Batam (gokepri.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam diminta serius dalam membuka tender atau lelang pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.
Anggota DPRD Kepri, Yudi Kurnain mengatakan selaku regulator BP Batam harus trasparan dalam mencari perusahaan yang akan menjadi operator. Baik itu operator ditingkat hulu ataupun ditingkat hilir.
“Pada dasarnya masyarakat ingin pengelolaan air itu harus lebih baik dari yang sebelumnya. Kalau selama ini sudah baik tentu harus lebih baik lagi ke depannya,” kata Yudi, Selasa (14/9/2021).
Yudi juga mengatakan informasi yang diterimanya kontrak PT Moya Indonesia yang saat ini mengelola SPAM di Batam akan berakhir pada Oktober 2021 mendatang. Karena itu BP Batam tentunya harus segera memulai proses lelang.
Sebab, dikhawatirkan sisa waktu yang hanya satu bulan ini nantinya malah berdampak terhadap layanan kepada masyarakat. BP Batam harus segera memutuskan siapa yang akan mengelola SPAM dalam jangka panjang.
“Supaya beberapa pemasalahan yang selama ini dikeluhkan masyarakat juga dapat segera diselesaikan,” katanya.
Diberikatakan sebelumnya, hasil prakualifikasi lelang kerjasama operasi dan pemeliharaan SPAM dipastikan gagal. Kepastian itu setelah panitia lelang menyampaikan pengumuman terkait hal tersebut.
Dengan demikian proses prakualifikasi, baik di hulu ataupun hilir dihentikan dan semua keputusan yang telah diambil pada proses prakualifikasi dibatalkan dan tidak berlaku lagi.
(ard)
| Baca Juga : ATB Ingin Prakualifikasi SPAM Kedua Berjalan Objektif









