BATAM (gokepri) — Seorang pemuda asal Singapura, Kai Emilio, menyumbangkan dana untuk pembangunan satu kamar tambahan di Panti Asuhan Rhaudatussyafa Madani, Batam. Bantuan ini merupakan bagian dari kunjungan sosialnya pada Sabtu (3/8) dan dinilai sebagai langkah konkret mengatasi keterbatasan kapasitas panti asuhan yang baru beroperasi sejak awal tahun ini.
Bantuan ini disambut haru oleh pengurus dan anak-anak panti. Kai menyatakan inisiatif ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan komitmen jangka panjang yang dimulai dari kebutuhan mendesak panti.
“Kami akan bantu satu kamar dulu. Kami lihat dulu progresnya, insya Allah kalau mereka masih butuh dan kami ada rezeki, kami bantu lagi,” ujar Kai. Ia menambahkan fokusnya saat ini adalah memastikan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Ketua Yayasan Rhaudatussyafa Madani, Sahuri, mengungkapkan bantuan dari Kai sangat berarti bagi yayasan yang mengalami keterbatasan ruang. Saat ini, panti hanya memiliki satu kamar yang menampung delapan anak. Padahal, idealnya satu kamar dapat menampung hingga 15 anak. Keterbatasan ini menyebabkan yayasan terpaksa menolak calon penghuni baru.
“Alhamdulillah, setelah kami sampaikan kebutuhan kami, beliau langsung bilang mau bantu bangun satu kamar di lantai tiga. Kami sangat bersyukur,” kata Sahuri. Ia berharap pembangunan kamar baru ini akan memungkinkan panti untuk menampung lebih banyak anak yatim, piatu, duafa, dan anak terlantar.

Kai menekankan kegiatan sosialnya didasari niat tulus dan bukan bertujuan untuk pencitraan atau mencari popularitas. Semua biaya berasal dari dana pribadinya dan dilakukan secara spontan. “Kalau terasa momennya pas, ya saya buat. Bukan karena viral atau ingin dikenal. Saya cuma ingin berbagi,” jelasnya.
Kai menambahkan, ia merasa Batam sudah seperti rumah kedua, didukung oleh jaringan pertemanan yang luas. Perasaan nyaman dan kedekatan dengan masyarakat setempat mendorongnya untuk rutin melakukan kegiatan sosial di kota ini.
Memberi Harapan dan Pendidikan
Yayasan Rhaudatussyafa Madani didirikan pada tahun 2023 dan baru aktif beroperasi pada tahun 2025 setelah seluruh proses perizinan rampung. Saat ini, panti mengasuh delapan anak dengan rentang usia enam tahun ke atas, beberapa di antaranya sempat putus sekolah.

Sahuri mengungkapkan fokus utama yayasan adalah memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak asuhnya. “Kami ingin memberikan pendidikan yang layak. Salah satu anak kami dari Batuaji dulunya sempat putus sekolah saat SMP. Sekarang sedang kami urus untuk bisa kembali sekolah,” ujarnya.
Dengan adanya kamar baru, Sahuri berharap yayasan dapat meningkatkan kapasitas layanan dan menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan, sehingga mereka bisa mendapatkan akses pendidikan yang terjamin. Aksi Kai Emilio ini tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga harapan baru bagi masa depan anak-anak di panti asuhan tersebut.
Baca Juga: Sultan Singapura Membangun Harapan Anak-Anak Panti Asuhan Al-Fauzan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









