Batam (gokepri.com) – Provinsi Kepri menduduki peringkat 12 dalam daftar provinsi dengan jumlah investasi asing atau PMA terbesar sepanjang 2021.
Berdasarkan data realisasi investasi PMA Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dirilis 27 Januari 2022, nilai investasi penanaman modal asing (PMA) di Kepri sebesar USD1,04 miliar atau setara Rp15 triliun dengan 992 proyek.
Sementara total PMDN yang mengalir di Kepri sebesar Rp9,7 triliun dengan 2.658 proyek. Kepri menduduk peringkat ke-14 dalam provinsi dengan investasi PMDN terbesar. Maka pada 2021, total investasi di Kepri baik dari PMDN maupun PMA mencapai Rp24,7 triliun.
Peringkat investasi Kepri ini turun dibanding 2020. Pada tahun 2020, Kepri menduduki peringkat ke-6 dengan realisasi investasi asing sebesar USD1,6 miliar atau setara Rp22,4 triliun yang mencakup 2.143 proyek.
Sementara sepanjang 2019 nilai investasi PMA di Kepri USD1,3 miliar atau senilai Rp18,2 triliun dengan 1.279 proyek.
10 Besar Provinsi
Jawa Barat masih menjadi tempat favorit investor asing pada tahun 2021 disusul dengan DKI Jakarta. Nilai PMA yang masuk ke Jawa Barat pada tahun 2021 mencapai USD5,2 miliar sementara DKI Jakarta sebear USD3,3 miliar.
Sementara itu, provinsi Maluku Utara menduduki peringkat ketiga dari sisi penanaman modal asing atau senilai USD2,82 miliar dalam 78 proyek.
Realisasi ini diikuti provinsi Sulawesi Tengah yang berada di peringkat empat dengan penanaman investasi asing mencapai USD2,71 miliar dalam 169 proyek.
Di bawah Sulawesi Tengah terdapat Banten di peringkat lima dengan nilai investasi USD2,19 miliar.
Di bawah Banten terdapat Riau di di posisi enam dengan nilai investasi USD1,91 miliar, Jawa Timur di nomor di peringkat tujuh dengan nilai investasi USD1,85 miliar, dan Sulawesi Tenggara di peringkat delapan dengan nilai investasi USD1,62 miliar.
Papua ada di peringkat sembilan dengan nilai inevstasi USD1,50 miliar dan Jawa Tengah ada di nomor peringkat 10 dengan nilai investasi USD1,48 miliar.
Masuknya Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Riau dalam daftar lokasi favorit untuk berinvestasi baik untuk pemodal lokal ataupun asing menjadi kabar gembira.
Pasalnya, investasi kini tidak lagi berpusat di Jawa tetapi bergeser ke wlayah Luar Jawa. Investasi yang ditanam di luar Jawa kini lebih besar dibandingkan di Jawa.
Total realisasi investasi di luar Jawa sepanjang tahun 2021 ini mencapai Rp468,2 triliun (52%). Sementara, realisasi investasi di Jawa pada periode yang sama tercatat sebesar Rp432,8 triliun (48%).
“Untuk sekarang kami bikin keadilan (investasi), jadi Indonesia-sentris. Tidak usah dibedakan (lokasi investasi) antar pulau. (Realisasi 2021) ini mencerminkan orang-orang di luar Pulau Jawa sudah ramah investasi,” kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual, Kamis 27 Januari 2022.
Bahlil mengumumkan capaian reliasasi investasi sepanjang tahun 2021, PMA berkontribusi sebesar Rp454 triliun (50,4%), tumbuh 10% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020 lalu. Sementara PMDN berkontribusi sebesar Rp447 triliun (49,6%) yang juga tumbuh 8,1% dibandingkan tahun 2020 lalu.
“Ini sentimen positif dari asing terhadap Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK). Tren ini harus kita jaga. Inilah buktinya bahwa UUCK sangat penting. Jika kita bisa pertahankan di 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa semakin membaik,” jelas Bahlil lagi.
Penulis: Candra Gunawan









