Batam (gokepri) – Warga Kaveling Saguba, Kota Batam, Kepulauan Riau, akhirnya bisa menikmati air bersih setelah bertahun-tahun mengalami kekurangan pasokan air.
Kelangkaan air di Kaveling Saguba disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain lokasi yang berada di dataran tinggi, pertumbuhan penduduk yang pesat, dan jaringan pipa yang sudah tua dan rusak.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam bersama PT Air Batam Hulu dan PT Air Batam Hilir telah membangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) baru berkapasitas 350 liter per detik di Waduk Duriangkang.
IPA baru ini telah diuji cobakan dan akan beroperasi secara permanen pada bulan September 2023. Dengan beroperasinya IPA baru ini, diharapkan dapat mengatasi persoalan air di Kaveling Saguba dan area lainnya di Kota Batam.
Kendati terjadi krisis air yang berkepanjangan, Kepala BP Batam dan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, tidak tinggal diam. Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmennya terhadap kebutuhan dasar masyarakat akan air, Muhammad Rudi secara pribadi bertemu dengan warga Kaveling Sagulung Baru (Saguba) di halaman Masjid Al-Ikhlas pada Jumat (4/8/2023) sore.
Area Kaveling Saguba merupakan salah satu wilayah dengan kontur tanah (elevasi) yang tinggi dan menghadapi masalah kurangnya distribusi air. Fakta ini diperkuat oleh tingkat pertumbuhan penduduk yang signifikan selama dua dekade terakhir, yakni mencapai 2,32 persen pada periode 2010-2020 dan 7,64 persen pada 2000-2010.
Melihat kondisi ini, pada tahun 2022, Muhammad Rudi mengambil keputusan dengan mengalokasikan dana untuk membangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) baru berkapasitas 350 liter per detik di Waduk Duriangkang. Upaya ini diharapkan mampu menambah produksi air dan memperluas jaringan pipa yang telah berusia 28 tahun.
“Alhamdulillah, pembelian dan instalasi IPA berkapasitas 350 liter per detik sudah selesai. Kemarin malam, bapak dan ibu Saguba telah menerima aliran air dari pompa yang baru karena pompa lama tak mampu memenuhi kebutuhan,” ujar Muhammad Rudi.
Namun, penambahan produksi air dan penambahan jaringan pipa di seluruh Kota Batam membutuhkan biaya yang cukup besar, yakni sebesar Rp4,5 triliun. Oleh karena itu, Muhammad Rudi mengakui tidak semua perbaikan dapat diselesaikan sekaligus. Pendapatan dari layanan air yang diterima dari masyarakat Kota Batam selama ini telah digunakan untuk kepentingan masyarakat. Meski hanya mampu menutupi 10 persen dari kebutuhan sebenarnya, Muhammad Rudi tetap bertanggung jawab dan berkomitmen untuk mengatasi masalah tersebut.
Denny Tondano, Direktur BU SPAM BP Batam, mengakui produksi dan distribusi air masih mengalami kekurangan. Untuk mengatasi hal ini, Denny menyampaikan IPA baru berkapasitas 350 liter per detik akan segera beroperasi pada bulan September 2023, berdasarkan kebijakan yang diambil oleh Muhammad Rudi.
“Pengujian untuk IPA baru berkapasitas 350 liter per detik sedang berlangsung. Dalam waktu dekat, air akan mengalir secara permanen,” ungkap Denny.
Hari Kamis malam (3/8/2023) lalu, masyarakat di Saguba telah merasakan manfaat dari IPA baru ini setelah Direktur PT Air Batam Hulu – Hilir (ABH – ABHi), Mujiaman Sukirno, melakukan pengecekan di wilayah Sagulung.
“Memang, siang ini belum mengalir karena pemakaian air cukup tinggi dan aliran air akan turun lagi. Namun, pada malam hari, air akan mengalir seperti malam sebelumnya. Setelah dioperasikan secara permanen, semoga kualitasnya dapat lebih baik,” jelas Mujiaman.
Wilayah Blok K Kaveling Saguba, yang memiliki elevasi tertinggi di daerah Saguba, juga merasakan manfaat dari pengoperasian IPA baru berkapasitas 350 liter per detik ini.
“Alhamdulillah, pada malam Kamis (red), air sudah mengalir. Saat ini, kami hanya dapat menyediakan air melalui pipa. Untuk daerah rendah, air dapat dialirkan kapan saja, tetapi untuk daerah tinggi di blok K, air hanya akan dialirkan pada malam hari. Jika masih ada kekurangan, kami juga menyediakan truk tangki yang datang setiap setengah jam,” ungkapnya.
Dengan pengoperasian IPA baru ini, Mujiaman mengimbau warga untuk tidak menggunakan pompa air agar distribusi air tetap merata hingga ke ujung pipa.
“Marilah kita bersabar menunggu air datang secara alami dan dialirkan ke tangki masing-masing agar tidak mengganggu tetangga lain,” tambahnya.
Mujiaman menegaskan PT PT Air Batam Hulu – PT Air Batam Hilir (ABH – ABHi) bersama BU SPAM BP Batam akan terus berusaha mempertahankan dan meningkatkan pencapaian ini sesuai dengan arahan dari Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
“Sesuai arahan dari Muhammad Rudi, kami akan melakukan segala yang diperlukan untuk membantu pengaliran air ke Saguba. Kami akan menggunakan kemampuan dan kewenangan kami secara maksimal untuk melayani masyarakat Kota Batam,” pungkas Mujiaman.
Baca Juga: Pelayanan Air Bersih di Sejumlah Wilayah Terganggu, BP Batam Minta Maaf
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








