Batam Buka 20 Ribu Lowongan Kerja di 2025

lowongan kerja batam
Foto: Telkom

BATAM (gokepri) – Peluang kerja di Batam diprediksi akan semakin terbuka lebar pada 2025. Dinas Tenaga Kerja Kota Batam menargetkan 18 ribu pencari kerja (pencaker) dapat ditempatkan di berbagai perusahaan sepanjang tahun ini.

“Berdasarkan analisis, diperkirakan ada 20 ribu lowongan kerja yang tersedia di Batam pada 2025. Dari jumlah tersebut, kami menargetkan penempatan 18 ribu pencaker,” ujar Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, mengutip ANTARA, Selasa 21 Januari 2025.

Target ini meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2024, Disnaker Batam menargetkan 10 ribu penempatan dari 12 ribu lowongan kerja. Namun, realisasinya justru melampaui target, dengan penempatan sebanyak 17.583 orang. Capaian ini menjadi pendorong bagi Disnaker untuk terus meningkatkan target penempatan tenaga kerja, terutama menghadapi tantangan baru di 2025.

HBRL

Meskipun target meningkat, Rudi mengakui ada tantangan yang dihadapi pencari kerja, seperti lowongan kerja yang kurang diminati dan kasus penundaan atau pembatalan penempatan. Untuk mengatasi hal ini, Disnaker Batam mendorong perusahaan untuk memanfaatkan aplikasi pencarian kerja yang telah disediakan, seperti Simnaker Batam dan SIAPKerja di tingkat nasional.

Aplikasi ini diharapkan mempermudah pencari kerja menemukan lowongan yang sesuai dengan kualifikasi mereka. “Kami berharap pada 2025 ada tambahan minimal 250 perusahaan yang menggunakan aplikasi pencarian kerja kami. Tahun lalu, kami mencatat ada 241 perusahaan. Jadi, semoga ada peningkatan,” kata Rudi.

Sebagai upaya mendukung pencari kerja, Disnaker Batam juga akan menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penempatan Tenaga Kerja pada 5 Februari 2025. Sosialisasi ini akan mengundang 700 perusahaan untuk mendukung penggunaan aplikasi daring dalam pemasangan lowongan pekerjaan. Langkah ini diharapkan menciptakan transparansi dan efisiensi dalam proses rekrutmen, sehingga menguntungkan bagi pencari kerja.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Disnaker Batam untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kualitas dan kuantitas penempatan tenaga kerja.

Angka Pengangguran di Batam

Jumlah pengangguran di Kota Batam berangsur turun sejak periode pandemi Covid-19. Jumlahnya pun turun dibanding sebelum pandemi pada 2019.

Jumlah pengangguran di Batam pada 2023 mencapai 52.203 orang. Pada 2020 ketika pandemi, jumlah penganggur merangkak naik ke 87.903 orang. Puncaknya pada 2021, jumlah pengangguran mencapai 94.384 orang. Namun jumlahnya berangsur menurun. Pada 2022 jumlah penganggur turun menjadi 81.121 orang sampai akhirnya turun signifikan pada 2023 menjadi 52.203 orang. Jumlah ini pun turun dibandingkan sebelum pandemi. Pada 2019, jumlah pengangguran di Batam sebanyak 57.602 orang.

Pasar kerja di Kota Batam menunjukkan sinyal positif bagi para pencari kerja. Berdasarkan data terbaru BPS Batam, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kota industri ini mengalami penurunan per Agustus 2024. Data yang dihimpun menunjukkan jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) di Batam mencapai 940,72 ribu orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus 2024 tercatat sebesar 69,83 persen.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar, yaitu 656,92 ribu orang (69,83 persen), termasuk dalam angkatan kerja. Sementara itu, 283,80 ribu orang lainnya tergolong bukan angkatan kerja.

Komposisi angkatan kerja pada Agustus 2024 menunjukkan bahwa 606,49 ribu orang bekerja, sedangkan 50,43 ribu orang masih menganggur. Artinya, meskipun partisipasi angkatan kerja tinggi, masih ada sebagian yang belum mendapatkan pekerjaan. Angka ini memberikan gambaran tentang tantangan yang dihadapi para pencari kerja di Batam.

Kabar baiknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2024 sebesar 7,68 persen, turun 0,46 persen poin dibandingkan Agustus 2023. Artinya, semakin banyak angkatan kerja di Batam yang terserap ke dalam lapangan pekerjaan.

Sektor jasa masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, dengan porsi 57,22 persen. Diikuti oleh sektor manufaktur yang menyerap 41,33 persen tenaga kerja. Sementara itu, sektor pertanian menyerap porsi terkecil, yaitu 1,45 persen tenaga kerja. Data ini menunjukkan bahwa perekonomian Batam masih didominasi oleh sektor industri dan jasa. Mayoritas pekerja, yaitu 72,03 persen, bekerja pada kegiatan formal.

Baca Juga:
Apple Buka Lowongan Kerja Urus Syarat Jual iPhone di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait