BATAM (gokepri) — Puluhan pelaku UMKM dan 30 komunitas lari serta pesepeda meramaikan kawasan Nagoya, Minggu (1/3/2026). BP Batam mendorong New Nagoya menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru melalui penataan kawasan terpadu.
Kegiatan bertajuk Komunitas Gathering itu digelar bersama Nagoya Citywalk. Peserta mengikuti Fun Walk sejauh 3 kilometer dan Gowes Santai 7 kilometer, lalu berbuka puasa bersama dalam suasana Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra melepas peserta dari garis start di Nagoya Citywalk. Kegiatan ini menjadi bagian promosi Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas New Nagoya.
Baca Juga: New Nagoya, Menghidupkan Kembali Denyut Ekonomi Batam
Amsakar mengatakan, New Nagoya disiapkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih tertata dan kompetitif. Kawasan ini selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa di Batam, namun menghadapi tantangan kepadatan, infrastruktur, dan kualitas ruang publik.
Menurut dia, BP Batam menargetkan peningkatan konektivitas dan infrastruktur dasar, termasuk pembenahan sistem drainase dan jalur pedestrian yang lebih aman bagi pejalan kaki dan wisatawan. Penataan kawasan perdagangan serta penguatan UMKM juga menjadi fokus agar aktivitas ekonomi dan budaya kembali hidup.
“New Nagoya tidak hanya pusat bisnis. Kawasan ini harus menjadi ruang publik yang nyaman dan produktif bagi masyarakat,” kata Amsakar.
Li Claudia Chandra menilai komunitas memegang peran penting dalam menghidupkan kawasan. Kehadiran komunitas olahraga, menurut dia, menunjukkan ruang publik dapat menjadi titik temu aktivitas ekonomi dan gaya hidup sehat.
“Pembangunan fisik saja tidak cukup. Partisipasi masyarakat menentukan apakah kawasan ini benar-benar hidup,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Dr. Suryatmoko dari Komunitas Omahan Runners. Ia menilai penyediaan jalur pedestrian dan infrastruktur ramah pesepeda akan mendorong warga lebih aktif bergerak.
“Kalau fasilitasnya aman dan nyaman, komunitas akan rutin berkegiatan di sini. Dampaknya bukan hanya kesehatan, tapi juga ekonomi sekitar,” katanya.
Turut hadir Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, Kepala Kejaksaan Negeri Batam I Wayan Wiradarma, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono, Owner Nagoya Citywalk Suhendro Gautama, serta jajaran BP Batam.
Baca Juga: Festival Nagoya Dongkrak UMKM, Perputaran Uang Tembus Rp1 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






