ASDP Tanam Serentak Bibit Mangrove di Batam

Penanaman mangrov ASDP
Penanaman mangrov ASDP

Jakarta (gokepri.com) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui divisi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) menjadikan Batam sebagai salah satu daerah penanaman secara serentak 7.300 bibit mangrove. Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-48 ini dilakukan ASDP di 12 cabang seluruh Indonesia. Selain itu, penanaman ini juga sebagai wujud komitmen atas prioritas program Sustainble Development Goals (SDGs) ASDP terkait Penanganan Perubahan Iklim.

Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin mengatakan, kegiatan penanaman bibit mangrove merupakan bentuk dukungan ASDP terhadap kembalinya fungsi hutan mangrove sebagai sebuah ekosistem yang bermanfaat. Yakni untuk mencegah erosi pantai, pemanasan global, dan menekan perubahan iklim.

Secara global, melindungi hutan Mangrove dapat mencapai sebanyak 30 persen dari solusi untuk perubahan iklim di dunia. Berkat kemampuan mereka untuk menyerap dan menyimpan karbondioksida.

HBRL

Mangrove memiliki kapasitas untuk mengambil karbon jauh lebih banyak dari atmosfer daripada hutan terestrial. Sepetak hutan bakau dapat menyerap sebanyak 10 kali karbon dari sebidang hutan terestrial yang berukuran sama.

“Penanaman mangrove ini memang prioritas program tanjung jawab sosial dan lingkungan ASDP tahun ini. Dan bersamaan dengan momentum HUT ASDP tahun ini, kami serentak melakukan penanaman 7.300 bibit di Banda Aceh, Batam, Bangka, Bakauheni, Ketapang, lembar, Kayangan, Tual, Luwuk, Selayar, Sorong dan Merauke. Khusus wilayah Bakauheni ditanam 100 bibit mangrove,” jelas Shelvy, Senin (15/3/2021).

Lebih lanjut Shelvy mengatakan bahwa bibit mangrove tersebut bukan hanya ditanam. Tetapi juga akan dirawat hingga pohon mangrove kuat dan bebas dari hama. Program perawatan ini bekerjasama dengan pihak desa, komunitas, maupun intansi terkait penanganan hutan Mangrove.

“Kami berharap program memelihara bumi ini dapat dijalankan secara berkelanjutan. Keberadaan ASDP harus membawa kemanfaatan yang besar, khususnya di lingkungan pelabuhan yang dikelola agar lingkungannya terawat, dan iklim menjadi lebih baik. Tentunya, untuk mewujudkan hal ini butuh kerjasama dari masyarakat untuk lebih sadar menjaga dan merawat lingkungan,” tutup Shelvy. (wan)

Pos terkait