Bersinergi Memperkuat Budaya Melayu di Negara Serumpun

Budaya Melayu
Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI) melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri kesembilan Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob. Foto: PB MABMI

JAKARTA (gokepri) – Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI) bertemu dengan Perdana Menteri ke-9 Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, untuk memperkuat pemajuan Budaya Melayu di kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Ismail Sabri mengakui peran penting MABMI dalam melestarikan budaya dan mendorong penggunaan Bahasa Melayu di ASEAN.

Ketua Umum PB MABMI, OK Saidin, mengungkapkan penghargaan terhadap upaya Datuk Seri Ismail Sabri, baik sebelum maupun selama menjabat sebagai PM Malaysia.

“MABMI memandang tinggi usaha yang digerakkan oleh Datuk Seri Ismail Sabri sebelum dan semasa PM Malaysia hingga hari ini. Kami menilai Pak Ismail Sabri seorang pejuang Bahasa Melayu,” ujar Ketua Umum PB MABMI OK Saidin, Rabu 2 Oktober 2024.

HBRL

OK Saidin menekankan Ismail Sabri telah berkontribusi dalam pemajuan budaya, termasuk mempromosikan Bahasa Melayu saat berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 24 September 2022. “Ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga membanggakan warga Melayu,” tambahnya.

Menurut OK Saidin, Ismail Sabri juga gigih mendorong Bahasa Melayu menjadi bahasa resmi ASEAN, mengingat sekitar 350 juta orang di kawasan ini menggunakan Bahasa Melayu dalam berkomunikasi.

“Di forum ASEAN, pemimpin Indonesia menggunakan Bahasa Indonesia, sementara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura menggunakan Bahasa Melayu. Bahasa ini juga dipakai oleh warga Thailand Selatan, Filipina Selatan, dan beberapa negara ASEAN lainnya. Akar bahasa negara-negara ini sama, yaitu Melayu,” ungkap OK Saidin.

Dalam pertemuan tersebut, OK Saidin, yang didampingi pengurus PB MABMI seperti Asro Kamal Rokan, Datuk Adil Fredy Haberham, Azrin Naim, dan Faris Saleh Bashel, memberikan cenderamata berupa sepasang kain songket tenunan khas Batu Bara kepada Ismail Sabri.

Baca: Batam Jadi Pusat Diskusi Maritim Kawasan Melayu

Sementara itu, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob menyatakan bahwa MABMI memainkan peranan penting dalam melestarikan Budaya Melayu di Indonesia. “Usaha MABMI tidak hanya berfokus pada penguatan Budaya Melayu, tetapi juga mencakup aspek ekonomi dan pendidikan. Kita dapat berbagi pemikiran dalam memperkuat Bahasa Melayu secara internasional,” katanya.

MABMI, yang didirikan pada 1971, adalah lembaga sosiokultural yang menghimpun masyarakat Melayu Indonesia dengan tujuan mengangkat, memelihara, dan mengembangkan adat dan kebudayaan Melayu. Cabang MABMI tersebar hampir di seluruh Indonesia, termasuk Perwakilan MABMI Malaysia yang dilantik pada 27 September 2024 di Kuala Lumpur. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait