Setahun Amsakar–Li Claudia, Ekonomi Batam Menguat dan Investasi Capai Rp69,3 Triliun

Pelebaran jalan batam 2025
Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra meninjau lokasi pelebaran Jalan Laksamana Bintan di Batam, Selasa (27/5/2025). Proyek ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan dan mempercantik wajah kota. GOKEPRI/Engesti Fedro

BATAM (gokepri) — Setahun memimpin, Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra mencatat pertumbuhan ekonomi Batam 6,89 persen. Realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target.

Duet yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 itu mengawali masa jabatan dengan fokus pada investasi dan stabilitas usaha. Hasilnya terlihat pada triwulan III 2025, ketika laju ekonomi Batam melampaui rata-rata provinsi dan nasional.

Industri pengolahan, perdagangan, dan jasa masih menjadi penopang utama. Sektor-sektor ini menjaga ritme pertumbuhan kota industri tersebut.

HBRL

Baca Juga: Bagaimana Kolaborasi RI-AS Membangun Ekosistem Semikonduktor di Pulau Galang

Dari sisi penanaman modal, capaian Rp69,3 triliun mempertegas posisi Batam sebagai salah satu tujuan investasi nasional, terutama untuk manufaktur berorientasi ekspor dan logistik.

Amsakar menyebut stabilitas iklim usaha menjadi kunci. “Pertumbuhan ekonomi meningkat dan investasi melampaui target. Ini hasil kerja kolektif seluruh elemen,” ujarnya dalam dialog satu tahun kepemimpinan di Kantor Wali Kota.

Pertumbuhan itu diikuti perbaikan indikator sosial. Tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen pada 2025, terendah dalam lima tahun terakhir. Tingkat Pengangguran Terbuka menyusut ke 7,57 persen seiring ekspansi industri dan penyerapan tenaga kerja. Indeks Pembangunan Manusia meningkat ke 83,80.

Pemerintah kota juga menggelar program pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi 1.500 pelaku UMKM. Pelatihan tenaga kerja dan pengembangan industri kreatif diperluas untuk menyesuaikan kebutuhan pasar industri.

Belanja publik diarahkan pada produktivitas jangka panjang. Pemerintah membangun ruang kelas baru dan unit sekolah, sekaligus memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan. Cakupan JKN-KIS mencapai 97,86 persen, yang dinilai membantu menjaga stabilitas sosial.

Di tengah capaian itu, persoalan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah. Pengelolaan sampah, penanganan banjir, dan optimalisasi layanan air bersih bersama BP Batam memengaruhi efisiensi ekonomi kota. Distribusi air dan penanganan titik krisis kini menjadi prioritas.

Wakil Wali Kota Li Claudia menekankan pentingnya pertumbuhan yang inklusif. “Semua membutuhkan proses dan dukungan bersama agar pembangunan berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan pertumbuhan yang relatif tinggi dan investasi melampaui target, Batam mencoba menjaga keseimbangan antara ekspansi ekonomi dan kualitas pembangunan. Tantangannya kini memastikan laju tersebut tetap stabil tanpa mengabaikan persoalan dasar kota. BISNIS.COM

Baca Juga: Mengapa Pipa Gas West Natuna-Pemping Penting bagi Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait