DP3AP2KB Batam Gencarkan Program KB untuk Pria

KB untuk Pria Batam
Sosialisasi tentang program KB untuk pria oleh DP3AP2KB dengan BKKBN di Kecamatan Batam Kota. Foto: DP3AP2KB Batam

Batam (gokepri.com) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam terus berupaya meningkatkan partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana (KB), khususnya untuk metode Medis Operasi Pria (MOP) atau vasektomi.

“Tahun ini, Batam diberi target 12 akseptor MOP oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), namun hingga Oktober, baru 8 orang yang berpartisipasi,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB DP3AP2KB Batam, Mutiara Ayu, Jumat 18 Oktober 2024.

Untuk mencapai target tersebut, DP3AP2KB telah mengintensifkan sosialisasi di berbagai kecamatan, termasuk Batam Kota, Lubuk Baja, dan Belakangpadang. Sosialisasi ini dilakukan pada bulan September dan Oktober dengan melibatkan kader-kader KB serta para pria yang sudah menjalani vasektomi.

HBRL

Baca Juga: 124.801 Anak di Batam Telah Diimunisasi Polio

“Beberapa pria mulai mendaftar setelah sosialisasi, meskipun jumlahnya belum signifikan, tapi ini awal yang baik,” ujar Mutiara.

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam mengajak kaum pria mengikuti MOP adalah stigma yang masih berkembang di masyarakat. Banyak pria masih beranggapan bahwa vasektomi akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam hubungan rumah tangga, padahal hal tersebut tidak benar.

“Untuk mengatasi hal ini, kami memberikan edukasi serta testimoni langsung dari akseptor MOP dan menyediakan layanan konseling bagi para suami selama program KB gratis,” tambah Mutiara.

Selain MOP, program KB lainnya juga memiliki target dari BKKBN. Misalnya, target untuk penggunaan IUD hampir terpenuhi dengan 1.500 akseptor, dan implant juga mencapai target yang sama. Namun, untuk metode operasi wanita (MOW), dari target 1.500 baru sekitar 700 wanita yang dilayani hingga saat ini.

Mutiara menekankan bahwa program KB tidak hanya bertujuan mengendalikan jumlah penduduk, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. Karena itu, keterlibatan pria dalam program KB menjadi sangat penting.

“Sosialisasi terus kami tingkatkan untuk memberikan pemahaman kepada para suami bahwa KB ini bukan hanya demi kepentingan istri, tetapi juga untuk kebaikan mereka dan keluarga,” kata dia. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait