Tanjungpinang (gokepri) – Harga cabai di pasar tradisional Bintan Center, Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan signifikan sejak tiga hari terakhir. Cabai merah yang sebelumnya dijual Rp58 ribu per kilogram, kini melonjak naik menjadi Rp90 ribu per kilogram.
Kenaikan serupa juga terjadi pada cabai hijau, dari Rp48 ribu per kilogram menjadi Rp68 ribu per kilogram. Cabai setan pun tak luput, harganya naik dari Rp72 ribu per kilogram menjadi Rp90 ribu per kilogram.
Wahyu, salah satu pedagang di Pasar Bintan Center, mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga cabai ini. Ia hanya mengetahui bahwa cabai yang dijualnya didatangkan dari pulau Jawa. “Sudah tiga hari ini naik. Rp90 ribu perkilo,” kata Wahyu, Senin 26 Februari 2024.
Baca Juga: Harga Cabai Merah dan Sejumlah Bahan Pangan Tetap Naik di Karimun
Akibat harga cabai yang tinggi, Wahyu terpaksa mengurangi pasokan cabai dari pengepul untuk mengurangi kerugian.
“Biasa satu kotak ini penuh, sekarang setengah saja. Masyarakat banyak beli cabai yang hampir busuk itu apalagi rumah makan padang biasanya,” kata dia.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan, naiknya harga cabai disebabkan oleh cuaca yang kurang mendukung, sehingga produksi cabai di beberapa wilayah terhambat.
“Ada gagal panen. Tapi nanti kami coba koordinasi dengan disperindag bagaimana solusinya,” kata Ansar.
Kenaikan harga cabai ini dikeluhkan oleh masyarakat. Ana, salah satu pembeli, mengatakan, dirinya terpaksa mengurangi pembelian cabai karena harganya yang mahal. “Harganya mahal sekali,” kata Ana. Masyarakat berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk mengatasi kenaikan harga cabai ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti Fedro








