Ada Pendaftar Pakai KK Orang Lain di Sistem PPDB Batam

PPDB SMP Jalur Zonasi
Petugas di Posko Pengaduan Disdik Batam siap melayani kendala terkait PPDB SMP jalur zonasi. Foto: Gokepri.com/Engesti

BATAM (gokepri) – PPDB SMA di Batam diwarnai kendala masalah nomor Kartu Keluarga (KK) ganda. Banyak wali murid mengeluhkan mereka tidak bisa mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah negeri karena sistem PPDB menolak nomor KK.

Romlah, salah satu wali murid, mengaku tidak bisa mendaftarkan anaknya ke SMAN 1 Batam karena nomor KK miliknya sudah terdaftar atas nama orang lain. Padahal, dia baru pertama kali menggunakan nomor KK tersebut untuk mendaftarkan anaknya sekolah.

Baca: Rumah Dekat Sekolah Tak Jamin Siswa Lolos PPDB Jalur Zonasi

“Bikin akun tidak bisa karena nomor KK sudah pernah dipakai. Saya datang ke posko pengaduan dan ternyata nomor KK sudah terdaftar,” kata Romlah, Rabu 3 Juli.

Akibat kejadian itu, Romlah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan. Dia mengaku heran bagaimana nomor KK miliknya bisa terdaftar atas nama orang lain. “Sudah dilaporkan, alhamdulillah sudah bisa daftar dan diterima,” kata dia.

Senada dengan Romlah, Veni, wali murid lainnya juga mengeluhkan hal serupa. Dia tidak bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri karena sistem PPDB menolak nomor KK dengan alasan yang sama.

“Anak saya mau daftar SMP cuma tidak bisa. Keterangannya nomor KK sudah digunakan,” kata Veni.

Dia pun melaporkan kejadian itu ke posko pengaduan. Setelah dilaporkan, barulah Veni bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah yang dituju. “Tapi awalnya was-was juga khawatir anak tidak dapat sekolah,” kata dia.

Untuk diketahui, dalam sistem zonasi, domisili calon peserta didik ditentukan berdasarkan alamat pada kartu keluarga (KK) yang telah diterbitkan minimal satu tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB. Persyaratan pendaftaran harus sesuai dengan KK, nomor induk kependudukan, dan domisli.

Perlu Cek Langsung Domisili Calon Siswa

Anggota DPRD Kepri, Wirya Silalahi, mengungkapkan bahwa banyak wali murid yang melakukan berbagai cara agar anaknya bisa masuk ke sekolah tertentu, salah satunya dengan membuat KK palsu atau menumpang KK dengan kerabat.

“Modusnya banyak yang menumpang KK agar anaknya bisa sekolah. Makanya ada aturan KK minimal berusia satu tahun,” kata dia.

Silalahi mengaku sering menemukan modus serupa setiap PPDB. Hal ini membuktikan bahwa masih ada sekolah favorit yang diminati banyak orang.

“Karena kalau zonasi ini siapa yang paling dekat. Harusnya memang yang fair itu ya pakai nilai,” kata dia. Dia juga meminta sekolah untuk melakukan seleksi berkas secara ketat agar praktik curang dalam PPDB tidak terjadi.

Jika perlu, sekolah harus turun langsung melakukan cek langsung domisili untuk membuktikan bahwa peserta didik yang benar-benar tinggal di sekitar sekolah dapat didahulukan. “Kalau memang benar dia tinggal di situ harusnya itu yang diusahakan,” kata dia.

Dia juga mengimbau para wali murid untuk jujur ketika ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah. “Orang tua harusnya jujur. Jangan menipu. Ada juga kasus satu KK itu semuanya menumpang. Ini kan tidak bisa ditolak di sekolah. Kalau memang tidak masuk ya silakan ke swasta,” kata dia.

Kepala Disdik Kepri Cabang Batam, Kasdianto, mengaku tidak ada laporan soal manipulasi KK atau nomor KK ganda di Batam Kepulauan Riau. Menurutnya, PPDB jenjang SMA-SMK berjalan dengan lancar.

“Untuk saat ini di Batam, Kepri belum ada manipulasi KK, jika di luar Kepri dalam berita memang ada kami dengar,” kata dia.

Disdik bekerja sama dengan Ombudsman dan Saber Pungli untuk mencegah hal tersebut. “Langsung diawasi oleh Ombudsman dan Saber Pungli. Sampai saat ini, belum ada laporan/keluhan tentang hal tersebut dari orang tua,” kata dia.

Dia menjelaskan, proses PPDB untuk SMA dan SMK Negeri di Kepri telah usai. Ada sekitar 26 ribu peserta yang sudah mendaftar.

“Secara umum total peserta pendaftaran ini masih seimbang dengan kuota daya tampung sekolah yang ada. Namun untuk Batam tetap tidak seimbang, sebab lebih banyak peserta pendaftaran yang ada di Batam dibandingkan dengan kota atau kabupaten lainny,” kata dia.

Pendaftaran PPDB di Batam melonjak dari daya tampung yang ada. Peserta pendaftaran di Batam mendekati angka 18 ribu orang. Sementara data dari Disdik Batam, siswa tamatan SMP di Batam tahun ini mencapai 19 ribu siswa.

“Sementara daya tampung SMA dan SMK di Batam secara seluruh sekitar 15 ribuan siswa. Ada sekitar empat ribu calon peserta didik baru di Batam yang akan tereliminasi dalam seleksi PPDB SMK dan SMA Negeri tahun ini,” kata dia.

Adapun berdasarkan data Disdik di Batam ada 20.560 siswa yang lulus SMP atau sederajat. Namun, daya tampung SMA negeri dan SMK negeri di Batam hanya 14.682 siswa. Artinya, ada kekurangan 5.878 bangku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro

BAGIKAN