Hasan Usulkan Lift di Pasar Encik Puan Perak, DPRD Minta Kaji Ulang

pasar encik puan perak
Gedung pasar baru Encik Puan Perak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 27 April. Foto: gokepri/Engesti Fedro

Tanjungpinang (gokepri.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang berencana memasang lift dan katrol untuk memudahkan pengangkutan barang dagangan ke lantai 2 dan 3 di Pasar Encik Puan Perak.

Hal itu diungkap oleh Pj Walikota Tanjungpinang, Hasan. Ia mengatakan, akan menganggarkan penggunaan lift dan katrol tersebut melalui APBD Kota Tanjungpinang.

“Terutama pasar di Blok A itu nanti kami rencanakan anggarannya. Semoga di APBD perubahan nanti bisa,” kata dia.

Baca Juga: 1.300 Kupon untuk Memancing Warga Belanja di Pasar Encik Puan Perak

Selain pakai katrol, Hasan juga mempertimbangkan permintaan masyarakat untuk dipasang lift. Namun untuk waktu dekat, Hasan akan mengupayakan menggunakan katrol.

“Setuju juga kalau pakai lift. Tapi itukan perlu biaya besar saya rasa, nanti kami coba hitung dulu,” ujarnya.

Sementara, Anggota DPRD Kepri Lis Darmansyah meminta Pemerintah Kota Tanjungpinang mengkaji ulang penggunaan lift di pasar Encik Puan Perak. Sebab, penggunaan lift di pasar tidak mudah.

“Saya jadi senyum-senyum katanya pasar mau dibuatkan lift. Tahu tidak bahwa konstruksi lift tidak sesederhana yang kita bayangkan,” kata dia.

Lis juga menyinggung soal biaya yang dianggarkan untuk pengadaan lift cukup besar. ia juga menilai Pemko Tanjungpinang asal memberikan klarifikasi kepada masyarakat.

“Belum lagi berapa cost lift yang danggarkan, berapa lift yang disediakan? Perlu kajian struktu. Belum lagi operasional yang sederhana saja berikan gratis kepada para pedagang atau kompensasi pembayaran hanya 30 persen saja,” kata dia

Sebelumnya, terkait Pasar Encik Puan Perak tersebut Pemerintah Kota Tanjungpinang memberikan peringatan tegas kepada para pedagang yang belum menempati pasar yang baru direnovasi tersebut, khususnya yang berada di Blok A lantai 2.

Peringatan itu dilayangkan karena sebanyak 198 pedagang yang terdaftar di area tersebut, baru diisi sekitar 50 pedagang saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN