Jakarta (gokepri.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) lewat RUPLSB bulan depan akan meminta persetujuan untuk melakukan right issue atas 28,76 miliar saham baru.
Dengan jumlah itu, BRI berencana menjual 23,25 persen dari total ekuitas atau modal ditempatkan saat right issue.
Pemerintah, pemegang saham pengendali BRI sebesar 56,75 persen, akan berpartisipasi dalam rights issue dengan mengalihkan sahamnya di PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).
Pemerintah akan mengambil bagian atas seluruh Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMDTED) yang menjadi haknya dengan melakukan penyetoran modal selain uang (inbreng) atas saham dua perusahaan tersebut.
“Dilusi kepemilikan saham yang tidak mengambil bagian dalam rencana PMHMETD adalah sebanyak-banyaknya 18,86 persen dari porsi kepemilikannya,” tulis manajemen BRI dalam keterbukaan informasi.
Rencana penambahan modal BRI tersebut melalui skema rights issue dalam rangka pembentukan holding ultra mikro.
BRI akan menggelar rapat pemegang saham pada 22 Juli untuk meminta persetujuan atas transaksi tersebut.
Berdasarkan pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (15/6/2021), perseroan menjelaskan rapat tersebut dilaksanakan antara lain karena permintaan pemegang saham seri A Dwiwarna.
Berdasarkan pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (15/6/2021), perseroan menjelaskan rapat tersebut dilaksanakan antara lain karena permintaan pemegang saham seri A Dwiwarna.
Pemanggilan rapat akan dilakukan melalui situs Bursa dan KSEI pada 30 Juni 2021. Selanjutnya, pemegang saham yang berhak menghadiri dan memberikan suara dalam rapat yakni yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 29 Juni 2021 pukul 16.15 WIB.
Pemegang saham dapat mengusulkan mata acara rapat yang diberikan secara tertulis kepada direksi perseroan paling lambat 23 Juni 2021.
Harga saham untuk penjualan hak tersebut belum diumumkan. Saham BRI masing-masing diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia senilai Rp4.230 pada Selasa 15 Juni 2021.
Namun berdasarkan laporan Harian Bisnis Indonesia, dalam rencana aksi tersebut, BRI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 28,67 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp50 per saham atau mewakili sebanyak-banyaknya 23,25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Berdasarkan posisi keuangan perusahaan pada 31 Maret, entitas gabungan dari Pegadaian, PNM dan BRI akan memiliki total aset Rp1.515 triliun dan pendapatan bersih gabungan sebesar Rp8 triliun. Sedang BRI sendiri memilillki total aset sebesar Rp1.411 triliun hingga akhir Maret dan laba bersih Rp7 triliun. (Can/reuters/Bisnis.com)
|Baca Juga:









