BRI Caplok Pegadaian dan PNM, Jangkauan Pembiayaan Kian Luas

bri pegadaian
Pelayanan di BRI baru-baru ini. (Foto: BRI)

Batam (Gokepri.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. akan mengakuisisi dua lembaga pembiayaan pelat merah Pegadaian dan PNM dan membentuk holding ultramikro. Menkeu Sri Mulyani menjamin holding ini memperkuat bisnis masing-masing perusahaan.

PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. (BBRI) melakukan right issue guna memasukkan PT Pegadaian (persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM ke dalam bank spesialis usaha mikro kecil dan menengah itu. Dengan demikian BRI menjadi induk usaha BUMN ultra mikro.

Setelah aksi korporasi dilakukan, maka kepemilikan BBRI di Pegadaian dan PNM akan meningkat menjadi 99,9 persen. Sedangkan pemerintah akan memiliki 1 lembar saham yakni saham seri A dwiwarna. Sedangkan 99,9 persen saham yang dimiliki BRI atas dua perusahaan spesialis nasabah UKM ini merupakan seri B.

HBRL

Pemerintah memiliki saham 56,75% di BRI, sementara Pegadaian dan PNM murni milik pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan skema ini maka penggabungan tidak akan berdampak negatif bagi bisnis ketiga perusahaan. Skema holding juga memastikan tidak adanya kanibalisme bisnis antar perusahaan negara ini di lapangan.

“Ini adalah sinergi dari tiga bisnis model yang saling melengkapi, bukan saling kanibal atau saling me-merge,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (8/2/2021).

Dia memastikan eksistensi PNM dan Pegadaian akan terjaga dan bisnis kedua perusahaan ini tak akan sepenuhnya dicaplok BRI. Sri Mulyani berkata keberadaan holding justru memperkuat bisnis masing-masing perusahaan, terlebih karena adanya kekuatan eksisting BRI sebagai bank dengan jaringan luas dan kemampuan besar dalam mengumpulkan dana murah.

Berdasarkan perhitungan Kemenkeu, pasca holding BUMN untuk UMi terbentuk maka jumlah aset BRI akan bertambah sebesar 1,5 persen. Kemudian, kemampuan ketiga perusahaan juga akan lebih besar untuk menjangkau hingga 29 juta pelaku usaha UMi dan UMKM yang selama ini belum terlayani lembaga keuangan formal (unbankable).

Dalam rapat terpisah dengan DPR< Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan kepada Komisi XI aksi bisnis BRI membantu memangkas biaya operasional Pegadaian dan meningkatkan jangkauan pembiayaan hingga area terpencil di Indonesia.

Adapun rencana bisnis ini masih menunggu persetujuan DPR.

Hingga September, total aset Pegadaian mencapai RP70,8 triiliun dan PNM sekitar Rp26,45 triliun. Sedangkan BRI adalah bamk penyalur kredit dengan aset terbesar di Indonesia.

Sepanjang tahun pandemi 2020, pendapatan bersih BRI tercatat sebesar Rp18,66 triliun atau turun 45,78% dari tahun sebelumnya. Asetnya mencapai Rp1.511 triliun.

Rencana bisnis BRI dengan Pegadaian dan PNM sudah terdengar sejak tahun lalu ketika Menteri BUMN Erick Thohir mencari opsi sinergi antara tiga perusahaan ini.

(can)

|Baca Juga: Berburu Bank di Indonesia, Ronde Kedua Sumitomo Mitsui setelah Gagal Beli Permata

Pos terkait