Jakarta (gokepri.com) – Bakamla RI serius menempatkan wilayah Laut Natuna Utara sebagai fokus perhatian dalam formulasi strategi penanganan di bidang keamanan dan keselamatan laut. Keseriusan ini terungkap dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Monitoring dan Evaluasi Strategi Keamanan Laut di Jakarta Pusat yang diselenggarakan Direktorat Strategi Keamanan Laut Bakamla RI.
Rakernis itu mengangkat tema ‘Sinergitas dan Kolaborasi adalah Kunci Menuju Implementasi Strategi Pengamanan Laut di Laut Natuna Utara’. Kegiatan dibuka oleh Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla RI Laksda Bakamla Tatit Eko Witjaksono dan berlangsung hingga Jumat 19 November 2021.
Sebelumnya, sejumlah nelayan tradisional melaporkan aktivitas kapal-kapal China, salah satunya destroyed Kunming-172 di Laut Natuna Utara, pertengahan September lalu. Kehadiran kapal perang China itu membuat nelayan lokal takut melaut.
“Nelayan merasa takut, apalagi itu kapal perang. Kami ingin pemerintah ada perhatian supaya nelayan merasa aman saat mencari ikan,” kata Ketua Aliansi Nelayan Natuna Hendri dikutip media.
Dalam rakernis, tidak hanya membahas langkah-langkah implementatif untuk mengamankan Laut Natuna Utara. Namun juga payung hukum, langkah sinergi dan kolaborasi antar instasi, dan penyamaan pola pikir, turut dibahas dalam pertemuan ini.
Pada sesi pertama hadir narasumber Wakil Asisten Operasi Kasal Laksma TNI Wasis Priyono. Narasumber lainnya adalah Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara Badan Nasional Penanggulangan Perbatasan (BNPP) Siti Metrianda Akuan. Bertindak sebagai moderator, Analis Hukum Madya Bidang Polhukam Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Andy Aprianto.
Kemudian pada sesi kedua, hadir narasumber Ketua Departemen Hukum, Advokasi dan Perlindungan Nelayan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ahmad Yani. Hadir juga narasumber dari Sub Koordinator Strategi Operasi Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Muhammad Ikhsan dan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Natuna Tukino Sucipto. Kali Ini, bertindak selaku moderator adalah Kasi Perencanaan Strategi Keamanan Laut Bakamla RI Letkol Bakamla Angga Reza. (wan)
Baca juga: Nelayan Keluhkan Maraknya Kapal Vietnam Tangkap Ikan di Laut Natuna








