Bisnis Hotel di Batam: Okupansi Melonjak Signifikan

Bisnis Hotel di Batam
Salah satu hotel Best Western di dunia. (Foto: istimewa)

Batam (gokepri.com) – Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Kota Batam melonjak signifikan sejak dua bulan terakhir. Diprediksi terus ramai setelah syarat PCR maupun antigen untuk turis dicabut.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam Muhammad Mansyur mengungkapkan dari data yang ia peroleh, tingkat okupansi mencapai 80 persen sejak bulan lalu.

Meski dinilai belum signifikan, ia yakin bisnis hotel terus bergeliat terlebih aturan bebas PCR dan antigen ditiadakan sehingga memudahkan turis asing berlibur ke Batam.

“Bulan lalu ada sekitar 1.600 orang lebih yang ke Batam. Ada perubahan,” kata Mansyur saat dihubungi Senin 23 Mei 2022.

Mengenai faktor yang mendorong naiknya okupansi Restoran dan Hotel ini dirinya menilai aturan berwisata dari pemerintah yang sudah mulai longgar jadi salah satu faktornya.

Meski belum signifikan, katanya ini merupakan hal baik. Walaupun wisatawan asing ke Batam terutama Singapura masih belum banyak.

“Masih didominasi wisnus. Wisman ada tapi kunjungan mereka ke Batam ini kan kebanyakan untuk bisnis atau berkunjung bersama keluarga,” kata dia.

PHRI berharap kondisi seperti ini bisa terus dijaga agar pekerja pariwisata bisa hidup kembali. Selain itu, dirinya meminta agar pemerintah melakukan terobosan untuk meningkatkan kunjungan orang ke Batam dan Kepri.

“Harga tiket juga masih mahal. Kalau sudah ada aturan dilonggarkan ya kalau bisa harga tiket harus turun,” kata dia.

Mansyur juga berharap kondisi Pandemi covid-19 bisa beralih ke endemi sehingga bisa berimbas pada pertumbuhan ekonomi.

“Kalo ke endemi kami rasa bisa berimbas kepada hunian hotel saat ekonomi mulai membaik,” katanya.

Data tingkat okupansi hotel yang tinggi sejalan dengan data kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam setidaknya sepanjang awal 2022. Pada bulan Maret saja, berdasarkan data BPS ada 995 kunjungan wisman atau naik 202 persen dibanding Februari 2022 dan 186 persen dibanding Maret 2021.

Sepanjang Januari-Maret 2022, jumlah kunjungan wisman ke Batam sebanyak 1.564 kunjungan atau melonjak 104 persen dibanding periode Januari-Maret 2021.

Berdasarkan data BPS juga, tingkat penghunian kamar hotel di Kepri hanya 35,72 persen atau naik 5,72 persen dibanding Maret 2021 yang sebesar 27,01 persen.

Penulis: Engesti

Pos terkait