Tanjungpinang (gokepri.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri mencatat sepanjang tahun 2024 mulai Januari hingga Mei 2024 terdapat 285 kasus demam beradarah dengue (DBD) di Kepri. Dari jumlah tersebut kasus terbanyak ada di Batam.
Kepala Dinkes Kepri Mohammad Bisri mengatakan di Batam terdapat 105 kasus DBD sepanjang 2024, lima orang di antaranya meninggal dunia.
“Sedangkan yang paling rendah itu di Kabupaten Anambas, ada 17 pasien DBD,” ungkap Bisri., Rabu 29 Mei 2024.
Baca Juga: Tiga Orang Suspect DBD di Tanjungpinang Sepanjang Januari
Jumlah kasus DBD di 2024 ini kata Bisri mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama di tahun 2023 yaitu sebanyak 352 kasus.
“Penurunan kasus ini menandakan masyarakat sudah makin tahu dan paham bahaya DBD serta bagaimana upaya menanggulanginya,” kata Bisri.
Penurunan ini kata Bisri juga dampak dari langkah antisipasi yang dilakukan Dinkes kabupaten/kota melalui sosialisasi yang masif. Meski kasusnya menurun namun Bisri tetap meminta masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan.
Bagi masyarakat yang menderita demam lebih dari tiga hari, ia juga menganjurkan untuk segera berobat ke fasilitas layanan kesehatan.
“Kalau positif demam, petugas dinkes dan puskesmas akan segera melakukan penyelidikan epidemiologi dan tindakan yang diperlukan. Salah satunya seperti fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk pemicu DBD,” kata dia.
DBD merupakan penyakit endemic atau senantiasa ada di lingkungan masyarakat, namun bisa dicegah dengan kesadaran bersama.
“Ketika terjadi kasus DBD, kecemasan keluarga jadi luar biasa, bahkan sesekali bisa menimbulkan kematian,” demikian Bisri.
Ia mengatakan dinkes dan jajarannya saat ini rutin memberikan informasi dan menyadarkan masyarakat untuk melakukan gerakan 3M Plus.
Ia menjelaskan 3M ialah menutup tempat penampung air supaya nyamuk tak bisa menempatkan telur, lalu menguras bak mandi secara berkala, serta mendaur ulang atau mengubur barang-barang bekas agar tidak bisa dimanfaatkan untuk genangan air.
Sementara Plusnya, antara lain tidak menggantung sembarangan pakaian di rumah, sebaliknya disimpan di lemari tertutup. Pakaian yang tergantung di ruang terbuka, menjadi tempat istirahat yang nyaman bagi nyamuk.
Kemudian, tempat keluar masuk nyamuk dipasang kawat pasar atau kelambu. Lalu, bisa pula menyimpan tanaman tertentu seperti serai dan lavender untuk mengusir nyamuk.
Sementara bagi rumah keluarga yang terdapat kolam, harus rutin dirawat dan diberi ikan yang bisa memakan jentik sehingga tak berkembang.
“Paling lama setiap seminggu atau tiga hari sekali bersihkan tempat-tempat genangan air yang ada di lingkungan rumah untuk mencegah nyamuk demam berdarah,” ucap Bisri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara








