Natuna (gokepri.com) – TNI Angkatan Laut (AL) menggelar latihan peperangan laut dalam operasi siaga tempur dengan sandi ‘Siaga Segara 21’. Pelatihan yang digelar Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I ini dalam rangka kesiapan pengamanan dan penegakan kedaulatan di laut.
Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Krisno Utomo mengatakan, sesuai intruksi pemimpin agar jangan sampai ada pihak-pihak kapal asing melakukan pelanggaran kedaulatan di wilayah perairan Laut Natuna Utara.
“Instruksi bagi kami dari pemimpin dan Komando Atas sudah jelas, agar tidak membiarkan adanya kapal negara asing yang dapat menjadikan Laut Natuna Utara ini sebagai area konflik bagi kepentingan mereka,” tegasnya mengutip Dinas Penerangan TNI AL, Sabtu 27 November 2021.
Menurutnya, jajaran TNI Angkatan Laut selalu siaga mengamankan kedaulatan perairan Indonesia termasuk kedaulatan di laut wilayah Natuna Utara. Salah satunya dilakukan melalui latihan rutin sebagai bentuk kesiapsiagaan alutsista dan personel dalam usaha meningkatkan naluri tempur prajurit.
Latihan perang laut ini diharapkan mampu memberikan dampak penangkalan (detterent effect) bagi pihak-pihak yang mengganggu kedaulatan laut Indonesia terutama wilayah Barat. Dalam latihan ini melibatkan unsur-unsur KRI Malahayati-362, KRI Wiratno-379, KRI Multatuli-561 dan Pesud CN 235 P-8305.
Menurut Alumni AAL 1994 ini, wilayah laut Natuna Utara rawan terjadinya pelanggaran kedaulatan. Mengingat wilayah ini terhubung langsung dengan Laut China Selatan yang kerap terjadi konflik perselisihan atas kepemilikan oleh berbagai negara dan menjadi topik perdebatan dunia internasional. (wan)
Baca juga: Menko Mahfud Himpun Berbagai Persoalan di Daerah Perbatasan Natuna








