BATAM (gokepri.com) – BP Batam berikan tiga solusi suplai air bersih. Solusi itu diharapkan dapat mengatasi permasalahan air bersih yang dikeluhkan warga Batam di beberapa lokasi baru-baru ini.
Solusi tersebut berupa tiga program yaitu program quick win, program reguler dan pembangunan terpadu lima tahun yang akan dilaksanakan secara bertahap.
Direktur Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM), Memet E. Rachmat menjelaskan solusi yang ditawarkan pada program jangka pendek atau quick win sebagai berikut:
Pada Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Duriangkang akan dilakukan re-rating atau optimalisasi kapasitas IPA sesuai dengan desain awal sehingga dapat menambahkan ketersediaan air sebesar 250 lpd pada area suplai Batu Besar dan Batuaji.
Pembangunan IPA baru di Duriangkang dengan kapasitas 400 lpd, pada area suplai Kabil-Nongsa dan Batam Kota pada akhir tahun 2023
Kemudian penguatan pipa di beberapa titik pelayanan Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan Jaringan Distribusi Baru (JDB), seperti pipa di downstream Duriangkang sebesar 800 mm, dan pembangunan pipa di beberapa titik jalan Batuaji, Kabil, Nongsa dan Sukajadi.
Pembangunan Inline Booster Pump (IBP) di jaringan distribusi dengan kapasitas 250 lpd di Simpang Basecamp untuk dapat mendukung penyelesaian aliran air di Daerah Batuaji-Tanjunguncang.
Pembangunan IPA Muka Kuning Tahap 2 berkapasitas 350 lpd (pembangunan sudah mulai dilakukan, pembangunan WTP dan perkuatan jaringan pipa Mukakuning-Sukajadi)
Desalinasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di untuk kebutuhan Tanjung Uncang dan Dapur 12 dan Nongsa.
Pengadaan truk tangki air sebanyak 5 unit dengan kapasitas 5.000 liter
Memet mengatakan, program Quick Win tersebut diharapkan mampu menyelesaikan sebagian persoalan distribusi air di stress area secara efisien dan efektif.
“Programnya sudah direncanakan sejak November 2022, tapi pelaksanaannya akan dimulai pada Januari 2023 dan dijadwalkan terus berlangsung selama enam bulan ke depan hingga Juni 2023,” ujar Memet.
Agar proses suplai air pada program Quick Win terlaksana secara optimal, dicanangkan program reguler berupa pemasangan pipa-pipa baru yang tersebar di beberapa wilayah.
Dampak dari pemasangan pipa ini akan meningkatkan jumlah pelayanan pada wilayah Tanjunguncang, Batuaji, Sei Lekop, Nongsa, Batu Besar, Batam Center, Tanjunguma, Baloi, dan sebagian wilayah Bengkong.
Dari program ini diperkirakan mampu menambah waktu aliran air, antara 1-2 jam hingga 4-5 jam.
“Untuk program reguler akan dilaksanakan bersamaan dengan Quick Win. Perbedaannya adalah masa pengerjaannya lebih panjang, diperkirakan rampung pada akhir tahun 2023,” jelas Memet.
Program Reguler merupakan bagian dari program pembangunan terpadu lima tahun dalam rangka mengantisipasi perkembangan pembangunan dalam 15 tahun, program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap selama kurang lebih 5 tahun.
Diantaranya dengan melakukan peremajaan watermeter, perkuatan jaringan pipa eksisting, sehingga perkuatan pipa-pipa baru akan terus dilakukan hingga tahun 2028, di samping program pemeliharaan lainnya terus dilakukan.
Memet menyebut ntuk melakukan ini seluruh program ini, dibutuhkan dana kurang lebih Rp4,5 triliun.
Selain itu, untuk memperkuat ketahanan air di Kota Batam, BP Batam sementara mengkaji penambahan waduk baru untuk memenuhi kebutuhan air di Kota Batam.
“BP Batam akan terus berupaya penuh menjalankan semua program ini sesuai dengan target pelaksanaan, kami juga memohon dukungan dari semua pihak agar seluruh proses berjalan lancar sehingga distribusi air bersih di Batam dapat terselenggara maksimal,” harapnya.
Baca Juga: Air Tak Mengalir Tapi Biaya Membengkak, Ini Kontak untuk Melapor
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Eri









