Gerilya Merger Raksasa Startup Asia

merger grab gojek
Mitra driver Gojek di Jakarta. (foto: Bisnis.com)

“Bahkan di tahun yang sulit seperti 2020, kami untung sebelum overhead, mencapai pemulihan 100%,” katanya seraya menambahkan bahwa Grab juga telah menjadi pemain pengiriman makanan teratas berdasarkan pendapatan di Indonesia, yang terkunci dalam persaingan ketat dengan Gojek.

Sumber mengatakan bahwa detail akhir kesepakatan tengah dikerjakan di antara para pemimpin paling senior di kedua perusahaan. CEO SoftBank Group Corp., yang merupakan investor utama Grab, Masayoshi Son, juga turut bergabung dalam pembicaraan tersebut.

Jika keduanya bergabung, salah satu pendiri Grab, Anthony Tan, akan menjadi CEO dari entitas merger tersebut, sementara eksekutif Gojek akan menjalankan bisnis gabungan baru di Indonesia di bawah nama Gojek.

HBRL

Pandemi ini adalah krisis pertama di kancah start-up Asia Tenggara yang telah berusia satu dekade di mana Grab telah muncul sebagai nama rumah tangga dan perusahaan paling berharga dengan valuasi lebih dari USD15 miliar.

Gojek diperkirakan bernilai USD10 miliar.

Sementara itu, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek enggan berkomentar mengenai perihal merger dengan perusahaan raksasa superapp asal Singapura, yakni Grab Holdings Inc.

“Kami tidak dapat menanggapi rumor yang beredar di pasar. Hal yang dapat kami sampaikan adalah fundamental bisnis Gojek semakin kuat termasuk di masa pandemi. Beberapa layanan perusahaan, bahkan telah mencatatkan kontribusi margin positif,” ujar Chief Corporate Affairs Nila Marita kepada Bisnis.com, Kamis (3/12/2020).

Ke depannya, lanjut Nila, Gojek terus memprioritaskan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna dan mitra di seluruh wilayah tempat perusahaan beroperasi. (can)

Sumber: Reuters, Bisnis.com, Bloomberg

|Baca Juga:

Pos terkait