Tujuannya tidak lain adalah untuk meminta keterangan kepada PT Moya Indonesia, selalu perusahaan swasta yang ditunjuk BP Batam untuk mengelola dan memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat Batam.
“Kita ingin Moya ini transparan, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tagihan air masyarakat bisa melonjak drastis,” katanya.
Utusan menegaskan ekonomi masyarakat saat ini sedang lesu akibat Covid-19, jangan sampai karena kesalahan PT Moya Indonesia malah menambah beban masyarakat yang sedang sulit seperti saat ini.
“Kami bukan mau cari panggung, tapi ini sudah menyangkut hidup masyarakat. Karena itu kami perlu mengambil sikap,” katanya.
(ARD).








