Aspabri Kepri: Maraknya Joki IMEI Ganggu Bisnis Pariwisata

joki imei
Suasana penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Center. Saat ini marak joki IMEI yang lewat pelabuhan internasional tersebut Foto: Gokepri.com/Engesti

Batam (gokepri.com) – Saat ini di Batam sedang marak joki International Mobile Equipment Identity (IMEI) handphone dengan iming-iming jalan-jalan gratis. Kebanyakan para joki lewat Pelabuhan Internasional Batam Center.

Sindikat IMEI ini diduga merekrut para joki baru dan menawarkan layanan mereka secara terang-terangan di media sosial. Para korban yang dititipi ponsel diimingi-imingi tur wisata ke Singapura.

“Mereka diajak tur ke Singapura seperti biasa, namun di sini bedanya mereka per satu orang diberikan iPhone maksimal 2 unit per orang dari Singapura saat hendak kembali ke Indonesia,” kata Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) Kepri Surya, Senin 12 Desember 2023.

HBRL

Baca Juga: Joki IMEI di Pelabuhan Internasional Batam Center Dibongkar

Ia menjelaskan, modus yang dilakukan oleh para joki ini mengganggu bisnis pariwisata. Sebab, beberapa paket wisata yang sudah dipersiapkan oleh Asosiasi tidak membuat wisatawan tertarik.

“Saya pikir kita perlu bergerak lebih cepat untuk masing-maisng asosiasi. Rusak harga tur Singapura gara-gara ini. Masalah IMEI biarlah jadi domain pihak berwajib. Karena jawaban tim yang pro ini selalu adalah peraturan mana yang dilanggar,” kata Surya.

Menurut dia, yang menjadi konsen pihaknya saat ini adalah rusaknya harga tur Singapura yang menjadi mata pencaharian industri travel.

Manajer Operasional PT Synergy Tharada pengelola Pelabuhan Internasional Batam Centre, Nika Astaga mengatakan, pendaftaran IMEI di Bea dan Cukai di Pelabuhan Internasional Batam center sangat ramai. Menurutnya ini menggangu arus penumpang.

“Kalau beli HP di luar harus registrasi di Bea cukai. Kami memang siapkan tempat. Kalau libur seperti ini ramai yang registrasi,” kata dia.

Ia mengakui tidak mengatahui banyak soal joki IMEI yang marak, yang jelas pihak pelabuhan hanya menyediakan tempat.

“Kami hanya siapkan tempat kalau ramai dan menumpuk nanti coba saya tanyakan ke Bea cukai. Cuma anteran ramai karena satu orang (mendaftarkan IMEI) dua HP,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait