Faktor Ramadan dan Idul Fitri Pengaruhi Kunjungan Wisman ke Kepri

Kunjungan wisman kepri 2023
Menparekraf Sandiaga Uno menyambut wisman perdana di Pelabuhan BBT Lagoi, Bintan, Senin (1/1/2024). Foto: Istimewa/Dispar Kepri

Tanjungpinang (gokepri) – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepulauan Riau (Kepri) pada Maret 2024 mencapai 135.491 kunjungan. Angka ini menunjukkan penurunan 6,42 persen dibandingkan Februari 2024, namun mengalami peningkatan 7,95 persen dibandingkan Maret 2023.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri Darwis Sitorus, penurunan pada Maret 2024 disebabkan oleh faktor musiman dan persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, di mana sebagian wisman menunda liburannya ke Kepri.

Baca Juga:

HBRL

“Bulan Maret itu momentum Ramadhan hingga menyambut Idul Fitri, sehingga mereka (wisman) mengurangi dulu jadwal perjalanan ke Kepri,” jelas Darwis.

Data BPS Kepri menunjukkan wisman yang berkunjung ke Kepri pada Maret 2024 didominasi oleh warga negara Singapura, dengan 71.975 kunjungan. Disusul oleh Malaysia (18.997 kunjungan), Tiongkok (6.802 kunjungan), India (4.966 kunjungan), Filipina (3.182 kunjungan), Inggris (1.798 kunjungan), Korea Selatan (1.689 kunjungan), dan Jepang (1.612 kunjungan).

Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengucap syukur karena pariwisata Kepri telah menunjukkan grafik peningkatan pada 2023 hingga awal 2024 setelah beberapa tahun terpuruk sebagai dampak wabah COVID-19.

Ia berharap pariwisata Kepri bisa terus meroket di 2024 sebagai salah satu penopang perekonomian daerah. Tahun ini, kunjungan wisman ditargetkan sebanyak tiga juta orang.

Ansar juga mengutarakan kunjungan wisman di Kepri tertinggi terjadi pada 2019, yang mencapai 2,9 juta kunjungan.

“Kita mesti mengejar itu kembali, dengan kerja sama semua pemangku kebijakan terkait, pasti bisa tercapai,” ujarnya.

Ansar turut menambahkan Pemprov Kepri telah mengusulkan penurunan tarif visa saat kedatangan (VoA) wisman ke pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan HAM. Usulan itu pun telah mendapat lampu hijau dari kementerian terkait dan tinggal menunggu persetujuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Kalau itu terwujud, saya yakin kunjungan wisman Kepri akan semakin meningkat, karena selama ini tarif VoA itu menjadi salah satu hambatan wisman berkunjung ke Kepri,” ucap Ansar.

Selain itu, Ansar pun meminta PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) selaku pengembang kawasan wisata terpadu Lagoi di Kabupaten Bintan untuk membuka pelayaran dari Johor, Malaysia menuju Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) yang ada di Lagoi.

Upaya itu dilakukan guna menarik lebih banyak kunjungan wisman Malaysia ke Kepri. Selama ini warga negara tetangga itu memang menjadi penyumbang kunjungan wisman terbesar kedua di Kepri, berada di bawah Singapura di peringkat pertama.

“Mungkin satu sampai dua trip saja dulu dalam satu hari, karena teman-teman di Johor meminta seperti itu. Ini mengingat perjalanan melalui Singapura ke Bintan memerlukan biaya perjalanan cukup mahal dan perjalanan yang panjang,” ucap Ansar.

Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News

Pos terkait