Tanjungpinang (gokepri) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjungpinang, bersama SPBU PT Baintan Anugrah dan warga setempat akan menyelidiki penyebab sumur warga yang tercemar bensin di Gang Nila, Jalan Soekarno Hatta.
Kepala DLH Tanjungpinang Riono mengatakan, penyelidikan itu dilakukan untuk mengetahui sumber bahan bakar yang masuk ke sumur warga.
Dugaan sementara sumur warga itu tercemar bensin dari SPBU PT Baintan yang tak jauh dari perumahan warga.
Baca Juga: Sumur Warga di Jalan Soekarno Hatta Tanjungpinang Tercemar Bensin
“Kami bisa cek tapi tunggu tangki itu penuh dulu. Kalau tangki itu berkurang bahan bakarnya berarti ada kebocoran. Nanti kalau bunker minyak penuh baru bisa,” kata dia saat ditemui di Tanjungpinang, Jumat 3 November 2023.
Selama proses pemenuhan bunker minyak itu layanan akan dihentikan untuk sementara waktu.
“Nanti disegel dan disaksikan warga, RT, RW dan lainnya jadi tahu kalau ada kebocoran atau tidak,” kata dia.
Pihak SPBU juga akan membuat sumur pantau di area bunker minyak di lokasi. Tujuannya untuk meminimalisir kebocoran minyak ke tanah.
Selain itu, pihak SPBU juga akan membiayai pengecekan seluruh kualitas air yang ada di wilayah itu.
“Termasuk pengujian bahan bakar yang tercemar,” kata dia.
Sementara, pengawas SPBU PT Baintan Anugrah Bersama, Andi mengatakan pihaknya telah mengecek sumur pemantau, yang terletak di dekat tangki atau banker penyimpanan BBM.
Hasilnya, tidak terdapat sedikit pun BBM di dalam sumur pemantau tersebut. Menurutnya, sumur pemantau akan dipenuhi BBM, jika tangki mengalami kebocoran.
“Sumur pemantau itu untuk pengecekan disaat tangki kita bocor. Jadi minyak itu larinya ke sumur itu,” kata dia.
Selain itu, ia juga mengkalim bahwa tangki BBM kemungkinan tidak akan bocor, sebab dibuat dengan struktur beton yang tebal dan kokoh.
Andi mengaku, Pertamina bersama SPBU telah mendatangi sumur warga yang diduga dicemari oleh BBM. Namun, ia belum bisa memastikan jenis minyak yang ada di dalam sumur warga.
“Minyak semua, tidak ada air. Saya juga heran. Kalau jenis minyaknya kita harus menunggu pengecekan labor,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti








