Nuryanto-Hardi Hood Deklarasi, Berakhirnya Skenario Kotak Kosong di Pilkada Batam

nuryanto hardi daftar kpu
Deklarasi pencalonan Nuryanto-Hardi Selamat Hood di Kantor DPD PDIP Kepri, Batam Center, 29 Agustus. GOKEPRI/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri) – Nuryanto dan Hardi Selamat Hood, resmi deklarasi pencalonan mereka dalam pilkada Batam di Kantor DPD PDIP Kepri, Batam Center, pada Kamis, 29 Agustus 2024. Deklarasi ini diadakan jelang pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Sekupang.

Deklarasi tersebut dihadiri oleh partai politik pengusung, yakni PDI Perjuangan, Partai Buruh, dan Partai Gelora, serta ratusan simpatisan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk paguyuban dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Batam. Ketua DPD PDI Perjuangan Kepulauan Riau, Soerya Respationo, turut hadir dalam acara tersebut.

“Ini inisiatif masyarakat yang ingin mendeklarasikan. Meskipun fenomena kotak kosong sempat mengemuka, kini muncul calon baru yang siap bertarung. DPC PDI Perjuangan tetap memfasilitasi,” ujar Budi Mardianto, Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Batam.

HBRL

Pada deklarasi tersebut, pasangan Nuryanto-Hardi juga memperkenalkan nama panggilan mereka sebagai pasangan “NADI”. Acara deklarasi dibuka dengan prosesi adat Melayu tepuk tepung tawar dan pembacaan doa.

Sebelumnya, Nuryanto menyatakan akan mengundurkan diri dari anggota DPRD Kota Batam setelah pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan yang dilakukan pada Kamis pagi. “Setelah dilantik, kami akan segera mengurus pengunduran diri. PDI Perjuangan selalu ikut Pilkada, tidak pernah absen,” kata Nuryanto usai pelantikan DPRD Kota Batam.

nuryanto hardi daftar kpu
Ketua DPD PDIP Kepri Soerya Respationo bersama Nuryanto dan Hardi Hood, 29 Agustus. GOKEPRI/Muhammad Ravi

Diberitakan, Nuryanto dan Hardi Selamat Hood akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam pada hari terakhir pendaftaran, Kamis 29 Agustus 2024.

Diusung PDIP, Partai Gelora dan Partai Buruh, Nuryanto-Hardi mencalonkan diri sebagai calon walikota-wakil walikota Batam dalam pilkada 2024. Mereka akan menjadi pasangan kedua yang mendaftar setelah Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra. Amsakar-Li daftar ke KPU pada hari pertama, Selasa 27 Agustus.

Ketua KPU Batam, Mawardi, mengungkapkan pihaknya telah menerima surat pemberitahuan mengenai pendaftaran pasangan tersebut. Diperkirakan, pasangan Nuryanto-Hardi akan tiba di kantor KPU Batam pada pukul 16.00 WIB.

“Kami baru menerima surat pemberitahuan kehadiran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam dari PDIP yang dijadwalkan besok sore pukul 16.00 WIB,” ujar Mawardi, Rabu (28/8/2024).

Mawardi menjelaskan para calon wali kota dan wakil wali kota yang masih menjabat sebagai anggota dewan harus menyerahkan surat pengunduran diri sebelum mendaftar, sesuai dengan aturan PKPU No. 8 Tahun 2024.

“Bagi anggota DPRD terpilih, surat pengunduran diri harus disertakan saat pendaftaran,” jelas Mawardi.

Setelah Putusan MK

Atas restu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Nuryanto akhirnya memilih terjun ke gelanggang pemilihan walikota Batam. Cak Nur siap jika harus melepas kursi DPRD Batam yang sudah ia jabat selama empat periode.

Lewat dua rekaman suara, Ketua DPC PDIP Batam Nuryanto menjawab pertanyaan yang dilayangkan gokepri via Whatsapp, Selasa siang, 27 Agustus 2024. Pertanyaannya ihwal benarkah ia sudah diusung partainya maju ke pilkada Batam. Langkah PDIP ini akan mengubah peta politik pilkada di Batam yang sebelumnya dikuasai gabungan parpol pendukung Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra.

Jawaban Nuryanto mengamini informasi yang ramai beredar sejak pagi. PDIP mengusung kadernya sendiri, Nuryanto, bersama mantan senator Kepri, Hardi Hood, untuk melawan Amsakar-Li Claudia.

Nuryanto menyatakan sudah berada di Jakarta pada hari ini, Selasa. Ia merapat ke DPP PDIP untuk menjemput surat rekomendasi. “Mohon doa restunya. Alhamdulillah,” ujar pria yang akrab disapa Cak Nur.

nuryanto hardi daftar kpu
Deklarasi pencalonan Nuryanto-Hardi Selamat Hood di Kantor DPD PDIP Kepri, Batam Center, 29 Agustus. GOKEPRI/Muhammad Ravi

Ia lalu menerangkan soal kesiapannya maju ke gelanggang kompetisi walikota Batam. Menurut Nuryanto, dalam setiap kompetisi, baik itu pertandingan atau pemilihan demokratis, kekalahan dan kemenangan adalah risiko yang harus diterima. Ia menjelaskan bahwa sebagai seorang peserta dan petarung, prinsip hidupnya adalah selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk terlebih dahulu.

“Jika kita sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, insya Allah kita akan lebih siap ketika menerima hasil yang baik, seperti kemenangan. Mental harus dipersiapkan, baik untuk kemungkinan terburuk maupun ketika kita mencapai kemenangan,” katanya.

Maju ke pentas pilkada membuat Cak Nur harus memilih. Sesuai aturan, ia harus melepas jabatannya sebagai anggota DPRD Batam. Ia menyatakan siap mundur demi mengikuti kontestasi pilkada. “Sudah menjadi konsekuensi. Karena kami ini petarung,” kata dia.

Cak Nur juga mengungkapkan ia berpasangan dengan Hardi Selamat Hood untuk bertarung di Pilkada Batam. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pleno internal DPP PDIP.

“Saya baru saja menerima rekomendasi dari pleno, bahwa saya akan berpasangan dengan Pak Hardi,” katanya.

Nuryanto-Hardi akan membangun koalisi dengan beberapa partai nonparlemen seperti Partai Gelora dan Partai Buruh. “Kami akan mempersiapkan konsolidasi dan kegiatan lainnya. Ada komunikasi yang aktif dengan berbagai pihak, termasuk partai-partai nonparlemen seperti Gelora dan Buruh,” ujarnya.

Paslon baru ini muncul tiga hari jelang pendaftaran ditutup. Diusung PDIP, Nuryanto-Hardi akan bersaing dengan Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra yang diusung 11 partai di KIM Plus, gabungan parpol pendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Nuryanto adalah Ketua DPC PDIP Batam dan Ketua DPRD periode 2019-2024. Ia pernah bertarung dalam pilkada Batam sebagai calon wakil walikota Batam bersama Nada Faza Soraya pada pilkada 2010.

Hardi adalah mantan anggota DPD RI daerah pemilihan Kepri selama dua periode 2009-2014 dan 2014-2019. Ia lahir di Kundur, Karimun. Berusia 61 tahun. Pria lulusan Sarjana di IKIP Bandung dan S2 STIA Yappan Jakarta ini banyak dikenal sebagai tokoh pendidikan dan tokoh masyarakat Melayu.

Dengan diusungnya Nuryanto-Hardi, maka kemungkinan besar pilkada Batam tak ada kemunculan kotak kosong. Mereka akan bersaing dengan Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra yang diusung koalisi gemuk 11 partai yang tergabung dalam KIM Plus, partai pendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Mayoritas partai peraih kursi DPRD Batam ada di belakang Amsakar-Li.

Peta baru pilkada Batam ini muncul setelah putusan MK yang mengubah konstelasi. Amsakar-Li Claudia sebelum putusan nomor 60 itu terbit, berpeluang besar menjadi calon tunggal dan tak ada lawan.

Baca: Diusung Nasdem-PDIP, Rudi-Rafiq Resmi Daftar ke KPU Kepri

PDIP yang menjadi satu-satunya partai peraih kursi yang tidak diajak koalisi besar Amsakar-Li Claudia, memungkinkan mengusung calonnya sendiri. Perolehan suara PDIP 83.601 (13,53%), memenuhi syarat ambang batas putusan MK nomor 60.

11 parpol peraih kursi yang mengusung Amsakar-Li yakni PKB, Gerindra, Golkar, Nasdem, PKS, PKN, Hanura, PAN, Demokrat, PPP dan PSI. Gabungan total suara mereka mencapai 508.434 atau mencapai 82,26%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait