BATAM (gokepri) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem peringatan dini cuaca ekstrem di Kepulauan Riau dengan membangun dua radar cuaca baru di Natuna dan Tanjungpinang. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya frekuensi badai dan hujan lebat di wilayah pesisir dalam beberapa tahun terakhir.
“Kepri baru memiliki satu radar cuaca di Batam. Akhir tahun ini akan dibangun satu lagi di Natuna, dan awal 2026 di Tanjungpinang,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam sekaligus Koordinator BMKG Kepri, Ramlan Djambak, Rabu lalu.
Radar di Natuna akan menggunakan teknologi S-Band buatan Jerman dengan jangkauan lebih dari 400 kilometer. Jenis ini mampu mendeteksi awan hujan dalam radius yang lebih luas dibanding radar X-Band di Batam yang hanya menjangkau sekitar 200 kilometer. Radar di Tanjungpinang juga menggunakan tipe serupa.
Menurut Ramlan, radar dengan cakupan lebih besar dibutuhkan karena Kepri memiliki pulau-pulau kecil yang tersebar di wilayah perbatasan hingga Laut Cina Selatan. “Radar ini bisa mengamati wilayah Natuna yang sebelumnya belum terpantau sistem di Batam,” ujarnya.
Keberadaan dua radar baru itu akan melengkapi sistem pengamatan cuaca BMKG yang selama ini mengandalkan satelit Himawari milik Jepang. Satelit berfungsi memantau atmosfer secara global, sedangkan radar bekerja secara real time—berotasi 360 derajat dan mendeteksi langsung potensi hujan.
“Dengan radar tambahan, peringatan dini cuaca ekstrem di Kepri bisa disampaikan lebih cepat kepada masyarakat dan instansi terkait. Ini penting untuk mitigasi bencana alam,” kata Ramlan.
Selain untuk keselamatan penerbangan dan pelayaran, data radar juga berguna bagi pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan dan pariwisata. “Informasi cuaca yang lebih cepat dan akurat membantu banyak sektor. Di Bali, misalnya, data itu digunakan untuk kegiatan selancar. Ke depan, potensi serupa bisa dikembangkan di Natuna,” ujarnya.
Ramlan menambahkan, BMKG juga sedang membangun radar gelombang tinggi di bagian timur Natuna. Radar ini mampu mendeteksi gelombang laut, arus, bahkan potensi tsunami. “Tujuannya sama: memperkuat sistem pemantauan dan kesiapsiagaan di wilayah maritim,” katanya. ANTARA
Baca Juga: Kenapa Cuaca Terasa Lebih Panas? Ini Penjelasan BMKG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









