BATAM (gokepri) — Program Sekolah Rakyat disebut-sebut hanya akan berjalan lima tahun, seiring masa jabatan presiden. Menteri Sosial Saifullah Yusuf membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan, Sekolah Rakyat dirancang sebagai program jangka panjang dan tidak bergantung pada siklus politik.
“Kalau manfaatnya dirasakan masyarakat, pasti akan dilanjutkan siapa pun presidennya,” kata Saifullah Yusuf—akrab disapa Gus Ipul—di Batam, Selasa, 20 Januari 2025.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga paling tidak mampu yang selama ini sulit mengakses pendidikan berkualitas. Karena menyentuh persoalan mendasar, ia yakin keberlanjutannya tidak mudah dipatahkan oleh pergantian pemerintahan.
Baca Juga: Guru Sekolah Rakyat Wajib Lulusan PPG
“Ini bukan sekadar program. Ini upaya negara memastikan anak-anak dari keluarga miskin mendapat pendidikan yang layak dan bermutu,” ujarnya.
Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep pendidikan berasrama dan standar kualitas yang ketat. Mulai dari kurikulum hingga tenaga pengajar ditentukan secara selektif. Guru-guru yang mengajar diseleksi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan wajib lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Dalam pelaksanaannya, pemerintah pusat juga menggandeng pemerintah daerah. Bupati, wali kota, hingga gubernur dilibatkan untuk memastikan sekolah ini tepat sasaran, berdasarkan kondisi dan data sosial di wilayah masing-masing.
Hingga 2025, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan pembangunan gedung permanen secara bertahap, dengan rencana membangun 100 gedung baru setiap tahun melalui APBN. Saat ini, sebagian sekolah masih memanfaatkan gedung milik pemerintah pusat dan daerah.
Gus Ipul menegaskan, masa depan Sekolah Rakyat tidak ditentukan oleh lamanya satu pemerintahan berkuasa, melainkan oleh manfaat yang benar-benar dirasakan anak-anak dan keluarga penerima.
“Selama rakyat merasakan manfaatnya, Sekolah Rakyat akan terus berjalan,” katanya.
Meski begitu, keberlanjutan program ini tetap bergantung pada konsistensi anggaran, pengawasan, dan evaluasi agar tujuan menjangkau anak-anak paling rentan tidak melenceng di tengah jalan.
Baca Juga: Komdigi Dukung Sekolah Rakyat dengan Akses Internet Cerdas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






