BATAM (gokepri) – Jarak tidak menjadi halangan untuk berbuat kebaikan. Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda Singapura, Kai Emilio, yang datang jauh-jauh ke Batam, untuk merangkai harapan baru bagi anak-anak di sebuah panti asuhan.
Dikenal sebagai “Sultan Singapura”, Kai menyumbangkan dananya untuk merenovasi ruang belajar di sebuah panti asuhan serta membagikan makanan kepada warga di pinggir jalan.
Senyum dan semangat baru terpancar di wajah anak-anak Panti Asuhan Al-Fauzan. Bersama istri dan rombongannya, Kai menyambangi Panti Asuhan Al-Fauzan di Kavling Tiban Pajak, Sekupang. Kehadiran rombongan Kai disambut hangat oleh anak-anak dan pengurus panti. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kunjungan singkat, tetapi juga perhatian serius terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak panti.
Kepala Yayasan Al-Fauzan, Ustaz Asbui, mengatakan kedatangan Kai merupakan berkah bagi yayasannya. “Beliau membantu untuk berkontribusi mengecat dua hingga tiga ruang belajar adik-adik,” ujar Ustaz Asbui pada Senin (4/8/2025).

Yayasan Al-Fauzan, yang berdiri sejak 2018, fokus menyediakan tempat tinggal dan pendidikan bagi anak-anak yatim, piatu, duafa, serta terlantar. Kompleks yayasan juga menaungi SDIT Al-Fauzan, yang saat ini memiliki 184 siswa. “Alhamdulillah, berkat bantuan para dermawan, kami bisa menyekolahkan dan menggratiskan anak-anak sampai lulus,” tutur Asbui.
Bagi Kai Emilio, aksi sosial ini bukan sekadar kegiatan sesaat. Pria berusia 26 tahun itu menjelaskan ia sudah terbiasa berbagi jauh sebelum dikenal di media sosial. “Ada empat sampai lima panti yang kami datangi. Ini semua dari uang pribadi,” kata Kai. Ia menambahkan kunjungannya bertujuan untuk berbagi kebahagiaan, bersilaturahmi, dan berkenalan dengan warga Batam.
Meski kunjungannya hanya berlangsung beberapa jam, Kai meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak dan pengurus panti. Ia bahkan menyatakan niatnya untuk kembali ke Batam dan menjalankan program berkelanjutan. “Kami ingin bikin acara, misalnya kompetisi futsal untuk anak-anak di sini,” tambahnya.
Melalui akun media sosial TikTok dan Instagram dengan nama pengguna @kaiemilio.fg, Kai juga membagikan aktivitas sosialnya sebagai bagian dari gerakan berbagi yang ia jalani. Tindakan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan solidaritas kemanusiaan dapat tumbuh dari mana saja, bahkan dari seberang lautan.
Baca Juga: Swiss-Belhotel Batam Wujudkan Kepedulian Sosial Lewat Berbagi Kasih di Panti Asuhan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









