Karimun (gokepri.com) – Bupati Karimun Aunur meresmikan rumah Yayasan Keluarga Marga Zheng yang berada di kawasan Naga Mas, Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Karimun Jumat, 16 Desember 2022.
Peresmian rumah Marga Zheng Karimun tersebut dihadiri Sekda Karimun Muhammad Firmansyah dan anggota DPRD Karimun Fraksi Partai Golkar Herman Akham.
Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Pembina Yayasan Keluarga Zheng Karimun Samsi, Ketua PSMTI Karimun Hendrik Ho dan mantan Ketua PSMTI Eddy Asun serta Ketua PHRI Karimun Awan.

Ketua Yayasan Marga Zheng Karimun, Herman mengatakan, tujuan didirikan rumah atau gedung tersebut adalah untuk berkumpulnya seluruh keluarga besar Marga Zheng di Kabupaten Karimun.
“Rumah ini ibaratnya seperti rumah nenek atau rumah datok kami atau sebagai tempat kami berlindung. Rumah ini fungsinya untuk pertemuan, perkumpulan atau silaturahmi bagi Marga Zheng,” ujar Herman.
Herman menyebut, saat ini jumlah marga Zheng di Karimun yang resmi terdaftar lebih dari 300 orang.

Dikatakan, pembangunan gedung Yayasan Keluarga Marga Zheng Karimun dimulai sejak akhir 2019 lalu. Sementara, Yayasan Marga Zheng Karimun sendiri mulai terbentuk sejak 2006 silam.
“Harapan kami dengan dibangunnya gedung yayasan ini diharapkan seluruh keluarga besar Marga Zheng bisa tetap berkumpul sehingga terjalin kekuatan dan kekompakan diantara kami,” sebutnya.
Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Marga Zheng di Karimun.

“Saya melihat Marga Zheng memiliki rasa persaudaraan yang tinggi, sehingga para tokoh dan pemudanya bersatu hingga hari ini pembangunan gedung Yayasan Keluarga Marga Zheng dapat diwujudkan,” ujar Aunur Rafiq.
Aunur Rafiq juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Marga Zheng Karimun karena telah menciptakan situasi tenang dan damai serta hubungan kekeluargaan yang tinggi, baik sesama etnis maupun dengan suku lainnya di Karimun.
“Kepada pengurus PSMTI yang menaungi warga Tionghoa di Karimun saya juga berpesan agar kita sama-sama menjaga kampung kita ini, mari bersama pemerintah kita bersinergi untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Rafiq.

Dalam kesempatan itu, Aunur Rafiq juga meminta kepada pengusaha Karimun dari etnis Tionghoa yang telah sukses agar jangan membawa investasinya ke luar Karimun, karena daerah itu sangat menjanjikan.
“Batam memang besar, tapi tidak selamanya kota besar itu manis. Karimun memang kecil, tapi kadang di kota kecil ini kita bisa menggali tempat-tempat yang bisa dikembangkan,” ungkapnya.
Aunur Rafiq juga mengimbau kepada seluruh pengusaha asal Karimun yang telah sukses di Batam agar kembali ke daerah asalnya untuk bersama-sama membangun kampung tercinta.
Penulis: Ilfitra








