TANJUNGPINANG (gokepri) — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang tengah pemasaran digital dan rebranding pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Strategi ini fokus pada kekayaan wisata sejarah dan heritage yang dimiliki daerah tersebut.
Kepala Disbudpar Tanjungpinang, Nazri, menyebut keunggulan wisata sejarah dan heritage ini tidak dimiliki daerah lain di sekitarnya dan harus terus dikembangkan. “Kami punya banyak cerita sejarah menarik dan autentik. Ini adalah warisan yang bisa kami angkat dan jadikan kekuatan bagi pariwisata Tanjungpinang,” kata Nazri di Tanjungpinang, Selasa (13/5/2025).
Dua langkah strategis ke depan adalah memperkuat digital marketing dan rebranding pariwisata. Salah satunya melibatkan kreator konten untuk mengangkat kekhasan Tanjungpinang, terutama nilai-nilai akulturasi budaya Melayu dan Tionghoa.
Contohnya adalah kisah pernikahan Kapitan Tik Sing, yang pernah dipentaskan dan menggambarkan perpaduan budaya tersebut. Kisah ini merupakan warisan sejarah yang telah hidup selama ratusan tahun, bukan ciptaan baru.
“Sejarah membuktikan Tanjungpinang memiliki kekuatan itu. Ini adalah potensi dan peluang yang harus kita garap, termasuk dalam hal rebranding dan pemasaran digital,” ujar Nazri. Ia menambahkan, meskipun kondisi ekonomi di Tanjungpinang sedang melambat, sektor pariwisata tetap memiliki potensi besar untuk mendorong perekonomian daerah. “Investasi pariwisata relatif kecil, namun dampaknya bisa luar biasa. Ini peluang yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Guntur Sakti, menjelaskan dukungan dari tingkat provinsi terkait upaya peningkatan kunjungan wisatawan. Kepri telah memperoleh fasilitas bebas visa kunjungan untuk pemegang Permanent Resident (PR) dan skema visa pendek selama tujuh hari. Saat ini, Gubernur Kepri Ansar Ahmad sedang berupaya memperluas skema bebas visa bagi lebih banyak entitas di Singapura.
“Ini peluang besar bagi industri pariwisata Kepri. Kita harus gencar mempromosikan, menyusun paket wisata menarik, dan meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Guntur.
Guntur juga menyebutkan, melalui Perpres Nomor 1 Tahun 2024, Tanjungpinang telah ditetapkan sebagai destinasi wisata bertema culture and heritage, yang secara resmi menggabungkan dua budaya besar, Melayu dan Tionghoa.
“Ini adalah peluang emas untuk Tanjungpinang melakukan rebranding dengan posisi sebagai destinasi wisata budaya dan heritage yang memadukan dua budaya besar tersebut,” kata Guntur. ANTARA
Baca Juga: Cak Imin: Pulau Penyengat Layak Jadi Destinasi Internasional
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









