BIB Ingin Pengembangan Terminal 2 Bandara Bebas Isu Politik

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Pikri Ilham Kurniansyah. Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Pikri Ilham Kurniansyah mengungkapkan, pihaknya ingin pengembangan terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam bebas dari isu politik.

Saat ini BIB sudah mengantongi izin pengembangan Terminal 2 Bandara Hang Nadim. Desain yang dibuat juga sudah disetujui pihak investor, namun groundbreaking ceremony atau peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya proyek masih belum dilakukan.

Pikri mengatakan pihaknya masih berdiskusi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, pemegang saham hingga Kementerian Perekonomian.

Baca Juga: CEO IIAC Hag Jae Lee Kunjungi Bandara Hang Nadim Batam

“Jadi ini yang terus kami matangkan tanggal baiknya, hari baiknya. Apalagi juga kita tidak ingin kegiatan ini bernuansa politis. Jangan sampai dianggap groundbreaking ini adalah bagian daripada politik tertentu atau identitas tertentu, ini yang kami jaga terus suasananya,” kata Pikri di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa, 27 November 2023.

Pikri menjelaskan pengembangan terminal bandara telah memasuki progres yang lebih positif, khususnya terminal 2.

Desain pengembangan terminal 2 yang sudah ditetapkan disetujui semua pihak termasuk CEO Incheon International Airport Corporation (IIAC), Hag Jae Lee yang telah berkunjung ke Bandara Hang Nadim, pada Rabu, (22/11/2023).

PT BIB saat ini masih menyelesaikan detail desain terminal 2 sehingga bisa segera merombak kargo terminal lama.

“Karena kargo terminal lama ini tempat pembangunan terminal dua, jadi izin dari kementerian saya kira sudah didapat untuk men-demolish (menghancurkan-red) kargo terminal lama ini dan segera akan kita pindah ke terminal baru lalu dan selanjutnya kita melakukan groundbreaking di terminal 2 itu,” kata Pikri.

Pikri menjelaskan setelah terminal 2 jadi, pelayanan domestik juga akan dipindah, dan terminal 1 akan diperbaharui lagi. Dalam pengembangannya, di Bandara Hang Nadim Batam akan menambah sampai sepuluh tempat parkir baru termasuk garbarata.

“Mayoritas untuk internasional sebenarnya itu, jadi terminal dua ini untuk internasional dan juga kita gunakan untuk full service airlines sedangkan terminal satu nanti lebih ke LCC (Low Cost Carrier) airlines,” katanya.

Ia mengatakan pengembangan terminal 1 saat ini sudah dilakukan tapi diakuinya memang tak bisa cepat selesai karena bandara tetap digunakan untuk operasional.

“Kalau yang terminal 1 ini April sudah selesai semua,” lanjutnya.

Penyesuaian Desain Terminal Bandara Hang Nadim

Pikri menjelaskan dengan kondisi curah hujan yang tinggi di Kota Batam, pihaknya telah melakukan penyesuaian desain terminal agar tetap aman dalam kondisi apapun, termasuk curah hujan yang tinggi.

Ditambah, umur bandara yang telah mencapai 30 tahun tidak mampu menampung hujan dengan curah yang tinggi. Pikri mengatakan, atap-atap usang bandara tak sanggup lagi menampung derasnya air hujan yang datang seperti air bah.

“Sehingga redesign perubahan model atap akan dilakukan terutama talang-talangnya. Ini talang-talangnya itu daya tampungnya besar tapi talangnya kecil itu yang terjadi kemarin, meluap,” kata Pikri.

“Kemarin sudah mulai kami minta, dibongkarnya bertahap, karena ini kalau kita bongkar hujan tiba-tiba bocor,” lanjutnya.

Penyesuaian desain juga akan dilakukan di terminal 2 yang akan dibangun. Desain terminal 2 yang baru awalnya adalah atap seribu kubah, sampai setelah dipelajari, dengan alasan yang sama kondisi Batam bila hujan deras tidak mungkin bisa lepas dari kebocoran maka atap seribu kubah itu diubah menjadi lebih datar.

“Ini salah satu contohnya kita menyesuaikan desain-desain ini dengan kondisi terakhir di Batam ini, curah hujan pendek satu jam tapi tingkatnya mengerikan,” kata Pikri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

BAGIKAN