Batam Lahan Basah Pusat Data, Telkom-Etisalat Rogoh Rp1,5 Triliun

Batam Pusat Data Telkom
Nongsa Digital Park. (foto: istimewa)

Batam (gokepri.com) – Telkom Indonesia dan Etisalat Group berencana membangun pusat data elektronik di Nongsa, Kota Batam. Menyiapkan dana jumbo Rp1,5 triiun.

Perusahaan telekomunikasi pelat merah itu dan perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Uni Emirat Arab (UAE) akan berinvestasi hingga USD100 juta atau setara Rp1,5 triliun.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan di laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, investasi tersebut akan dilakukan di Nongsa Digital Park, Batam, kompleks mirip-mirip Sillicon Valley.

“Etisalat dari Uni Emirat Arab, Etisalat, dan Telkom berencana berinvestasi hingga USD100 juta untuk membangun data center di Nongsa Digital Park,” kata Kementerian Koordinator Perekonomian RI pekan lalu.

Batam adalah kota terbesar di Kepulauan Riau dan terletak dekat dengan Singapura, di seberang Selat Singapura.

Nongsa Digital Park dikembangkan oleh Citramas Group telah diberikan status zona ekonomi khusus (KEK), yang memberikan tarif pajak yang menguntungkan bagi investor.

Nongsa Digital Park telah ditetapkan sebagai KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) melalui PP No.68 Tahun 2021. Saat ini, kawasan tersebut memiliki 160 perusahaan dengan 1.000 pekerja yang berasal dari perusahaan lokal maupun perusahaan asing.

Kawasan tersebut diresmikan pada Maret 2018 lalu dan menjadi proyek utama yang dipergunakan sebagai hub digital antara Indonesia dan Singapura.

Pemerintah menargetkan pembangunan pusat data dari 150MW menjadi 400MW di taman seluas 166,54 hektare itu.

Direktur eksekutif senior Nongsa Digital Park Marco Bardelli sebelumnya mengatakan sekitar 20 perusahaan pusat data sedang mencari untuk membangun fasilitas di taman, yang telah mengalokasikan sekitar 25 hektare untuk pusat data. Perusahaan Singapura Data Center First dilaporkan telah membeli 2,75 hektare lahan di taman untuk membangun beberapa pusat data untuk klien.

Telkom membuka fasilitas neuCentrIX 29-rack di Ulin, Banjarmasin, pada Mei lalu, telah membangun 18 fasilitas neuCentrIX di 13 kota di seluruh Indonesia, termasuk satu di Batam. Etisalat mengumumkan pusat data grosir baru di Kalba, UEA, pada bulan Mei.

Untuk diketahui, Etisalat Group merupakan perusahaan telekomunikasi yang berkantor pusat di Abu Dhabi. Perusahaan ini beroperasi di 16 negara di Timur Tengah, Asia dan Afrika.

Hingga akhir tahun lalu perusahaan ini memiliki pendapatan konsolidasi sebesar AED 51,7 miliar (Rp 204,11 triliun, asumsi kurs Rp 3.948/AED) dan laba bersih konsolidasi sebesar AED 9 miliar (Rp 35,53 triliun).

Sementara itu, Telkom per Maret 2021 tercatat laba sebesar Rp 6,01 triliun. Laba bersih tersebut tercatat mengalami kenaikan 2,59% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 5,86 triliun.

Pada periode 3 bulan pertama di tahun ini, Telkom membukukan pendapatan senilai Rp33,94 triliun.

Perusahaan Hong Kong

Selain Telkom dan Etisalat, perusahaan ekuitas swasta real estate Gaw Capital Partners telah membentuk perusahaan pusat data baru dan akan mengembangkan fasilitas di Batam, Indonesia.

Gaw yang berbasis di Hong Kong telah membentuk usaha patungan baru dengan veteran industri Wong Ka Vin yang disebut Data Center First Pte Ltd., yang akan mengembangkan kampus pusat data di Nongsa Digital Park.

“Saya senang bisa bekerja sama dengan Ka Vin dan tim profesionalnya dalam menciptakan platform operasi pusat data ini,” kata Kenneth Gaw, Presiden & Managing Principal Gaw Capital Partners, dilansir dari datacenterdynamics.com.

“Ini menandakan tonggak penting dalam pertumbuhan Gaw Capital Partners di industri pusat data, sebuah industri yang memungkinkan peluang transformasi digital bagi organisasi secara global untuk terus tumbuh.

“Kami berencana untuk mengembangkan platform pusat data regional kami dengan cepat melalui kombinasi beberapa aset dan akuisisi platform dan kemitraan kami dengan Data Center First adalah langkah pertama dalam pelaksanaan strategi ini.”

Wong sebelumnya memegang peran di i-STT, Neustar, Equinix, CSF Group, dan 1-Net. Rincian kampus yang direncanakan DCF tidak dibagikan, tetapi Wong baru-baru ini mengatakan kepada Straits Time bahwa perusahaannya telah membeli 2,75 hektar lahan di taman Nongsa untuk membangun beberapa pusat data.

Operator data center generasi berikutnya akan membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana mengeksploitasi teknologi M&E dan TI dalam kombinasi untuk menciptakan pengalaman layanan yang lebih efektif dan berharga bagi pelanggan kami, ”kata Wong Ka Vin. “Data Center First akan mengikuti tren terbaru dan memberikan pengalaman industri terdepan di pasar untuk klien kami.”

JV ini menandai investasi pusat data pertama Gaw di Asia di luar China. Gaw sebelumnya telah mengumpulkan USD1,3 miliar untuk dana pusat data yang berfokus pada China dan berinvestasi dalam fasilitas seluas 300.000 kaki persegi (27.900 meter persegi) di luar Shanghai. Kedua perusahaan mengatakan mereka juga akan mengembangkan proyek pusat data lebih lanjut di Asia Tenggara dan sekitarnya. (Can)

|Baca Juga: Bahlil Ungkap Rencana Microsoft Bangun Pusat Data di Indonesia

BAGIKAN