Bangun Ekosistem Basket, Perbasi Kepri Fokus Regenerasi Wasit

Ketua Perbasi Kepri
Ketua Umum PERBASI Kepri, Suhadi, memberikan keterangan saat membuka Penataran Wasit Tingkat C dan B2 di GOR Hi-Test Arena, Batam, Senin (10/11/2025). GOKEPRI/ENGESTI FEDRO

BATAM (gokepri) – Penataran wasit bola basket tingkat C dan B2 digelar PERBASI Kepri di Batam. Kegiatan ini diikuti 45 peserta dari seluruh daerah.

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Provinsi Kepulauan Riau menggelar penataran wasit di GOR Hi-Test Arena, Perumahan Goldenland, Batam Centre, pada 7–10 November 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) perwasitan sebagai bagian dari pembinaan ekosistem bola basket di Kepri.

Ketua Umum PERBASI Kepri, Suhadi, mengatakan penataran ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Musyawarah Daerah Provinsi (MusdaProv) yang mendorong peningkatan keterampilan dan standar kompetensi wasit.

“Penataran ini penting untuk memperkuat SDM di cabang olahraga bola basket. Peningkatan kualitas wasit merupakan bagian dari pembangunan ekosistem olahraga, bukan hanya fasilitasnya,” ujar Suhadi di GOR Hi-Test, Batam, 10 November 2025.

Sebanyak 45 peserta mengikuti pelatihan, mulai dari wasit baru hingga wasit berpengalaman yang perlu memperbarui lisensi sesuai standar nasional. Saat ini, jumlah wasit aktif di Kepri masih terbatas, sekitar 30 orang, sebagian besar berdomisili di Batam dan didominasi wasit senior.

Menurut Suhadi, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi PERBASI untuk melahirkan generasi baru wasit yang siap memimpin pertandingan di berbagai tingkatan.

Ketua Perbasi Kepri
Peserta Penataran Wasit Tingkat C dan B2 mengikuti sesi pelatihan di GOR Hi-Test Arena, Batam, yang digelar PERBASI Kepri pada 7–10 November 2025. GOKEPRI/ENGESTI FEDRO

“Kami ingin membangun ekosistem bola basket Kepri yang kuat, dari lapangan hingga SDM-nya. Kalau jumlah wasit mencukupi, kompetisi bisa digelar berjenjang, mulai U-11 hingga senior,” jelasnya.

Peserta penataran berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Kepri, masing-masing mengirim 2–4 perwakilan, sementara Batam membuka pendaftaran lebih luas mengingat tingginya intensitas kegiatan basket di kota tersebut.

Suhadi berharap seluruh peserta dapat lulus dan memperoleh lisensi resmi. Setelah mendapatkan lisensi, para wasit diwajibkan aktif memimpin pertandingan dan melaporkan aktivitasnya secara daring sebagai bagian dari proses sertifikasi berkelanjutan.

“Kami tidak ingin program ini berhenti setelah penataran selesai. Harus ada tindak lanjut. Ini komitmen kami untuk membangun perwasitan basket Kepri yang profesional,” kata Suhadi.

Ia menambahkan, jika ke depan ada dukungan anggaran daerah, PERBASI Kepri juga berencana membangun lapangan basket outdoor untuk memperluas pembinaan.

Baca Juga: Budisatrio Djiwandono Jadi Calon Tunggal Ketua Umum Perbasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait