Genose, Alat Pendeteksi Covid-19 Dipasang di Stasiun Kereta

Genose alat pendeteksi
Calon penumpang mengikuti instruksi penggunaan GeNose di Stasiun Yogyakarta, Rabu (3/2). Mulai 5/2,GeNose karya UGM resmi digunakan satu alat pemeriksaan kesehatan bagi penumpang kereta api. (Humas UGM)

Batam (gokepri.com) – Pemerintah memasang alat pendeteksi Covid-19 via pernapasan, GeNose, di stasiun kereta api demi mengatasi pandemi.

GeNose dikembangkan oleh Univesitas Gajah Mada (UGM) yang berfungsi untuk mendeteksi Covid-19 dengan pernapasan. Alat ini disebut punya akurasi hingga 95 persen.

Pengguna diharuskan menghembuskan napasnya ke dalam kantong dan hasilnya bisa keluar hanya dalam waktu dua menit.

HBRL

Tes lewat pernapasan ini serupa dengan SpiroNose, alat pendeteksi yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan teknologi di Belanda. SpiroNose akhirnya digunakan pemerintah Belanda untuk mempercepat pendeteksian Covid-19.

GeNose menjalani uji trial di rumah sakit di Yogyakarta pada Mei 2020 dan baru mendapat persetujuan untuk digunakan massal sekaligus distribusi pada Desember 2020.

|Baca Juga: GeNose Siap Dipasarkan, Tes Covid-19 Makin Cepat dan Murah

Yang membedakan GeNose, alat pendeteksi Covid-19 dari PCR swab tes dan rapid tes adalah cara tesnya. Rapid harus menggunakan darah.

“Cara tesnya sederhana sementara rapid tes agak sakit,” ujar Mugi Hartoyo, 59 tahun, penumpang kereta api di Jakarta, seperti dikutip dari Reuters.

GeNose, terjual dengan harga Rp68 juta. Alat ini juga dipasangkan hasil positif Covid-19 dari PCR.

“Alat ini mengadaptasi fungsi penciuman manusia sehingga mengenal bau. Untuk Covid-19, napas orang yang positif Covid-19 bisa terdeteksi,” ujar Kuwat Triyana, sosok dibalik tim pembuat GeNose.

Indonesia tercatat negara paling tinggi kasus positif Corona di Asia Tenggara dengan lebih dari 1,1 juta infeksi dan lebih dari 30.000 meninggal.

(Can)

Pos terkait