Padang (gokepri.com) – Marawa Beach Club (MBC) yang berada di kawasan Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat menjadi perbincangan warga sejak diresmikan, Sabtu, 7 Mei 2022 lalu.
Bukan hanya soal keindahan lokasinya, namun belakangan warga lebih banyak membicarakan harga makanan di restoran milik presenter Raffi Ahmad tersebut.
Salah seorang warganet, Fatih Frederik Samuel Sinambela memposting foto tagihan makanan dan minuman di Marawa Beach Club.
Unggahan akun itu, menampilkan tagihan biaya makan di beach club tersebut mencapai Rp1,2 juta.
Pemilik akun tersebut lantas merasa bahwa harga makanan dan minuman tersebut dinilai sangat mahal.
Biaya itu telah mencakup air mineral, es teh dan lainnya. Sementara untuk makanan yakni nasi goreng, burger dan makanan western lainnya.
Selain membayar sejumlah makanan dan minuman, dalam foto tersebut konsumen juga harus membayar pajak dan layanan sebesar 18 persen.
Unggahan itu kemudian tersebar dan dibagikan oleh akun gosip di Instagram.
Tak sedikit netizen kemudian memberikan komentar negatif atas postingan tersebut.
Netizen menilai bahwa harga tersebut dinilai wajar dan termasuk murah untuk sebuah beach club.
“Wajar sih beach club, target pengunjungnya kan menengah ke atas!,” tulis @ker**.
“Target marketnya bukan Anda,” tulis @yoh***.
“Mau murah ke warung aja,” tulis @vani**.
“Di jakarta banyak yang lebih mahal kalii,” tulis @zaki**.
“Standar ko segitu mah,” tulis @zul***.
Sementara, pengamat pariwisata asal Sumbar Yulnofrins Napilus menyebut kalau harga yang ditawarkan di Marawa Beach Club masih standar dan sangat jauh berbeda dengan hotel bintang 5.
“Di Bali, kalau makan kita pasti cari tempat yang sesuai kantong. Kalau di hotel bintang 5, ya pasti harganya selangit. Air mineral aja sebotol bisa Rp 25 ribu,” tulis Nofrins -sapaan akrab Yulnofrins Napilus, dalam grup itu.
Ia pun menilai, Sumbar sangat bersyukur bisa mendapatkan investasi kelas bintang 5. “Semakin banyak orang berkantong tebal yang datang ke Sumbar, akan makin banyak uang “tercecer” di Sumbar. Bukan cuma di Marawa itu saja pitih tingga (uang tertinggal, Red),” cermatnya.
sumber: dbs









