FLORES (gokepri.com) – Gempa susulan berkekuatan magnitudo (M) 5,0 mengguncang Flores, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tengah malam, kemarin (25/8).
“Guncangan terasa sekali. Kami lari dari rumah,” ujar Rikar, warga Manggarai Barat, Selasa (25/8/2026).
Gempa terjadi pukul 22.58.55 Wita. Guncangan terasa keras di sejumlah wilayah Flores, seperti Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur hingga Nagekeo.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut berada pada titik koordinat 7,97° LS; 120,75° BT. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer (km). Lokasinya 79 km timur laut Ruteng, Manggarai.
Rikar diketahui baru kembali ke rumah pada Selasa malam setelah mengungsi di tenda darurat beberapa hari terakhir. Namun, gempa susulan kembali membuat warga keluar dari rumah.
Gempa M 5,0 ini terjadi setelah gempa bumi dahsyat M 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus lalu. Hingga Selasa (25/8), jumlah korban meninggal tercatat mencapai 103 orang.
Sampai kini, gempa susulan yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 7.492 kejadian.
“Total gempa bumi susulan: 7492,” tulis BMKG dalam siaran persnya, Rabu (26/8/2026).
Data dari BMKG gempa susulan tercatat 6,2, sementara magnitudo terkecil 1,0.
Sejauh ini, total korban tewas akibat gempa di NTT mencapai 103 orang.
Korban meninggal di Manggarai berjumlah 41 orang, Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.
“Kami mendapat tambahan angka sebanyak 63 orang yang luka-luka sehingga total yang kami catat adalah sebesar 1.666 orang,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Selasa (25/8/2026). *
(sumber: detik.com)









