Angkat Tangan di Pelabuhan Batu Ampar, Pelindo Sinergikan Layanan Pemanduan

uji petik kapal
Direktorat Perkapalan dan Kepelautan melakukan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Batam.

Jakarta (gokepri.com) – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 menargetkan pertumbuhan throughput bongkar muat sebesar 10 sampai 20 persen pada 2021. Sejumlah strategi disiapkan, termasuk bersinergi dengan BP Batam dalam pelayanan pemanduan dan penundaan, KEK Sei Mangke (PTPN III), Inalum dan Pertamina.

“Dengan Pertamina, misalnya, Pelindo 1 sedang membangun sarana dan fasilitas bunker penunjang bahan bakar minyak (BBM) dan jalur pipa gas di KTMT guna memenuhi kebutuhan energi di kawasan industri,” ujar Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama di Belawan, Medan, Sumatera Utara.

Sebelumnya Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus Purnomo menyatakan kalau Batam memerlukan pelabuhan kontainer baru. Namun Pelindo kewalahan.

HBRL

“Pelindo sudah kita tugaskan ke sana sebelumnya, sudah mengkaji Pelabuhan Batu Ampar, dia angkat tangan karena dermaga harus dibongkar diganti baru,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, pekan lalu.

Batam dinilai memerlukan pelabuhan kontainer baru. Sebab, pelabuhan yang ada saat ini masih kurang memadai untuk menunjang kebutuhan pengusaha.

Menurut Agus, Pelabuhan Batu Ampar itu punya potensi yang baik. Namun, untuk upaya percepatan pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, diperlukan diskusi yang intensif dengan BP Batam dan Pemprov Kepri.

“Batu ampar saja itu berat. Jadi kami sampaikan di Batam berhadapan dengan Singapura jadi bagai bumi dan langit gitu. Jadi harus melihat orang orang yang berintegritas merah putih luar biasa untuk bisa mengembangkan Batam,” ujarnya.

Sementara terkait target pertumbuhan throughput bongkar muat, Dani menjelaskan, proyeksi pertumbuhan didasarkan pada potensi besar yang dimiliki Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (Kuala Tanjung PIE) dan optimalisasi Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan Fase 2. Untuk mencapai target tersebut, Pelindo 1 juga akan memperkuat bisnis marine services, integrated port dan industrial area, digitalisasi pelabuhan, layanan logistik yang terintegrasi serta berkolaborasi dengan para stakeholder dan investor.

Untuk proyeksi 2021, Pelindo 1 menargetkan throughput bongkar muat petikemas pada 2021 mencapai 1,57 juta TEUs, meningkat 10 persen dibandingkan realisasi 2020 sebesar 1,42 juta TEUs. Sementara volume general cargo, curah cair, dan curah kering diproyeksikan mencapai 30,2 juta ton, tumbuh 22 persen dibandingkan realiasi tahun sebelumnya yang sekitar 24,8 juta ton. Peningkatan bongkar muat petikemas dan kargo tersebut diharapkan tercapai seiring naiknya kunjungan kapal yang ditargetkan tumbuh 40 persen menjadi 73.919 call pada 2021.

Baca juga: Cen Sui Lan Soroti Mangkraknya Pembangunan Pelabuhan Malarko

“Tantangan 2021 akan jauh lebih berat. Namun demikian, kita yakin tetap mampu tampil terdepan dalam penguasaan pasar terbesar. Kita terus mengembangkan empat prinsip dasar bisnis dan layanan yakni: lebih cepat, lebih murah, lebih transparan, dan lebih baik dalam layanan. Pelindo 1 juga fokus untuk menerapkan tiga hal penting yakni revenue enhancement, operational excellence, dan cost effectiveness untuk bisa mencapai target perusahaan di 2021,” katanya. (wan)

Pos terkait