Apa Kabar Proyek Rumah Sakit Mayapada Apollo Batam?

Mayapada Apollo Batam hospital
Penandatanganan kesepakatan bersama antara Mayapada Healthcare dengan RS Apollo India disaksikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tiga dari kiri) di New Delhi, India, pada Sabtu (25/1/2025). Foto: Mayapada Healthcare

BATAM (gokepri) – Pembangunan RS internasional oleh Mayapada dan Apollo India akan mengikis devisa yang lari ke luar negeri. Batam kini menjadi arena baru bagi industri kesehatan Indonesia.

Batam akan segera memiliki rumah sakit bertaraf internasional. Mayapada Healthcare Group bekerja sama dengan Apollo Hospitals India bakal memulai pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan Pariwisata Sekupang dalam beberapa pekan ke depan.

Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare Group Navin Sunthalia mengumumkan rencana ini melalui unggahan di LinkedIn pada 12 Agustus 2025. Rumah sakit hasil kolaborasi ini ditargetkan rampung pada akhir 2027 dan mulai menerima pasien pada awal 2028. Dalam unggahan tersebut juga, ia menyebut MABIH bagian dari visi bersama BP Batam untuk menjadikan Batam destinasi layanan kesehatan kelas dunia. “MABIH diharapkan tidak hanya melayani pasien dari Indonesia, tetapi juga dari kawasan Asia Tenggara,” kata Navin.

Mayapada Apollo Batam
Tangkapan layar unggahan Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare Group Navin Sunthalia. LINKEDIN/NAVIN SUNTHALIA

Dengan dukungan teknologi medis mutakhir, dokter spesialis berstandar internasional, serta layanan yang berpusat pada pasien, MABIH diharapkan menjadi tolok ukur baru layanan kesehatan modern di Indonesia. Namun, hingga saat ini, Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengaku belum menerima informasi final terkait jadwal peletakan batu pertama.

“Saya belum dapat informasi final soal itu. Nanti kalau sudah menjelang hari H-nya, kami akan informasikan,” ujar Amsakar, Selasa (19/8/2025).

Diberitakan, Mayapada Healthcare Group bekerja sama dengan Apollo Hospitals India akan membangun rumah sakit internasional senilai hingga Rp2 triliun di Batam. Rumah sakit bernama Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) ini diharapkan rampung akhir 2026 dan menjadi alternatif bagi masyarakat Indonesia yang kerap berobat ke luar negeri.

Chairman & Group CEO Mayapada Healthcare Jonathan Tahir menyebut, investasi Rp1,5-2 triliun tersebut diperlukan agar rumah sakit mampu bersaing dengan fasilitas kesehatan di luar negeri. “Karena kita harus mau bersaing dengan luar negeri, kita memang harus bangun rumah sakit yang besar dan berskala internasional,” ujar Jonathan, Kamis (5/2/2025).

Jonathan menjelaskan, MABIH bertujuan menekan devisa yang hilang akibat masyarakat yang berobat ke luar negeri. Dengan lokasi strategis di Batam, MABIH diharapkan dapat menarik tenaga profesional medis dari dalam maupun luar negeri.

“Kami yakin angka pasien yang berobat ke luar negeri akan menurun, sehingga devisa tetap di dalam negeri,” ujarnya.

MABIH akan menyediakan layanan spesialisasi yang selama ini menjadi daya tarik pasien Indonesia ke luar negeri. Status MABIH dalam KEK juga memungkinkan biaya pengobatan lebih kompetitif. “MABIH itu akan lebih murah dari Jakarta, sudah pasti lebih murah dari Singapura dan kami harap juga bisa bersaing dengan biaya pengobatan di Malaysia,” ucap Jonathan.

Selain menargetkan pasien domestik, Mayapada Healthcare juga ingin menarik pasien dari Singapura dan Malaysia. Untuk meningkatkan efisiensi, MABIH akan menerapkan teknologi seperti tele-radiologi dan tele-ICU. Hasil pemindaian akan dikirim ke Apollo Hospitals di India untuk ditinjau spesialis, memungkinkan diagnosis lebih cepat. Sementara tele-ICU akan memungkinkan pemantauan pasien kritis secara real-time oleh tim medis Apollo.

Kerja sama antara Mayapada dan Apollo telah diteken pada 25 Januari 2025 di New Delhi, India. Fokus kolaborasi mencakup penerapan inovasi teknologi, pertukaran pengetahuan, serta keahlian medis.

Baca Juga: Kolaborasi Mayapada-Apollo Hadirkan RS Internasional di Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait