BATAM (gokepri) — Warga Batam berkesempatan menyaksikan gerhana bulan total pada Selasa (3/3) petang. Fenomena ini mulai terlihat pukul 18.33 WIB dan berakhir sekitar pukul 21.24 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam menyebutkan, gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Pada posisi ini, bayangan Bumi sepenuhnya menutupi Bulan.
“Jika langit cerah dan tidak tertutup awan, masyarakat bisa melihat perubahan warna Bulan menjadi kemerahan saat fase puncak gerhana,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, saat dikonfirmasi di Batam.
Baca Juga: Fenomena Gerhana Bulan Total Terjadi 3 Maret 2026
Fenomena yang kerap disebut “blood moon” ini dapat diamati dengan mata telanjang tanpa alat bantu. Namun, penggunaan teropong atau teleskop akan membantu melihat detail permukaan Bulan lebih jelas.
“Gerhana bulan total bisa dilihat dari mana saja selama tidak terhalang awan,” ujarnya.
Selain menjadi peristiwa astronomi yang menarik, gerhana bulan yang berdekatan dengan fase Bulan Purnama pada 3 Maret 2026 juga berdampak pada dinamika pasang surut air laut. BMKG mencatat adanya potensi peningkatan ketinggian air laut maksimum yang dapat memicu banjir pesisir (rob) pada 25 Februari hingga 8 Maret 2026.
“Kami sudah menyampaikan peringatan potensi banjir rob sejak pekan lalu,” kata Suratman.
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, sejumlah wilayah pesisir di Kepulauan Riau berpotensi terdampak. Di Kota Batam, potensi rob antara lain terjadi di pesisir Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, dan Nongsa.
Selain itu, potensi serupa juga terdeteksi di pesisir Kabupaten Lingga (Singkep Barat, Singkep Pesisir, Senayang), Kabupaten Karimun (Kundur Barat, Karimun, Meral), serta Kabupaten Bintan (Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur).
Pasang maksimum ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan dan pesisir, mulai dari kegiatan bongkar muat, permukiman warga, hingga usaha tambak dan perikanan darat.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan, terutama saat waktu pasang tertinggi, serta rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG. ANTARA
Baca Juga: Gerhana Matahari Cincin Api Diprediksi Terjadi Jelang Ramadhan 1447 H
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







