posisi ketiga, The Super Mario Galaxy Movie mencatat pendapatan 12,1 juta dollar AS dan telah melampaui 400 juta dollar AS di pasar domestik. Secara global, film animasi ini mendekati 900 juta dollar AS.</p>
<p>Film Project Hail Mary berada di posisi keempat dengan tambahan 8,6 juta dollar AS. Film fiksi ilmiah yang dibintangi Ryan Gosling itu telah mengumpulkan lebih dari 625 juta dollar AS secara global.</p>
<p>Adapun posisi kelima ditempati film horor independen Hokum dengan pendapatan 6,4 juta dollar AS. Film produksi Irlandia tersebut mendapat respons positif dari kritikus dan penonton. AFP</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/orang-ikan-film-karya-mike-wiluan-tentang-kemanusiaan/">Orang Ikan, Film Karya Mike Wiluan tentang Kemanusiaan</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/the-devil-wears-prada-2-puncaki-box-office/">The Devil Wears Prada 2 Puncaki Box Office</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Ansar Ajak Warga Kepri Vote Meidra di Indonesian Idol 2026</title>
		<link>https://gokepri.com/gubernur-ansar-ajak-warga-kepri-vote-meidra-di-indonesian-idol-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 07:00:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=130174</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM (gokepri.com) &#8211; Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk <a class="read-more" href="https://gokepri.com/gubernur-ansar-ajak-warga-kepri-vote-meidra-di-indonesian-idol-2026/" title="Gubernur Ansar Ajak Warga Kepri Vote Meidra di Indonesian Idol 2026" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/gubernur-ansar-ajak-warga-kepri-vote-meidra-di-indonesian-idol-2026/">Gubernur Ansar Ajak Warga Kepri Vote Meidra di Indonesian Idol 2026</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BATAM (gokepri.com) &#8211; Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk memberikan dukungan penuh kepada salah satu putra-putri terbaik daerah yang tengah berjuang di ajang Indonesian Idol 2026 Season 14, yakni Meidra, peserta asal Kepulauan Riau.</p>
<p>Kompetisi Indonesian Idol musim ini semakin memanas, dengan masih tersisa 8 peserta yang berkompetisi di babak Spektakuler Show untuk memperebutkan gelar juara musim ini.</p>
<p>Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Ansar sebagai bentuk dukungan terhadap talenta muda Kepri yang mampu bersaing di tingkat nasional dan membawa nama baik daerah.</p>
<p>“Ini kesempatan bagi kita semua untuk menunjukkan bahwa Kepulauan Riau memiliki banyak anak muda berbakat. Mari kita dukung Meidra dengan memberikan vote,” ujar Ansar.</p>
<figure id="attachment_130175" aria-describedby="caption-attachment-130175" style="width: 450px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-130175 size-full" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-19-at-13.20.38.jpeg" alt="" width="450" height="675" /><figcaption id="caption-attachment-130175" class="wp-caption-text">(istimewa)</figcaption></figure>
<p>Gubernur Ansar menegaskan, dukungan terhadap generasi muda yang berprestasi merupakan hal penting agar Kepri terus melahirkan talenta-talenta unggul di berbagai bidang, khususnya seni dan hiburan.</p>
<p>Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam mendukung hal-hal positif seperti ini akan memberikan dampak besar bagi citra daerah di mata nasional.</p>
<p>“Jika masyarakat kompak mendukung, maka Kepri akan semakin dikenal luas di seluruh Indonesia, tidak hanya dari sisi wisata dan ekonomi, tetapi juga dari bidang seni dan prestasi anak mudanya,” tambahnya.</p>
<p>Gubernur Ansar juga mengajak masyarakat untuk terus mendorong semangat generasi muda agar berani tampil, percaya diri, dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p>Dengan dukungan penuh masyarakat Kepulauan Riau, diharapkan Meidra dapat melangkah jauh dalam kompetisi Indonesian Idol 2026 dan mengharumkan nama Kepri di kancah nasional. (r)</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/gubernur-ansar-ajak-warga-kepri-vote-meidra-di-indonesian-idol-2026/">Gubernur Ansar Ajak Warga Kepri Vote Meidra di Indonesian Idol 2026</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Maih</title>
		<link>https://gokepri.com/angguik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 13:36:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=129994</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cerpen: Fery Heriyanto Sejak dua tahun terakhir Maih jarang memberi kabar ke kakak-kakaknya. Biasanya, sekali <a class="read-more" href="https://gokepri.com/angguik/" title="Maih" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/angguik/">Maih</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cerpen: Fery Heriyanto</strong></p>
<p>Sejak dua tahun terakhir Maih jarang memberi kabar ke kakak-kakaknya. Biasanya, sekali sebulan dia pasti menelpon sekedar bertanya tentang keluarga di kampung. Namun, kini jarang. Sebelumnya, minimal sekali dua bulan dia berkirim sedikit uang jajan untuk ponakannya. Tapi akhir-akhir ini juga jarang dilakukannya.</p>
<p>Hal itu menjadi tanda tanya besar bagi keluarganya. Setiap ditelpon, dia mengatakan jika dirinya sehat-sehat. Akhir Ramadhan lalu, ketika ditanya apakah dia akan mudik, Maih mengatakan belum bisa pulang lebaran. Ini sudah menjadi tahun kedua dia tak berhari raya di kampung. Biasanya, hampir setiap tahun dia selalu berkumpul di rumah gadang keluarga.</p>
<p>&#8220;Apakah karena sering ditanya kapan menikah yang membuat dia malas pulang?&#8221; gumam kakaknya paling besar.</p>
<p>**</p>
<p>Diamnya Maih telah menjadi perbincangan di lingkungan keluarga.</p>
<p>“Kenapa <em>waang</em> jarang memberi kabar akhir-akhir ini?” tanya kakak lelakinya.</p>
<p>“Ndak apo-apo Awak, Da,” jawab Maih suatu kali ditelpon.</p>
<p>“Apa ada masalah? Ceritalah, mana tahu kami bisa bantu.”</p>
<p>“Nggak, Da, awak baik-baik saja,” balasnya.</p>
<p>Karena tak mendapat jawaban yang memuaskan, keluarga pun mencari informasi apa sebenarnya yang tengah menimpa pada adik bungsu mereka itu. Diperoleh informasi, dagang yang dijalaninya tengah lesu. Kabar yang didapat, kedai yang selama ini cukup ramai, sejak beberapa waktu terakhir sepi. Disisi lain, dia harus menyicil kredit yang lumayan banyak, termasuk harus membayar dagangan yang selama ini diambil dari orang.</p>
<p>“Kenapa dia tidak pernah bicara persoalan itu?” tanya kakaknya yang nomor tiga.</p>
<p>“Kau macam tak tahu karakter adikmu itu. Kalau kondisi senang, dia selalu berkabar ke keluarga. Tapi, saat susah, dia memilah diam,” ucap kakak tertuanya.</p>
<p>“Namun, tak elok juga dia diam seperti itu. Apakah masalahnya akan selesai dengan diam tanpa bicara ke kita?” timpal kakak laki-lakinya itu lagi.</p>
<p>“Sudahlah. Persoalan pasang surut berniaga, itu hal biasa. Kau beri semangat saja dia,” tambah kakak perempuannya itu.</p>
<p>**</p>
<p>Sekira sebulan lalu, diperoleh kabar jika Maih sudah menjual rumah dan kendaraanya di rantau. Diperoleh juga informasi jika dia berencana menutup tokonya. Cerita dari orang-orang sekitarnya, sejumlah utang-utang besar sudah dilunasi dari hasil penjualan rumah. Utang lain dijanjikan akan dicicil.</p>
<p>“Kalau sudah tak lagi memberikan hidup tanah rantaunya, suruh saja dia pulang. Rumah amak sudah lama tak dihuni,” kata kakaknya lain.</p>
<p>“Cobalah bicara pada dia. Mau tak dia pulang?”</p>
<p>“Kalau untuk berniaga di kampung, bisalah dia bantu-bantu dahulu di kedai. Nanti kalo sudah ada modal, bolehlah dia kembali ke rantau,” tambah kakaknya yang lain.</p>
<p>“Iya, kalo dia di kampung, rumah amak akan bisa terawat.”</p>
<p>**</p>
<p>Permintaan keluarga yang ingin Maih pulang ke kampung sampai juga ke telinganya.</p>
<p>“Apa yang akan awak kerjakan di kampung, Ni?</p>
<p>“<em>Waang</em> indak akan menganggur. Banyak kerjaan yang bisa dilakukan. Uda <em>waang</em> sudah minta untuk bantu-bantu dia di kedai. Trus, kebun yang di belakang rumah amak bisa <em>waang</em> kelola. Hasilnya, ambilah,” ucap kakak perempuannya.</p>
<p>“Dahulu amak sempat berpesan, kalo rantau <em>waang</em> tidak lagi memberi kehidupan, rumah amak dan kebun itu diberikan untuk <em>waang</em>.”</p>
<p>“Kini rumah amak sudah lama kosong. Kami sesekali saja ke sana. Kebun di belakang rumah sudah seperti rimba. Kalo <em>waang</em> di kampung, kami berharap rumah amak bisa dihuni dan kebun itu bisa dikelola.”</p>
<p>“Kami tak senang hati mendengar kondisi <em>waang</em> kini. Dahulu amak juga berpesan ke kami untuk selalu memperhatikan <em>waang</em>. Kini, kami minta <em>waang</em> pulanglah. Tak akan mengganggur <em>waang</em> di kampung. Percayalah.”</p>
<p>**</p>
<p>Usai komunikasi itu, Maih menimbang-nimbang saran yang diberikan keluarganya. Dia sadar, saat ini kondisinya sedang tidak baik. Hampir semua aset sudah terjual. Kini pun dia menyewa kamar di dekat tempat tinggal dahulu.</p>
<p>Dari diskusinya dengan sejumlah kawan-kawan sesama pedagang, ada yang menyarankan menerima tawaran untuk pulang kampung tersebut. Ada juga yang menawarkan untuk join berniaga. Dan ada juga yang menyarankan untuk mengganti usaha yang lain.</p>
<p>“Ni, setelah awak timbang-timbang, awak cobalah untuk pulang,” ucapnya pada kakaknya yang paling besar.</p>
<p>Keinginan Maih itu langsung tersebar ke seluruh keluarga. Semua menyambut positif.</p>
<p>“Kapan dia pulang, biar aku kirimkan ongkos,” ucap kakak lelakinya.</p>
<p>“Besok biarlah awak bantu bersihkan rumah amak. Biar saat dia pulang, rumah itu bersih dan nyaman,” ujar kakak perempuanya yang lain.</p>
<p>“Kalo dia sudah pulang, rumah amak pasti kembali semarak. Ponakannya pasti akan ada yang temani dia di sana,” ucap yang lain.</p>
<p>**</p>
<p>Malam itu, kakaknya tertua menyampaikan jika keluarga sudah menunggunya di kampung.</p>
<p>“Kami senang <em>waang</em> pulang.”</p>
<p>“Tak usah pula <em>waang</em> malu sama orang kampung. Ini bukan aib. Pasang surut berniaga itu hal lumrah. <em>Waang</em> pulang ke rumah keluarga besar,” ucap kakaknya itu lagi.</p>
<p>“Jangan pernah berpikir, apa yang terjadi pada <em>waang</em> kini, hanya <em>waang</em> yang merasakan. Tidak. Kami juga ikut merasakan,” tambahnya lagi.</p>
<p>Maih mendengar semua perkataan kakaknya itu.</p>
<p>“Terima kasih, Ni dan kakak yang lain. Awak sudah menyusahkan pikiran keluarga,” kata Maih.</p>
<p>“Tak ada yang disusahkan. Begitulah sesungguhnya beradik kakak,” ujar kakaknya melanjutnya.</p>
<p>“Kabari segera kapan <em>waang</em> akan pulang,” ucap kakaknya itu.</p>
<p>Beberapa hari setelah pembicaraan malam itu, sekitar pukul 04.02 dinihari, tiba-tiba Maih menelpon kakaknya itu kembali.</p>
<p>“Ada apa <em>waang</em> telpon pagi-pagi buta?” tanya kakaknya heran.</p>
<p>Maih terdiam sejenak.</p>
<p>“Ni, setelah awak pikir, indak usahlah awak pulang dahulu. Biarlah awak cari rantau yang baru,” ucapnya.</p>
<p>“Kenapa <em>waang</em>, Maih? Kemarin <em>waang</em> sudah sampaikan akan pulang kampung. Keluarga sudah senang. Kini berubah pula rencana <em>waang</em>.”</p>
<p>“Terima kasih perhatian semuanya, Ni. Awak merasa ikhtiar awak belum lagi seluruhnya awak keluarkan. Awak percaya, awak bisa bangkit seperti dahulu,” ucapnya.</p>
<p>“Jadi, awak mohon izin, biarlah awak cari daerah baru untuk merantau meskipun dimulai dari nol.”</p>
<p>Dia diam sejenak.</p>
<p>&#8220;Awak indak khawatir samo pandayuang patah, Ni. Soalnya sejak kecil badan ini sudah terbiasa dilamun ombak. Biarlah awak coba arungi rantau yang baru,&#8221; lanjutnya dari ujung telepon.</p>
<p>&#8220;Awak minta maaf tak jadi pulang. Bantu Uni sampaikan ke kakak yang lain. Doakan awak agar bisa seperti dahulu lagi,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Suasana hening sejenak.</p>
<p>&#8220;Iyalah, kalau begitu keinginan <em>waang</em>.”</p>
<p>“Maih, kampung kita terasa sepi karena banyak anak muda pergi merantau. Walaupun tidak semua berhasil, tapi, banyak pula dari mereka tidak mau pulang.”</p>
<p>“Pesan kami, jangan sampai marantau cino pulo <em>waang</em>. Selalulah berkirim kabar,&#8221; ucap kakaknya.</p>
<p>Usai percakapan itu, azan Subuh menggema dari Masjid. Maih mengambil pecinya dan melangkah pergi Shalat Subuh. *</p>
<p>Perumahan Cendana, 15 April 2026</p>
<p>NB: Waang (bahasa minang) = kamu (laki-laki)</p>
<p>*) Fery Heriyanto, Jurnalis di Kepri</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/angguik/">Maih</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pak Tricky</title>
		<link>https://gokepri.com/pak-tricky/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 08:15:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=129769</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cerpen: Fery Heriyanto Kami biasa menyapanya &#8216;Pak Tricky&#8217;. Dia begitu dekat dengan warga, baik tua, <a class="read-more" href="https://gokepri.com/pak-tricky/" title="Pak Tricky" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/pak-tricky/">Pak Tricky</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cerpen: Fery Heriyanto</strong></p>
<p>Kami biasa menyapanya &#8216;Pak Tricky&#8217;. Dia begitu dekat dengan warga, baik tua, muda, anak-anak, wanita, maupun pria. Pak Tricky suka menolong saat ada warga yang butuh bantuan. Setiap hari lelaki paroh baya itu melintas di jalan-jalan komplek perumahan. Pagi, biasanya dia sarapan di warung Mbak Ijah. Saat siang, dia ada di pangkalan ojek atau pangkalan taksi plat hitam di depan komplek perumahan. Sedangkan kalau malam, dia biasa ngopi di kedai Bang Ed. Atau, jika ada kawan, dia main domino di pos ronda bersama beberapa warga.</p>
<p>Pak Tricky sudah bermukim di komplek perumahan sebelum kami tinggal. Bahkan, menurut banyak warga, lelaki 50-an tahun itu, sudah tinggal sebelum perumahan dibangun. Konon, dulunya dia buruh saat perumahan dibangun. Lalu, ketika proyek selesai, dia tetap tinggal di gudang material bangunan di sudut komplek dekat parit besar. Karena lahan gudang itu diperuntukan untuk fasum, atas kesepakatan warga, Pak Tricky dibuatkan rumah kecil disitu, sekalian bisa membersihkan fasum dari semak dan rumput liar.</p>
<p>Meski kesehariannya lalu lalang di komplek perumahan, Pak Tricky dapat honor dari RT atas jasanya ikut membantu ronda. Tiap bulan kabarnya dia mendapatkan honor yang bisa untuk hidupnya sebulan. Selain itu, dia juga kadang dapat &#8220;tips&#8221; dari warga saat dia diminta membantu, apakah perbaiki atap rumah, mengecat rumah, potong rumput, dan lainnya. Tak jarang dia menolak tips yang diberikan warga. Alasanya, dengan diberinya dia rumah kecil di fasum itu, dia sudah merasa senang. Dengan diterimanya dia menjadi warga komplek perumahan, dia sudah sangat bahagia dan berterima kasih.</p>
<p>&#8220;Nggak usah repot-repot, Pak. Jika ada yang bisa saya bantu, akan saya kerjakan. Tak usahlah ada amplopnya,&#8221; ucapnya pada seorang warga saat diminta untuk mengecat pagar rumahnya yang sudah mulai pudar.</p>
<p>Namun begitu, warga yang memberikan tips juga ikhlas. Saat sudah dipaksa, mau tak mau Pak Tricky terima juga tips warga tersebut.</p>
<p>Tidak sedikit juga warga yang percaya pada dia. Misalnya, minta bantu bayarkan listrik, air, jemput anaknya pulang sekolah, dan menjaga rumahnya jika ada yang pulang kampung. Intinya, Pak Tricky ibarat menjadi &#8220;staf umum&#8221; jika di sebuah perusahaan. Apapun yang menjadi kebutuhan dan yang perlu dibantu untuk warga, dia siap.</p>
<p>**</p>
<p>Suatu hari, ada pemuda datang ke komplek perumahan. Dia bertanya apakah ada warga di perumahan kami yang bernama &#8220;Cohyo&#8221;. Seingat kami, tidak ada warga komplek yang bernama seperti yang ditanyakan itu. Saat ditanyakan lebih lanjut tentang &#8216;Cohyo&#8217;, pemuda itu tidak bisa menyebutkan secara utuh profil orang yang dicarinya itu. Sebab dia pun belum pernah bertemu orang yang dicarinya itu. Setelah saling bertanya sesama warga dan tidak mendapatkan nama yang dicari, pemuda itu pun pamit. Kami menganggap dia salah alamat.</p>
<p>Namun, beberapa hari kemudian, dia datang lagi dan menanyakan nama yang sama. Kali ini dia membawa foto yang sudah agak kabur. Namun, sayang foto tersebut tidak begitu jelas. Saat ditanya dari mana pemuda itu, dia menjawab bahwa dia mendapat tugas dari ayahnya mencari pamannya yang sudah lama tak pulang.</p>
<p>&#8220;Ayah saya mengatakan jika paman kami ini sudah tidak pernah pulang sejak 43 tahun lalu. Awal-awal dia merantau, dia sempat berkirim kabar pada kakek dan nenek kami, jika dia ada di kota ini,&#8221; ucap pemuda itu.</p>
<p>Lalu, lanjutnya, setelah beberapa tahun setelah itu, pamannya itu tidak pernah lagi berkirim kabar. &#8220;Komunikasi terputus,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dilihat dari penampilannya, pemuda itu tampak dari kalangan orang berstatus sosial tinggi. Sebab, penampilannya lumayan rapi, tutur katanya cukup baik. Dan dia datang dengan kendaraan yang terbilang mahal.</p>
<p>&#8220;Ketika kakek kami meninggal, paman itu tidak pulang. Selama ini, keluarga sudah mencoba mencari tahu keberadaan beliau, tapi tidak pernah bertemu,&#8221; ucapnya lagi.</p>
<p>&#8220;Sampai keluarga besar ayah berkesimpulan jika paman kami ini sudah meninggal. Dan sudah mengikhlaskan beliau,&#8221; terang pemuda itu lagi.</p>
<p>&#8220;Namun, dua bulan lalu, ada warga desa kami mengatakan jika dia pernah melihat paman kami di kota ini. Keluarga ayah bagai dapat petunjuk. Namun, sebagian masih ragu. Lalu, setelah berembuk, saya ditugaskan untuk mencari tahu. Jika memang paman kami ini sudah tiada, minimal kami ingin melihat pusaranya,&#8221; paparnya lagi.</p>
<p>Namun, warga yang bicara dengan pemuda itu tetap tidak bisa membantu. Setelah cukup lama berbincang, pemuda itu pun pamit. Tapi, dia sempat meninggalkan nomor kontaknya, jika ada petunjuk soal keberadaan pamannya, dia minta mohon dikabari.</p>
<p>**</p>
<p>Suatu malam, beberapa hari setelah pemuda itu berkunjung untuk kedua kalinya, saat minum bandrek di kedai Bang Ed, seorang warga menyampaikan kedatangan pemuda itu pada warga yang ada di situ.</p>
<p>&#8220;Siapa warga kita yang bernama &#8216;Cohyo&#8217;?&#8221; tanya seorang warga.</p>
<p>&#8220;Rasanya tak ada. Yang baru pindah kemarin itu pun bukan itu namanya,&#8221; timpal yang lain.</p>
<p>&#8220;Sepertinya pemuda itu ingin sekali jumpa pamannya,&#8221; balas yang lain.</p>
<p>Tiba-tiba Pak Tricky datang. &#8220;Pak Tricky tahu warga kita bernama &#8216;Cohyo&#8217;?&#8221;</p>
<p>&#8220;Cohyo?&#8221; tanya Pak Tricky agak kaget.</p>
<p>&#8220;Kok kaget, kenapa, Pak?&#8221; tanya warga yang lain.</p>
<p>&#8220;Nggak apa-apa. Ada apa ya, Pak?&#8221; balas Pak Tricky.</p>
<p>Lalu, seorang warga menceritakan kedatangan pemuda yang mencari pamannya. Setelah mendengar keterangan warga itu, Pak Tricky, terdiam. Beberapa saat kemudian dia berkata, &#8220;Mungkin yang dicari pemuda itu saya, Pak,&#8221; jawab Pak Tricky agak pelan.</p>
<p>&#8220;Memangnya Pak Tricky bernama &#8216;Cohyo&#8217;?&#8221; tanya yang lain.</p>
<p>&#8220;Ini dia ada meninggalkan nomor teleponnya. Cobalah telpon,&#8221; kata warga pada Pak Tricky. Setelah mendapat nomor pemuda itu, dia langsung menelponnya.</p>
<p>**</p>
<p>Besoknya, sekitar ba&#8217;da Ashar, Pak Tricky dan sejumlah warga berkumpul di rumah Ketua RT. Mereka tengah menunggu keluarga Pak Tricky yang akan tiba seusai komunikasi malam sebelumnya.</p>
<p>Sekitar 30 menit menunggu, mobil warna putih tiba. Pemuda yang datang dua kali itu turun bersama tiga lelaki paroh baya. Pak Tricky sangat terkejut. Begitu juga lelaki paroh baya yang baru tiba itu. Sejenak mereka saling berpandangan.</p>
<p>&#8220;Mas Cohyo&#8230;!&#8221; ucap seorang dari mereka yang langsung memeluk Pak Tricky.<br />
&#8220;Mas&#8230;Mas..lama mas tak pulang&#8230;!&#8221; ucap yang lainnya saling berangkulan. &#8220;Mas&#8230;rindu kami sama, Mas..&#8221; ucap mereka berurai air mata.</p>
<p>Beberapa saat mereka saling berangkulan dan menangis. Kemudian mereka saling bertatapan dan kembali berangkulan. Pak Tricky tak bisa menyembunyikan harunya. Kemudian warga mengajak tamu tersebut masuk ke rumah Ketua RT. Pak Tricky dan saudara-saudaranya seperti tidak mau dipisahkan. Mereka duduk berdekatan dan saling berpegangan tangan. Mata mereka masih basah oleh air mata.</p>
<p>&#8220;Alhamduillah, Mas..kami bisa bertemu lagi dengan Mas,&#8221; ucap yang agak muda.<br />
&#8220;Lama Mas tidak pulang..semua mencari mas&#8230;rindu kami sama mas&#8230;&#8221; ujarnya lagi.</p>
<p>Pak Tricky tampak tak percaya. Digenggam eratnya tangan saudara-saudaranya itu. Setelah beberapa saat, salah seorang dari tamu itu pun mulai bicara pada warga dan Ketua RT.</p>
<p>&#8220;Maaf, Bapak-Bapak&#8230;Beliau ini kakak kami. Beliau sudah merantau sejak masih remaja karena susahnya hidup di kampung,&#8221; terang lelaki yang berkaca mata.</p>
<p>&#8220;Sejak merantau, beliau tidak pernah pulang. Awal-awal ada berkirim kabar. Tapi, setelah itu, tidak ada lagi. Selama beliau tinggalkan rumah, kami merasa kehilangan. Sudah kami cari kemana-mana. Alhamdulillah, hari ini sudah kami jumpa,&#8221; papar yang lainnya.</p>
<p>&#8220;Maaf, apakah Pak Tricky bernama &#8216;Cohyo&#8217;?&#8221; tanya Ketua RT.</p>
<p>&#8220;Iya, Pak.. Di kampung dulu dan dalam keluarga, saya disapa &#8216;Cohyo&#8217;,&#8221; balas Pak Tricky.</p>
<p>&#8220;O..gitu. Tapi, kenapa disini dipanggil Pak Tricky?&#8221; tanya seorang warga.</p>
<p>&#8220;Nama lengkap saya Trio Cohyo Kyono. Lalu, oleh kawan-kawan dulu, saya disapa Tricky, diambil dari ujung-ujung nama saya. Nama itu melekat sampai sekarang,&#8221; jelas Pak Tricky tersenyum.</p>
<p>&#8220;Oooo..begitu&#8230;,&#8221; ucap warga berbarengan. Dan semua pun tertawa. ***</p>
<p>Perumahan Cendana, Batam Centre, 31 Januari 2019</p>
<p>*) Fery Heriyanto, Jurnalis di Kepri</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/pak-tricky/">Pak Tricky</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 20/105 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)

Served from: gokepri.com @ 2026-08-25 21:01:39 by W3 Total Cache
-->