Batam (gokepri.com) – Masalah logistik di Kota Batam menjadi salah satu faktor penentu daya kompetisi dan tingkat perekonomian masyarakat. Upaya perbaikan sarana pelabuhan dan penguatan kerjasama dengan institusi terus dilakukan, salah satunya dengan pengembangan Batam Logistic Ecosystem (BLE).
Perbaikan sarana itu dilakukan melalui uji coba pengembangan auto gate system yang telah dipasang pada Jumat (19/2/2021). Uji coba dilakukan Tim Piloting BLE Bea Cukai Batam dan Badan Usaha Pelabuhan BP Batam.
“Kita melakukan uji coba sistem auto gate serta sarana pendukung lainnya seperti ruangan kerja para instansi terkait dan lokasi pemeriksaan barang oleh Bea Cukai nantinya,” kata Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata.
Susila menjelaskan, saat ini terdapat tiga ruas jalan di Pelabuhan Batu Ampar. Satu ruas pintu masuk ke arah Terminal Batu Ampar saat ini untuk keperluan lain-lain. Seperti akses keluar masuk pegawai Bea Cukai, BP Batam, Karantina, Penumpang PELNI, dan pemangku kepentingan lainnya.
Ada juga jalan utama berupa satu ruas pintu masuk sebagai Gate In ke Pelabuhan Batu Ampar. Kemudian satu ruas pintu yang memiliki lebar dua ruas jalan sebagai Gate Out dari Pelabuhan Batu Ampar. Pada kedua gate tersebut telah terpasang palang otomatis yang memudahkan para pengendara sarana pengangkut darat.
Hanya saja, saat ini proses Gate In dan Gate Out masih secara manual oleh Petugas Bea Cukai. Hal ini karena belum adanya sosialisasi kepada pihak perusahaan bongkar muat yang ada di Batam. Nantinya sosialisasi akan diadakan oleh Badan Usaha Pelabuhan BP Batam sekaligus melakukan input data perusahaan bongkar muat ke dalam Kartu Tapping.
“Sudah bagus seperti ini, tinggal ditempelkan bisa langsung masuk. Sudah modern, keren,” ucap Yusuf, salah seorang supir truk yang hendak masuk ke Pelabuhan Batu Ampar.
Baca juga: Angkat Tangan di Pelabuhan Batu Ampar, Pelindo Sinergikan Layanan Pemanduan
Pengembangan juga akan dilakukan terhadap berbagai hal berkaitan dengan BLE. Mulai dari sarana pelabuhan, sistem otomasi, kerjasama antar instansi, dan kerjasama dengan agen-agen terkait sistem informasi dan teknologi, perbankan, dan trucking hingga BLE mampu berjalan secara optimal. (wan)









