Empat Perusahaan Bersaing di Tender LRT Batam

Lelang LRT Batam
Ilustrasi LRT Batam. Foto: Dok. BP Batam

Batam (gokepri) – Empat perusahaan dari tiga negara tengah menyusun rancangan desain proyek Light Rail Transit (LRT) Batam. Proyek kereta ringan ini ditargetkan tuntas pada 2025.

Perkembangan proyek transportasi ini diungkap Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi, dikutip dari wawancara dengan Channel News Asia (CNA), Rabu 17 Mei 2023.

Rudi mengatakan ada empat perusahaan dari Singapura, Malaysia, Jerman, dan Indonesia yang menyusun proposal desain proyek LRT. BP Batam kemudian akan melaksanakan lelang. “Meski mereka yang mengusulkan ini, kami tetap akan melakukan proses lelang. (diperkirakan akan dimulai) pada bulan November,” katanya.

HBRL

Baca Juga: BP Batam Lelang Proyek LRT akhir 2023

Tahap pertama proyek akan memiliki panjang 11 kilometer dengan 16 stasiun yang direncanakan. “Kami ingin memulai dengan jalur yang menghubungkan bandara dan pusat kota Batam. Pada bulan Juli, kami akan memulai konstruksi Terminal 2 (Bandara Internasional Hang Nadim). Kami berencana membangun stasiun (LRT) di antara terminal yang ada dan terminal baru,” katanya.

Konstruksi sistem Light Rail Transit (LRT) yang diusulkan diperkirakan akan dimulai pada pertengahan 2024 kemudian ditargetkan selesai pada tahun 2025. “Lahan di Batam dikelola oleh Badan Pengembangan Batam sehingga kami dapat dengan cepat mengalokasikan lahan untuk proyek ini. Di tempat lain, bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk membebaskan lahan yang diperlukan untuk proyek apa pun,” ungkap Rudi. “Konstruksi itu sendiri akan dimulai pada pertengahan 2024. Kami berharap proyek ini selesai pada tahun 2025. Itu adalah target kami.”

Sebelumnya, Rudi, yang juga merupakan walikota Batam, mengumumkan rencana untuk membangun sistem transportasi massal LRT untuk mengurangi kemacetan dan membuat Batam menjadi kota modern.

Sistem LRT diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan penduduk Batam, terutama karena lebih banyak pekerja dan wisatawan diharapkan lebih ramai datang ke Batam. “Saat ini, satu-satunya transportasi umum yang kami miliki adalah bus. Saat ini sudah cukup untuk 1,2 juta penduduk Batam. Tapi kami harus memikirkan masa depan,” kata Rudi.

Dia mencatat populasi Batam saat ini adalah 1,24 juta, naik dari 1,22 juta tahun lalu. Dia menambahkan pula bahwa pertumbuhan kendaraan pribadi lebih cepat daripada pertumbuhan penduduk kota.

Menurutnya, lima kereta LRT berbentuk kapsul akan digabungkan untuk satu perjalanan. Satu kereta LRT dapat menampung 20 orang, dengan 10 orang duduk dan 10 orang berdiri. Kereta tersebut diperkirakan akan tergantung pada ketinggian sekitar 9 meter “Saya pikir ini desain yang unik. Ini tidak seperti LRT lainnya. Karena unik, ini bisa menjadi ikon Batam,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Pos terkait