Respon Keluhan Tiket Batam Singapura yang Mahal, Sandiaga Uno Janji Segera Komunikasi dengan Pengelola Kapal

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Wisata Bakau Serip di N
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Wisata Bakau Serip di Nongsa. Foto : Romadi/Gokepri

Batam (gokepri.com) – Pariwisata Kepri khususnya Kota Batam terus didorong untuk bangkit seiring dengan melandainya jumlah kasus Covid-19. Pemerintah pusat pun terus memberikan perhatian.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Wisata Bakau Serip di Nongsa, Kota Batam.

Sandiaga sendiri sebelumnya sudah beberapa kali mengunjungi Batam dan Kepri. Dirinya mengaku ingin melihat secara langsung perkembangan pariwisata di kota yang berbatasan langsung dengan Singapura ini.

HBRL

“Sebagaimana kita ketahui Batam atau Kepri merupakan penyumbnag wisman terbanyak kedua setelah Bali. Tentu kami memberikan perhatian serius,” kata Sandiaga, Selasa 31 Mei 2022.

Usai dari Batam, Sandiaga melanjutkan kunjungan ke Singapura dengan menggunakan Kapal Feri. Kunjungannya ke negara tetangga tersebut untuk bertemu dengan Pemerintah Singapura dan membahas terkait pariwisata kedua negara.

Selain itu, mantan Wagub DKI Jakarta tersebut juga ingin mengetahui secara langsung terkait adanya keluhan harga tiket Kapal Feri Batam ke Singapura yang mahal. Pihaknya janji akan segera komunikasi dengan pengelola kapal.

“Hari ini saya ke Singapura, nanti saya pasti komunikasi dengan pengelola kapal kenapa mahal dan lainnya,” jelasnya.

Sementara, pada Desa Wisata Bakau Serip di Nongsa merupakan salah atau desa wisata yang menawan. Tak hanya itu, setelah dilihat secara langsung, kata Sandiaga, ada perputaran ekonomi di dalamnya.

“Saya sudah melihat sendiri bagaimana ekonomi kreatif ada di sini. Kita ciptakan kolaborasi, bagaimana anak-anak sekolah di Singapura saat musim libur bisa diajak mengunjungi Desa Wisata Bakau Serip,” ujarnya.

Ia mengapresiasi Batam di bawah pimpinan Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang terus membangkitkan sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19.

“Saya ucapkan selamat Desa Wisata Bakau Serip tembus 50 besar desa wisata terbaik 2022,” ucap Menteri.

Ia menyampaikan, setiap tahun Kemenparekraf menyelenggarakan 50 desa terbaik. Ia memastikan dewan juri sangat independen.

“Desa wisata ini merupakan rekreasi edukasi, konservasi. Harus ada paket pariwisata dari Malaysia dan Singapura. Ini bagian dari kebangkitan ekonomi dan pariwisata serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” katanya.

Saat kunjungan itu, Sandiaga melihat langsung pembuatan kerajinan tangan dari eceng gondok serta menanam mangrove bersama Rudi dan sejumlah pejabat di Kepri.

Penulis : Romadi

Pos terkait