Di Tanjungpinang Terdeteksi Lima Kasus Diabetes pada Anak

Diabetes anak
Ilustrasi makanan manis (Pixabay)

BATAM (gokepri) – Dinas Kesehatan Provinsi Kepri melaporkan bahwa ada lima kasus diabetes pada anak yang ditemukan di Tanjungpinang. Kelima anak berusia antara 1-14 tahun sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi Tanjungpinang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Moh Bisri, kasus diabetes pada anak ini dapat muncul karena berbagai faktor seperti keturunan dan pola hidup yang tidak sehat. Bisri menekankan pentingnya pengawasan dari orang tua dalam memperhatikan pola makan anak dan mengimbau agar mereka memperbanyak aktivitas di luar ruangan.

Bisri mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pemetaan kasus diabetes pada anak di seluruh Provinsi Kepri. Ia berharap jumlah kasus yang ditemukan tidak terlalu banyak dan meminta agar masyarakat menjaga gaya hidup sehat.

HBRL

“Untuk mencegah terjadinya kasus diabetes pada anak, kita harus memperhatikan pola hidup dan makan yang sehat,” ujar Bisri. “Orang tua harus lebih mengawasi dan memperbanyak aktivitas fisik bagi anak-anak mereka.”

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Provinsi Kepri akan terus melakukan pemetaan dan memantau perkembangan kasus diabetes pada anak di wilayah tersebut.

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 11,5 juta orang di Indonesia menderita diabetes pada tahun 2019. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun, dan menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat.

Diabetes adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi. Penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan pada organ lain. Oleh karena itu, pencegahan dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mengatasi masalah ini.

Pola hidup yang tidak sehat juga menjadi faktor risiko utama bagi terjadinya diabetes. Masyarakat yang cenderung mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan karbohidrat, serta kurang berolahraga, membuat mereka lebih rentan terkena diabetes. Kebiasaan buruk ini harus diubah agar dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: 

Penulis: Engesti

Pos terkait