BATAM (gokepri) – Ketegangan keamanan di Timur Tengah mulai berdampak pada mobilitas warga negara Indonesia. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengimbau warga Kepri yang berada di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan menunda perjalanan.
Imbauan itu disampaikan Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BP2D) Kepri setelah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI terkait dinamika keamanan di Iran dan sekitarnya. Potensi eskalasi dinilai dapat mengganggu aktivitas penerbangan serta pergerakan masyarakat.
“Ini imbauan resmi. Kami terus berkoordinasi dengan Kemenlu RI sembari mengumpulkan data jumlah warga Kepri di Timur Tengah,” kata Kepala BP2D Kepri Doli Boniara di Tanjungpinang, Selasa malam (3/3).
Baca Juga: Eskalasi Iran-AS-Israel, KBRI Imbau WNI Siaga di Timur Tengah
Warga Kepri yang sudah berada di Timur Tengah diminta tetap tenang, namun mengikuti perkembangan situasi secara berkala. Mereka juga diingatkan untuk menjauhi titik keramaian dan objek strategis yang berpotensi menjadi fokus pengamanan aparat setempat.
Selain itu, warga diminta memastikan dokumen penting seperti paspor dan identitas diri tersimpan aman dan mudah dijangkau. Komunikasi dengan sesama komunitas Indonesia perlu dijaga, terutama dalam situasi darurat.
BP2D juga meminta warga segera melapor melalui Portal Peduli WNI milik Kementerian Luar Negeri di https://peduliwni.kemlu.go.id. Dalam kondisi mendesak, warga dapat menghubungi Perwakilan RI terdekat, baik KBRI maupun KJRI.
Bagi warga Kepri yang berencana berangkat ke wilayah tersebut, pemerintah daerah menyarankan penundaan perjalanan hingga situasi dinyatakan kondusif.
Pengalaman sebelumnya menjadi perhatian. Tahun lalu, Pemprov Kepri memfasilitasi pemulangan mahasiswa asal Kepri yang menempuh pendidikan di Iran akibat eskalasi konflik Iran dan Israel.
Hingga kini, BP2D masih menghimpun data jumlah warga Kepri yang berada di Timur Tengah. Pemerintah daerah memastikan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terus berjalan guna memantau kondisi dan memastikan keselamatan warga. ANTARA
Baca Juga: Konflik Iran-Israel, Pemerintah Antisipasi Dampak Ekonomi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









