BI Kepri Dorong Pesantren Bangun Jaringan Bisnis Sendiri

Pesantren di kepri
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Rony Widijarto membuka Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 di One Batam Mall, Batam, Rabu (4/3). FOTO: DISKOMINFO KEPRI

BATAM (gokepri) — Pondok pesantren di Kepulauan Riau mulai membangun jaringan usaha sendiri. Dari cabai hingga jasa laundry, transaksi antarpesantren didorong untuk memperkuat kemandirian ekonomi.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kepulauan Riau mendorong pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga memiliki usaha yang saling terhubung dalam jaringan perdagangan antar pesantren.

Kepala KPw BI Kepri Rony Widijarto mengatakan program tersebut bertujuan memperkuat ekonomi syariah sekaligus meningkatkan kemandirian lembaga pendidikan Islam. “Selama ini ekonomi konvensional yang dominan. Kami ingin ekonomi syariah juga tumbuh. Salah satunya dengan mendorong pesantren menjadi lembaga yang mandiri secara ekonomi,” kata Rony di Batam, Rabu (4/3).

HBRL

Baca Juga: Pegadaian Koordinasi 23 BUMN, Bangun PLTS dan Air Bersih di Pesantren Batam

Menurut dia, konsep yang dikembangkan adalah membangun jaringan bisnis antar pesantren melalui Himpunan Bisnis Pesantren (Hebitren). Dari 59 pesantren yang terdata di Kepulauan Riau, sekitar 14 pesantren mulai aktif dalam tahap awal program tersebut.

Dalam skema ini, pesantren saling memasok kebutuhan komoditas maupun jasa dengan harga yang lebih bersaing dibandingkan pasar umum. “Pesantren saling beli komoditas. Misalnya ada yang memproduksi cabai merah, lalu pesantren lain membutuhkan cabai, mereka bisa membeli dari pesantren tersebut. Begitu juga komoditas lain seperti semangka, jasa laundry, hingga daging bebek,” ujar Rony.

Kesepakatan kerja sama antar pesantren ditandatangani dalam pembukaan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026. Beberapa kerja sama yang disepakati antara lain Ponpes Al Gontory Batam dengan Al Himmah Karimun untuk komoditas cabai merah, Ponpes Imam Syafiie Batam dengan Al Kautsar Tanjungpinang untuk cabai merah dan cabai hijau, serta Al Gontory Batam dengan Wali Songo Batam untuk komoditas bebek pedaging.

Secara keseluruhan terdapat 10 kerja sama antar pesantren yang ditandatangani dalam program tersebut, dengan dukungan bantuan mencapai Rp1,4 miliar.

Rony menjelaskan setiap pesantren dalam jaringan tersebut didorong memiliki unit usaha yang dapat saling menopang. “Kami ingin pesantren mandiri terlebih dahulu. Setelah itu berkembang menjadi kemandirian Hebitren. Jika sudah kuat, produk pesantren bisa dipasarkan lebih luas kepada masyarakat,” katanya.

Untuk mendukung pengembangan usaha pesantren, BI Kepri juga menyiapkan bantuan sarana prasarana serta program pelatihan bagi pengelola usaha pesantren.

Selain itu, pengurus pesantren berkesempatan mengikuti studi banding ke pesantren lain yang telah memiliki usaha lebih maju.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah tersebut.

Menurut dia, kegiatan Kepulauan Riau Ramadhan Fair menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga lebih inklusif. ANTARA

Baca Juga: Potensi Menjanjikan Pulau Belakang Padang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait