Tanjungpinang (gokepri) – Harga tiket kapal feri Batam-Singapura menjulang hingga dua kali lipat sejak dua tahun lalu. Diduga ada praktik kartel yang melibatkan pengusaha.
Desakan datang dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Mereka meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk turun tangan menyikapi tarif kapal feri Batam-Singapura yang masih tinggi.
Harga tiket kapal feri Batam-Singapura saat ini mencapai Rp900 ribu per orang pulang-pergi (PP), naik dari sebelumnya Rp380 ribu. Kenaikan ini diberlakukan sejak Agustus 2022 dengan alasan naiknya harga BBM dan menurunnya faktor beban penumpang hingga 50 persen.
Baca Juga:
- Harga Tiket Ferry Batam-Singapura Naik, KPPU Selidiki Dugaan Kartel
- Respon Keluhan Tiket Batam Singapura yang Mahal, Sandiaga Uno Janji Segera Komunikasi dengan Pengelola Kapal
Ketua MTI Kepri Syaiful mengatakan, meski alasan tersebut dapat diterima saat kasus COVID-19 masih tinggi, namun setelah beban penumpang kapal stabil, tarif seharusnya diturunkan kembali.
“Jangan sampai perusahaan pelayaran meraih untung besar, sementara masyarakat dirugikan,” kata Syaiful di Tanjungpinang, Kamis 28 Maret 2024.
Syaiful membandingkan harga tiket kapal Batam-Singapura dengan kapal feri Batam-Malaysia yang jarak tempuhnya lebih jauh (90 menit), namun harga tiketnya hanya sekitar Rp540 ribu pulang-pergi.
“Kenaikan tiket kapal Batam-Malaysia itu hanya sekitar 25 persen. Kenaikan ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan Batam-Singapura,” ujarnya.
Oleh karena itu, MTI Kepri meminta Kemenhub untuk mengevaluasi kenaikan tarif kapal Batam-Singapura dan melakukan perhitungan tarif baru.
Selain MTI Kepri, pelaku pariwisata yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Dinas Pariwisata, bahkan DPRD Batam dan DPRD Provinsi Kepri, juga sudah lama mengusulkan agar tarif tiket kapal Batam-Singapura diturunkan.
“Tarif saat ini sangat memberatkan masyarakat dan berdampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam dan Kepri pada umumnya,” kata Syaiful.
Syaiful menduga ada permainan kartel oleh sekelompok pengusaha, sehingga tarif tiket kapal Batam-Singapura tak kunjung diturunkan.
Ia menyarankan agar Kemenhub menambah armada kapal Batam-Singapura untuk perusahaan nasional. Hal ini bertujuan agar ada persaingan sehat, sehingga dapat menjaga stabilitas tarif kapal.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan akan segera memanggil tiga operator kapal Batam-Singapura untuk mengonfirmasi alasan kenaikan tarif tiket kapal. “Tarif tiket kapal yang mahal dapat mengurangi intensitas kunjungan wisman ke Kepri, khususnya dari Singapura,” ujar Ansar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: ANTARA









