AS Kenakan Bea Masuk Anti-Dumping Aluminium dari Indonesia

Anti-dumping alumunium indonesia
Penggunaan alumunium di Feldbinder Special Vehicles, pabrik otomotif di Winsen, Jerman. REUTERS/Fabian Bimmer

Batam (Gokepri.com) – Pemerintah Amerika Serikat akhirnya mengenakan bea masuk anti-dumping bagi produk aluminium lembaran (sheet) dari 18 negara termasuk Indonesia.

Kebijakan ini berlaku mulai Selasa 2 Maret 2021 setelah diumumkan Departemen Perdagangan Amerika Serikat. Ada 18 negara yang masuk dalam penyelidikan anti-dumping yang telah merugikan industri dalam negeri Amerika Serikat. Tarif impor aluminium tertinggi adalah dari Jerman.

Pengenaan tarif ini setara dengan nilai USD1,96 miliar untuk 18 negara, dan Indonesia masuk dalam daftar tersebut. AS tidak memasukkan China dalam daftar itu.

Kebijakan ini diambil karena membanjirnya impor aluminium lembaran yang dianggap membanjiri pasar AS dan mengusik industri aluminium Negeri Paman Sam.

AS mengumumkan kebijakan baru ini tak lama setelah Gubernur Rhode Island Gina Raimondo ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan AS. Gina terpilih sebagai menteri perdagangan yang baru lewat pemungutan suara Senat AS dengan hasil voting 84-15.

Penyelidikan kasus anti-dumping ini dimulai saat AS di bawah pemerintahan Trump pada Maret 2020. Trump mengamuk karena banyak negara menerapkan tarif impor yang mahal.

Aluminium lembaran biasa dipakai untuk untuk pembangunan gedung dan kerangka truk hingga marka jalan.

Jerman memiliki tingkat anti-dumping tertinggi, mulai dari 49,4% hingga 242,8%, dan ekspor lembaran aluminium terbesar ke Amerika Serikat, dengan nilai USD286,6 juta pada 2019.

Bahrain, kedua. Dengan lembaran aluminium senilai USD241,2 juta yang diekspor ke Amerika Serikat, menerima tarif bea anti-dumping 4,83% dan tingkat anti-subsidi hingga 6,44%.

Administrasi Perdagangan Internasional mengungkapkan tingkat anti-dumping dan anti-subsidi untuk negara lain, termasuk Brasil, Kroasia, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Italia, Oman, Rumania, Serbia, Slovenia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Taiwan dan Turki.

Bea masuk tersebut akan melebihi 10% tarif AS yang dikenakan pada sebagian besar impor aluminium oleh pemerintahan Trump di bawah undang-undang keamanan nasional.

(Can) | Sumber: Antara

|Baca Juga: Malaysia Hadang Impor Baja asal Indonesia, Lagi-Lagi Isu Dumping

BAGIKAN