Gunung Marapi Meletus, 28 Pendaki Masih Terjebak

Gunung marapi meletus
Gunung Marapi meletus Foto: X/BNPB

Batam (gokepri) – Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat meletus. Erupsi Gunung Marapi menyebabkan kolom abu setinggi 3.000 meter. Erupsi ini sempat menyebabkan 47 pendaki terdampak. Sebagian sudah berhasil turun tetapi 28 orang pendaki lainnya hingga Minggu petang (3/11/2023) masih dicari tahu keberadaannya.

“Dari data yang dihimpun Pusdalops BNPB sebanyak 19 pendaki sudah berhasil turun dan diselamatkan oleh tim gabungan. Artinya masih ada 28 pendaki yang belum berhasil turun,” dikutip dari akun X resmi BNPB yang diunggah pada Senin (4/11/2023).

Disebutkan sebelumnya bahwa menurut perkiraan sebenarnya ada sekitar 75 pendaki yang sedang naik Gunung Marapi. Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM merilis rekomendasi usai Gunung Marapi meletus pada Minggu petang (3/11/2023).

Baca Juga: Gunung Dukono di Maluku Utara Meletus

PVMBG menyebutkan bahwa tingkat aktivitas Gunung Marapi kini masih pada level II (Waspada). Oleh karena itu ada sejumlah rekomendasi dari PVMBG yakni:

1. Masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan/mendekati Marapi hingga radius 3 km dari kawah/puncak.

2. Masyarakat yang ada di sekitar Gunung Marapi diharapkan tenang tidak terpancing isu-isu tentang letusan hunung. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.

3. Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak abu vulkanik bagi kesehatan. Selain itu perlu mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.

4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi-Badan Geologi berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sumatera Barat, BPBD Kabupaten Agam, dan BPBD Kabupaten Tanah Datar dalam memberikan informasi tentang aktivitas Gunung Marapi.

5. Pemerintah Daerah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau melalui Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jalan Prof. Hazairin No.168 Bukit Tinggi untuk mendapatkan informasi tentang aktivitas Gunung Marapi.

6. Masyarakat maupun pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi G. Marapi melalui aplikasi/website MAGMA INDONESIA (Playstore/magma.esdm.go.id), sebagaimana dikutip dari rilis resmi PVMBG Kementerian ESDM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN